My Naughty Uncle

My Naughty Uncle
Jaga Jarak


__ADS_3

"Haduh, sekarang kalian mau tidur di mana?" tanya Bu Lidya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Ze dan Jimmy menatap tempat tidur mereka yang ambruk tersebut dengan wajah bingung. Sama seperti halnya Bu Lidya, mereka pun bingung harus tidur di mana sekarang.


Ze menghampiri tempat tidur yang,ambruk tersebut kemudian meraih kasurnya. "Sebaiknya kita bawa kasurnya ke ruang tengah dan kita tidur di sana. Bagaimana?" tanya Ze sembari menatap Jimmy.


Jimmy menganggukkan kepalanya. "Oke, baiklah. Kamu gelar kasur kita di sana dan biar aku rapikan ranjangmu yang ambruk ini," jawabnya yakin.


"Tidak usah, Nak Jimmy. Sebaiknya kamu istirahat saja, biar besok Ibu yang bereskan semua ini," ucap Bu Lidya yang mencoba mencegah Jimmy melakukan hal itu.


"Tidak apa-apa, Bu. Biar saya saja yang melakukannya. Kan saya yang menyebabkan semua ini dan aku tidak ingin merepotkan Ibu," sahut Jimmy.


Karena Jimmy terus menolak, akhirnya Bu Lidya pun membiarkan Jimmy melakukannya sedangkan ia kembali ke kamar. Setelah Ze selesai menggelar kasurnya di ruang tengah, Jimmy segera menyusul gadis itu.


"Sudah selesai, Mas?" tanya Ze yang kini sudah berselonjor di tempat tidurnya.


"Sudah," Jimmy ikut menjatuhkan tubuhnya di samping Ze dengan tubuh saling berdempetan. Maklum, ukuran kasur tersebut pas-pasan untuk mereka tempati berdua.

__ADS_1


"Ya, sudah. Aku tidur duluan ya, Mas." Ze mulai memejamkan matanya kemudian tidak beberapa lama, gadis itu benar-benar tertidur dengan nyenyaknya.


Kini tinggal Jimmy yang belum tidur. Ia menatap langit-langit ruangan itu dengan tatapan menerawang. Di saat seperti ini, ia ingat bagaimana kehidupannya beberapa tahun yang silam, di mana Jimmy sempat menghilang dari kehidupan keluarganya.


Di saat Jimmy tengah asik dengan kenangan masa lalunya, tiba-tiba Ze menggeliat dan tangan gadis itu tepat mengenai 'anaconda berbisa' miliknya. Jimmy terperanjat dan seketika lamunannya buyar.


"Oh, Tuhan! Ini bahaya dan tidak bisa dibiarkan," pekik Jimmy sembari meraih tangan Ze dengan perlahan kemudian menyingkirkan dari 'anaconda berbisanya' tersebut.


"Jujur, aku masih trauma dengan kejadian kemarin malam. Aku hampir saja mati gara-gara tangan jahilmu ini," gerutu Jimmy dengan wajah menekuk. "Apa aku ikat saja tangannya? Soalnya ini bahaya sekali," lanjutnya sambil berpikir keras.


Jika si empunya menolak disentuh oleh Ze karena trauma yang ia alami malam itu, berbeda dengan 'Anaconda berbisa' tersebut. Benda berbentuk panjang besar itu terlihat manggut-manggut di dalam sangkarnya setelah mendapatkan sentuhan mendadak dari gadis itu.


Jimmy memperhatikan wajah Ze yang kini berbaring miring menghadapnya. Ia bahkan bisa merasakan hembusan napas Ze yang terus menerpa lengan kekarnya. Melihat wajah polos gadis itu, Jimmy pun mengurungkan niatnya. Ia tidak tega mengikat tangan gadis itu.


Alhasil, Jimmy tidak bisa tertidur dengan nyenyak. Setiap kali Ze bergerak, ia selalu siaga dan memastikan gadis itu tidak akan melakukan hal menakutkan itu lagi terhadap 'Anacoda berbisa' miliknya.


Tak terasa pagi pun menyapa. Jimmy terbangun dari tidurnya setelah Ze membangunkannya untuk sarapan.

__ADS_1


"Pukul berapa sekarang?" tanya Jimmy sembari mengucek matanya yang masih terasa berat. Ya, tentu saja masih terasa berat. Jimmy tidak bisa tidur dengan nyenyak tadi malam akibat berjaga. Menjaga 'Anaconda berbisa' miliknya dari tangan jahil Sang Istri.


"Sudah pukul 08.00, kenapa? Kamu mau ke tempat Gym ya, Mas?" tanya Ze balik.


"Ya, tapi ya sudahlah. Aku bisa ke Gym nanti siang," jawabnya.


Setelah bangkit dari tempat tidur, Jimmy segera melakukan ritual mandinya dan setelah itu ia pun bergabung bersama Ze dan Bu Nadia yang sudah menunggunya di meja makan.


Sementara itu di tempat lain.


Di sebuah tempat tersembunyi, terdapat sebuah Villa di mana ada sekelompok lelaki dengan tubuh besar dan berwajah sangar. Salah satu dari lelaki-lelaki seram itu berjalan menuju sebuah ruangan yang ada di ujung lorong .


Ia membuka pintu tersebut kemudian menemui sosok yang sedang duduk di sebuah kursi besar dengan posisi membelakanginya.


"Boss, aku dengar-dengar Jimmy sudah menikah," ucap lelaki sangar itu.


Lelaki yang sedang duduk dengan posisi membelakangi tersebut, memutar kursinya dan kini merekapun saling berhadapan. "Benar kah? Ternyata Jimmy benar-benar sudah melupakan aku, sampai-sampai ia tidak mau mengundangku ke pesta pernikahannya," sahut lelaki yang di panggil dengan sebutan 'Boss' tersebut.

__ADS_1


...***...


__ADS_2