My Naughty Uncle

My Naughty Uncle
Bertemu Mommy Martha


__ADS_3

"Aduh, aku benar-benar akan dipecat setelah ini!" gumam Ze dengan wajah kusut menatap bangunan mewah yang berdiri kokoh di hadapannya.


Setelah selesai memarkirkan mobilnya, Jimmy segera membukakan pintu mobil untuk Ze dan mengajak gadis itu untuk mengikutinya masuk ke dalam bangunan mewah tersebut.


"Mari, Ze."


Mata Ze membola. "I-ini rumahmu, Om?" tanya Ze.


"Bukan, ini rumah Mommy. Aku belum punya tempat tinggal. Tapi, kamu mau 'kan tinggal di sini untuk sementara setelah kita menikah? Ya, paling tidak hingga aku bisa membeli rumah untuk kita berdua," tutur Jimmy yang terus melangkah di samping Ze.


"Di mana Mommy?" tanya Jimmy kepada salah seorang pelayan yang sedang bersih-bersih di ruang utama.


Pelayan itu mengangkat kepalanya kemudian menatap Jimmy dan Ze secara bergantian. Pelayan itu tampak kebingungan melihat sosok Ze karena ini pertama kalinya Jimmy membawa seorang wanita ke tempat itu.


"Ehm, Nyonya sedang beristirahat di kamarnya, Tuan Jimmy," jawab pelayan tersebut.


"Oh, baiklah." Jimmy menarik pelan tangan Ze dan membawanya ke sofa yang ada di ruangan tersebut.


"Oh ya, Ze. Tunggu sebentar di sini, aku ingin menemui Mommy di kamarnya. Aku akan mengajaknya ke sini untuk menemuimu. Jadi, duduklah di sini dan jangan kemana-mana," ucap Jimmy.

__ADS_1


Ze menganggukkan kepalanya pelan dan duduk di sofa tersebut sama seperti perintah Jimmy. Ze memperhatikan sekeliling ruangan tersebut sambil terpelongo. Ini pertama kalinya ia menginjakkan kaki di kediaman semewah itu.


"Aku tahu kalau Om Jimmy adalah lelaki yang cukup berada, tetapi aku tidak menyangka bahwa rumahnya bakal semewah ini! Ya, Tuhan! Kira-kira berapa duit ya bikin rumah seperti ini?" gumam Ze.


Sementara itu.


Jimmy melangkahkan kakinya menaiki anak tangga dan berhenti tepat di depan pintu kamar Nyonya Martha. Sebelum mengetuk pintu tersebut, Jimmy sempat menarik napas panjang kemudian menghembuskannya kembali.


"Semoga Mommy tidak pingsan ketika mendengarnya," gumam Jimmy.


Perlahan Jimmy memgetuk pintunya sembari memanggil Mommy-nya tersebut. "Mom, ini aku. Boleh aku masuk?" ucap Jimmy.


Setelah mendapatkan izin dari wanita tersebut, Jimmy pun segera masuk dan ternyata saat itu Nyonya Martha tengah bersandar di sandaran tempat tidurnya. Sedangkan perawat yang menjaganya, masih setia menemani wanita itu dengan berdiri di samping tempat tidurnya.


"Ada apa, Nak?" tanya Nyonya Martha sembari tersenyum hangat menatap Jimmy yang datang menghampirinya.


Jimmy tersenyum kemudian duduk di sisi tempat tidur dengan posisi saling berhadapan. "Aku ingin memperkenalkan Mommy kepada calon istriku," sahut Jimmy.


Mata Nyonya Martha membulat sempurna. "A-apa katamu? Apa Mommy tidak salah dengar? Calon istri?!" pekik Nyonya Martha.

__ADS_1


Jimmy tersenyum kecut sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Ya, Mom. Calon istriku dan dia sedang menunggu di ruang utama."


"Kamu serius ini? Kamu tidak sedang bercanda 'kan, Jimmy?" tanya Nyonya Martha yang masih tidak percaya dengan apa yang ia dengar barusan.


"Aku tidak sedang berbohong, Mom. Coba lihat di mataku, apakah aku sedang berbohong saat ini?" tanya Jimmy balik.


Nyonya Martha menatap lekat kedua bola mata Jimmy dan benar saja, ia sama sekali tidak menemukan kebohongan di sana. "Ja-jadi, kamu serius! Baiklah, mana? Di mana wanita itu," ucap Nyonya Martha dengan sangat antusias.


Inilah moment yang paling ditunggu-tunggu oleh Nyonya Martha. Sudah sejak lama ia memimpikan hal ini, di mana Jimmy membuka hatinya untuk menikah.


"Benar 'kan, Jimmy. Kamu tidak sedang membohongi Mommy, 'kan?" tanya Nyonya Martha lagi.


"Ya, Mommy-ku sayang! Gadis itu sudah menunggu kehadiran Mommy di ruang utama. Sebaiknya kita turun dan temui dia," tutur Jimmy sembari bangkit dari posisi duduknya. Ia meraih tangan Nyonya Martha dan membantu wanita itu bangkit dari tempat tidurnya.


"Tapi ... dia hanya gadis biasa, Mom. Dan mungkin bagi Mommy tidak ada yang istimewa dari gadis itu," sambung Jimmy.


"Hhh, kenapa kamu bicara seperti itu, Jimmy. Belum juga Mommy lihat seperti apa gadis itu, kamu sudah berpikiran seperti itu," celetuk Nyonya Martha.


"Ya, aku hanya menyampaikan seperti apa yang aku pikirkan, Mom. Aku hanya tidak ingin Mommy terkejut setelah melihat bagaimana calon istriku," tutur Jimmy.

__ADS_1


***


__ADS_2