
"Terus saja, terus! Terus saja lanjutkan obrolan kalian yang menyenangkan itu dan biarkan aku kepanasan di sini!" gerutu Ze, masih berjalan santai di atas treadmill sambil memperhatikan kedua orang itu tanpa berkedip sedikitpun.
"Bisa bantu aku, Jimmy?" ucap wanita itu, meminta bantuan kepada Jimmy yang sejak tadi hanya memperhatikan dirinya.
"Ok, baiklah." Jimmy mendekati wanita itu.
Mata Ze membulat sempurna. Ia benar-benar tidak ingin Jimmy berada lebih dekat lagi dengan wanita itu. "Berhenti! Jangan mendekat apa lagi menyentuhnya, Tuan Jimmy! Awas saja kamu!" umpat Ze yang masih berada di posisinya.
Jimmy yang sama sekali tidak menyadari keberadaan istri kecilnya di tempat itu, segera menghampiri wanita tersebut kemudian membantunya. "Coba tegakkan punggungmu seperti ini," tutur Jimmy sembari menyentuh punggung wanita itu sembari mengarahkannya.
"Akh!" kesal Ze dengan wajah memerah.
"Dasar genit! Dua-duanya sama, sama-sama genit! Awas kamu Tuan Jimmy! Malam ini jangan harap aku kasih kamu kesempatan untuk menjenguk sarangku! Hhhh," umpatnya lagi sambil memukul-mukul treadmill yang ia naiki.
Tanpa Ze sadari, pukulannya mengenai beberapa tombol yang ada di alat tersebut hingga mengubah peraturannya. Yang tadinya hanya jalan santai sekarang menjadi lebih cepat dan membuat Ze kewalahan melangkahkan kakinya mengikuti gerakan alat tersebut.
"Eh, alat ini kenapa? Kok jalannya terasa semakin cepat?! Eh ... eh ... eh!"
__ADS_1
Sekarang Ze berlari di atas alat tersebut. Karena kondisinya yang baru sembuh dari sakit, membuat Ze cepat lelah dan ia benar-benar kelelahan dan tidak sanggup mengikuti gerakan alat tersebut.
"Eh, eh ... tolongin!" teriak Ze.
Bukannya membantu, orang-orang yang sedang fitness di tempat itu malah menertawakan Ze. Lelaki yang tadi membantu Ze, memperhatikan apa yang sedang ditertawakan oleh orang-orang di tempat itu.
Setelah ia menyadari bahwa yang sedang ditertawakan oleh orang-orang tersebut adalah Ze, ia pun segera berlari dengan wajah cemas ke arah gadis itu.
Namun, sayangnya ia terlambat. Ze yang sudah tidak sanggup mengikuti kecepatan alat itu, akhirnya terjatuh dan tersungkur di lantai dengan posisi tengkurap.
"Mbak! Mbak tidak apa-apa?" tanya lelaki itu panik dan mencoba membantu Ze.
Ia bergegas mendatangi tempat itu dan meninggalkan wanita yang tadi bersamanya. "Ada apa ini?" tanya Jimmy sambil memperhatikan gadis yang masih tersungkur di lantai dan berniat ingin menolongnya.
"Hah?! Itu 'kan suara Mas Jimmy! Mampus aku," batin Ze sambil menutup matanya rapat. Sedikitpun ia tidak ingin bergerak dari tempat itu. Apa lagi menampakkan batang hidungnya di hadapan semua orang, terlebih lelaki yang sudah membuatnya kesal tersebut.
"Dia terjatuh, Jim! Mungkin dia tidak sengaja menyentuh tombol-tombol di sana dan menaikkan kecepatannya," jawab lelaki itu.
__ADS_1
"Mampus! Apa yang harus aku lakukan sekarang? Haruskah aku berpura-pura pingsan? Ya Tuhan, tolong aku!" batin Ze. "Ya sudah, aku pura-pura pingsan saja!"
Jimmy yang panik, ia segera berjongkok dan mencoba menolong gadis yang masih dalam posisi tersungkur tersebut. "Nona tidak apa-apa?" tanya Jimmy sambil membalik tubuh Ze.
Walaupun Jimmy sempat bingung karena dari perawakannya, gadis yang tersungkur itu mirip sekali dengan istri kecilnya, tetapi hati kecilnya mengelak. Tidak mungkin Ze datang ke tempat itu tanpa memberitahu dirinya.
Namun, tiba-tiba mata Jimmy terbelalak setelah tahu bahwa gadis itu adalah Ze, istri kecilnya. "Ze?!" pekiknya. "Astaga, apa yang sedang kamu lakukan di sini?!"
"Sedang apa dia bilang? Hhh, sedang mengintai kegiatanmu hei, Tuan Jimmy!" umpat Ze dalam hati.
Dengan tubuh gemetar, Jimmy mengangkat tubuh mungil Ze sambil mengumpat kesal. "Kenapa kamu tidak bilang kalau ternyata ada Ze di sini, hah?" kesal Jimmy kepada lelaki yang tadi membantu Ze.
"Ze? Siapa Ze?" Lelaki itu menautkan kedua alisnya heran. Bahkan ia semakin heran melihat ekspresi Jimmy yang di luar dugaannya.
"Gadis ini! Namanya Ze, dia istriku!" kesal Jimmy yang masih berlari kecil mencari tempat yang aman untuk membaringkan tubuh Ze yang tidak berdaya.
"Hah, istrimu?!" Lelaki itu menghentikan langkahnya dengan mata yang terlihat membulat sempurna. Bukan hanya lelaki itu, tetapi semua orang yang tadi menertawakan Ze, bungkam setelah tahu bahwa gadis konyol itu ternyata istri dari pemilik gym tersebut.
__ADS_1
"Pantas saja ia terus memperhatikan kebersamaan Jimmy dan wanita itu. Ternyata dia adalah istri sah Jimmy. Ha, mampuslah kamu, Jimmy. Mungkin malam ini kamu harus siap tidur di luar kamar," celetuk lelaki itu sambil tertawa pelan saat membayangkan bahwa sahabat sekaligus Bossnya itu dalam masalah besar.
...***...