My Naughty Uncle

My Naughty Uncle
Kecurigaan Jimmy


__ADS_3

Setibanya di kediamannya, Jimmy bergegas memasuki ruangan itu dengan langkah cepat. Ia menelusuri ruangan demi ruangan hingga akhirnya lelaki itu menghentikan langkahnya tepat di hadapan Evan yang sedang duduk bersantai di ruang utama sembari menyeruput kopi manis favoritnya.


Evan terkejut melihat Jimmy yang tiba-tiba saja berdiri di hadapannya dengan ekspresi wajah kesal. Ia mendongak kemudian melemparkan senyuman hangatnya untuk pamannya tersebut.


"Om, bagaimana urusannya? Sudah beres?" tanya Evan tanpa rasa bersalah sedikitpun.


"Jangan bilang kamu ada sangkut pautnya dengan yang terjadi padaku hari ini, Evan?!" ucap Jimmy sambil mendengus kesal menatap keponakannya itu.


Evan gelagapan. "E-ehm, apa maksudmu, Om? Aku tidak mengerti?"


"Jangan sok polos, Evan! Aku tahu kamu pasti mengerti apa maksudku. Tadi malam secara tiba-tiba kamu memberikan Cardlock itu kepadaku dan tadi pagi, tiba-tiba saja ada gadis itu bersamaku. Aku yakin sekali bahwa aku dan gadis itu sengaja di jebak dan aku akan ungkap semua kebenarannya! Jika terbukti kamu terlibat dalam aksi penjebakan itu, maka aku tidak akan tinggal diam, Evan. Aku akan buat perhitungan denganmu!" ancam Jimmy kepada keponakannya itu.


Evan terdiam dan tatapannya masih tertuju pada lelaki dewasa tersebut. Sebisa mungkin Evan mengontrol emosinya saat itu agar Jimmy tidak terlalu mencurigainya.

__ADS_1


"Ada apa sih ini? Kok, serius sekali?" Tiba-tiba seorang wanita paruh baya berdiri di antara mereka. Ia mengelus lembut pundak Jimmy sembari memperhatikan ekspresi lelaki itu.


"Kamu dari mana saja, Jimmy? Sepertinya tadi malam kamu tidak pulang," lanjutnya.


"Tadi malam aku tidur di hotel, di mana cucu kesayangan Mommy menyelenggarakan pesta peluncuran produk baru perusahaannya," sahut Jimmy yang kemudian bergegas pergi dari ruangan itu.


Wanita itu mengerutkan alisnya seraya memperhatikan Jimmy yang melangkah pergi meninggalkan dirinya bersama Evan di ruangan itu.


"Om kamu kenapa, Van? Sepertinya dia sedang kesal. Apa dia kesal padamu?" tanya wanita itu sembari duduk di samping Evan yang masih terdiam dalam lamunannya.


Sementara itu.


Jimmy tengah melakukan ritual mandi di dalam kamar mandi pribadi yang ada di dalam kamarnya. Ia membiarkan air dari shower membasahi seluruh tubuh polosnya. Jimmy memperhatikan setiap inci bagian tubuhnya dengan seksama.

__ADS_1


Bahkan senjata laras panjangnya pun tidak lepas dari perhatian lelaki itu. Ia mencoba mencari tanda-tanda mencurigakan di seluruh tubuhnya. Namun, ia tidak menemukan satupun yang mencurigakan di tubuhnya.


"Sepertinya benar, aku dan Ze tidak melakukan apa-apa tadi malam. Buktinya aku tidak menemukan hal-hal aneh di tubuhku," gumamnya.


Walaupun begitu, Jimmy tetap akan bertanggung jawab kepada Ze atas kejadian itu. Ia sudah berjanji kepada Bu Lidya bahwa dirinya akan segera menikahi Ze.


Ada banyak pertanyaan di kepala Jimmy saat ini. Salah satunya adalah tentang bagaimana gadis bertubuh rata tersebut tiba-tiba saja berada satu kamar dengannya. Padahal ia sangat yakin di kamar itu tidak ada sesiapapun selain dirinya.


"Apa aku harus kembali ke hotel tersebut dan meminta kepada mereka untuk melakukan pengecekan rekaman CCTV di sekitar area kamar itu?" gumam Jimmy lagi.


Sama seperti halnya Jimmy, Ze pun masih shok dengan kejadian yang menimpanya tadi malam. Ia masih terpukul dengan pengakuan Evan yang sudah mempermainkan dirinya dan pagi ini ia kembali dikejutkan dengan penggerebekan tersebut.


"Ya, Tuhan! Bagaimana ceritanya aku bisa berada satu kamar bersama Om Jimmy? Dan satu hal lagi yang membuat aku shok, ternyata Om Jimmy adalah Paman dari Evan. Lelaki jahat yang sudah mempermainkan perasaanku demi sebuah mobil," gumam Ze yang kini sedang meringkuk di atas tempat tidur lusuhnya.

__ADS_1


Tiba-tiba Ze tersenyum kecut sambil membayangkan wajah tampan lelaki dewasa tersebut. "Sekarang aku harus terima bahwa jodohku adalah lelaki dewasa yang pernah berkata kepadaku bahwa aku bukanlah tipe-nya. Astaga! rumah tangga seperti apa yang akan aku lalui bersamanya nanti," gumam Ze.


...***...


__ADS_2