My Naughty Uncle

My Naughty Uncle
Permintaan Evan


__ADS_3

"Hai, Evan! Apa kabar? Senang bisa bertemu denganmu lagi," ucap Leonard menyambut kedatangan Evan dan teman-temannya sambil tersenyum hangat.


"Baik, terima kasih!" sahut Evan.


"Mari, silakan duduk," ujar Leonard mempersilakan para tamunya untuk duduk di sofa yang ada di ruangan itu. Setelah Evan dan teman-temannya duduk, Leonard kembali membuka suaranya.


"Ada apa, Evan? Apa yang bisa aku bantu?" tanya Leonard tanpa berbasa-basi.


Evan menatap kedua sahabatnya, Aldi dan Daniel secara bergantian baru kemudian menjawab pertanyaan lelaki itu. "Ehm, sebenarnya begini, Leo. Pada malam pesta peluncuran produk terbaru ...."


Evan pun menjelaskan kepada Leonard soal jebak-menjebak tersebut. Penjebakan yang pada akhirnya membuat Om dan gadis taruhan itu menjadi korban akibat keisengan mereka.


Leonard mendengarkan penuturan Evan dengan seksama sembari menautkan kedua alisnya. Sebenarnya jauh di lubuk hati Leonard yang paling dalam, ia benar-benar tidak setuju dengan apa yang dilakukan oleh Evan dan kawan-kawannya tersebut.


Apalagi sampai mengorbankan Ze serta Om Jimmy yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan permainan konyol mereka saat itu. Leonard menghembuskan napas berat kemudian ia pun berbicara, menanggapi cerita Evan barusan.


"Aku tidak tahu harus bilang apa, Evan. Tapi kurasa kalian benar-benar sudah keterlaluan."

__ADS_1


"Ya, kami tahu itu. Tapi ... untuk kali ini saja, Leonard! Aku mohon, bantu aku menyingkirkan beberapa bukti rekaman CCTV di sekitar kamar dan ballroom, please!"


Cukup lama Leonard terdiam dan wajahnya tampak kusut saat itu. "Ya, Tuhan! Kenapa aku harus terlibat dalam urusan seperti ini?" gumam Leonard dalam hati.


Lelaki itu menghembuskan napas berat. "Baiklah, begini saja. Akan kubantu kalian tapi bukan untuk menyingkirkan barang bukti tersebut," lanjut Leonard yang mulai tampak tidak nyaman.


"Apa maksudmu, Leonard?" tanya Evan dengan wajah serius menatap lelaki itu.


"Mungkin aku tidak bisa membantu menyingkirkan video rekaman CCTV tersebut, Evan. Tapi akan aku bisa yakinkan padamu bahwa tak ada orang yang dapat mengecek video rekaman tersebut tanpa izin dariku," tuturnya.


Evan dan kawan-kawan saling tatap untuk beberapa saat dengan pikiran mereka masing-masing. Jika Daniel dan Aldi, masa bodoh dengan rekaman CCTV tersebut, lain halnya dengan Evan. Nyawa lelaki ituv seperti tergantung pada CCTV tersebut. Apalagi setelah mendengar ancaman Jimmy yang tidak main-main pada dirinya.


Leonard menganggukkan kepala dengan cepat. "Ya, Evan. Percayalah padaku," sahutnya.


Setelah selesai membicarakan masalah itu, Evan dan kawan-kawannya pun segera pamit kepada Leonard karena mereka tahu bahwa saat itu Leonard masih banyak pekerjaan.


"Terima kasih banyak atas bantuan serta waktunya, Leonard. Kamu memang sahabat yang baik," ucap Evan sembari memeluk dan menepuk punggung lelaki itu dengan lembut.

__ADS_1


"Ya, sama-sama. Evan."


Evan dan kedua temannya masuk ke dalam mobil milik Evan kemudian mereka pun melaju memecah keramaian kota.


"Memangnya apa yang kamu takutkan dari Om-mu itu, Evan? Dia pasti hanya mengancam dan tidak akan bersungguh-sungguh dengan ucapannya. Om Jimmy 'kan Om kandungmu, tidak mungkin dia menyakitimu," celetuk Daniel.


"Kalian belum tahu saja siapa Om Jimmy. Jika kalian tahu siapa lelaki itu sebenarnya. Aku yakin sekali, dengan melihat wajahnya saja kalian pasti akan kabur sambil terkencing-kencing," tutur Evan dengan wajah serius.


Daniel dan Aldi tertawa bersama setelah mendengar penuturan Evan saat itu. Mereka rasa apa yang dikatakan oleh lelaki itu terdengar sangat lucu.


"Yang benar saja kamu, Evan. Jika benar semenakutkan itu, lalu kenapa kamu berani menjebaknya?" sahut Aldi yang juga mewakili pertanyaan Daniel.


"Mana aku tahu Om Jimmy akan semarah itu padaku?" jawab Evan dengan wajah menekuk.


"Ternyata kamu ini hanya pintar dalam dunia bisnis doang ya, Evan!" celetuk Daniel sembari tergelak.


"Kurang asem kalian!" gerutu Evan yang masih fokus pada kemudinya.

__ADS_1


...***...


__ADS_2