
Sebelum menuju kamar Ze dan Jimmy, Mei sempat kembali ke kamarnya kemudian mengambil alat-alat kesehatan yang biasa ia gunakan untuk memeriksa kondisi kesehatan Mommy Martha saat menurun.
Setelah itu ia bergegas menemui Ze yang ternyata masih berada di bawah selimutnya dengan wajah memucat. Jimmy duduk di samping tempat tidur sambil memijit pelan tubuh Ze yang masih bergetar.
"Itu Mei, dia akan memeriksamu," ucap Jimmy sambil mengusap pelan puncak kepala Ze. Wajah lelaki itu masih terlihat cemas dan ia takut sesuatu terjadi pada Ze.
Ketika Mei mendekat, Jimmy segera berpindah dan membiarkan Mei menghampiri istrinya. Ze memanggil Mei dan meminta wanita itu untuk mendekatkan telinganya.
"Mbak Mei, bisa kita bicara berdua saja? Berdua saja tanpa laki-laki itu, soalnya aku malu," bisik Ze sembari menunjuk ke arah Jimmy.
Mei mengangkat kepalanya kemudian menatap Jimmy dengan wajah bingung. Ia bingung bagaimana cara mengusir lelaki itu dari kamar tersebut. Karena ini permintaan Ze, Mei pun memberanikan diri untuk mengatakan keinginan istri kecil Jimmy tersebut.
"Maaf, Tuan Jimmy, bisakah Tuan Jimmy keluar sebentar? Saat ini Nona Ze ingin bicara empat mata bersama saya," lirih Mei serba salah.
Jimmy menautkan kedua alisnya sembari menatap kedua wanita itu secara bergantian. "Apakah aku tidak boleh mendengarkan pembicaraan kalian?"
"Tidak!" sela Ze yang hanya memperlihatkan wajahnya di balik selimut tebal berwarna putih tersebut.
__ADS_1
"Ah, iya! Baiklah-baiklah, aku akan segera keluar." Walaupun Jimmy begitu penasaran, tetapi demi Ze apapun akan ia lakukan, termasuk melupakan rasa penasarannya dan keluar dari ruangan itu sesuai keinginan Ze.
Dengan langkah gontai, Jimmy melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu. Baru saja Jimmy keluar dari kamarnya, Mommy Martha tiba di sana dan segera menghampiri anak lelakinya itu.
"Bagaimana keadaan Ze? Apa dia baik-baik saja?" tanya Mommy Martha dengan wajah cemas menatap Jimmy.
"Mei masih memeriksanya di dalam," sahut Jimmy yang kini menyandarkan punggungnya di daun pintu kamar.
"Loh, kenapa kamu malah diam di sini? Apa kamu tidak ingin tahu bagaimana kondisi istrimu?" pekik Mommy Martha dengan wajah kesal menatap Jimmy yang tampak pasrah menunggu hasil pemeriksaan Mei.
"Minggir! Biar Mommy masuk," sambung Mommy Martha, mencoba menyingkirkan tubuh besar Jimmy dari balik daun pintu.
"Kenapa begitu?" Mommy Martha menautkan kedua alisnya heran. Namun, wanita itu pun tidak ingin menanyakan masalah itu lebih jauh lagi dan memilih menunggu di luar ruangan bersama Jimmy.
Mommy Martha melirik Jimmy yang masih belum berpakaian dan hanya celana boxer itu yang masih melekat di bagian tubuh bawahnya.
"Pakaianmu mana, Jimmy?" tanya Mommy Martha sambil membuang pandangannya ke arah lain.
__ADS_1
Saking mencemaskan keadaan Ze, Jimmy bahkan sampai lupa dengan pakaiannya. "Astaga, Mommy! Aku benar-benar lupa," pekik Jimmy sembari menepuk jidatnya.
"Hhh, dasar!" gerutu Mommy.
Sementara itu di dalam kamar.
"Mbak Mei, aku ingin menceritakan sesuatu padamu, tapi aku malu," lirih Ze.
Ze menyibak selimut yang menutupi hampir seluruh tubuh dan hanya menyisakan wajahnya saja. Perlahan ia bangkit kemudian duduk sambil bersandar di sandaran tempat tidur.
"Sebenarnya ada apa, Nona Ze? Kenapa wajah Nona terlihat cemas seperti itu?" tanya Mei sambil memperhatikan raut wajah Ze saat itu.
"Aku memilih menceritakan hal ini kepada Mbak Mei karena kita sama-sama perempuan dan Mbak Mei pastinya bisa membantuku. Kalau Mas Jimmy ... aku malu," tuturnya dengan wajah lemas.
"Ceritakan saja, Nona Ze. Saya pasti akan mendengarkannya dengan baik," sahut Mei sembari tersenyum hangat kepada Ze.
"Tadi malam aku digempur habis-habisan sama Mas Jimmy, Mbak. Dan sekarang 'itu' ku bengkak, aku takut ...," lirih Ze dengan wajah kusut dan hampir saja menagis setelah mengucapkan hal itu kepada Mei.
__ADS_1
Mei hampir saja tergelak mendengarnya, tetapi dengan cepat ia tahan. Di balik ketakutan Ze, ia merasa senang sekaligus iba. Senang, karena ternyata rencananya bersama Mommy Martha benar-benar berjalan mulus. Iba, karena perbuatannya bersama Mommy Martha, Ze sampai digempur habis-habisan oleh suaminya hingga sarang Anaconda-nya membengkak.
...***...