
"Oma? Oma ngapain di sini?" tanya Evan yang tidak sengaja melihat Sang Nenek berjongkok di depan kamar Om-nya. Karena penasaran, Evan pun akhirnya memilih menghampiri Neneknya tersebut.
Mommy Martha kaget bukan kepalang. Nyawanya seakan terbang melayang setelah Evan mengagetkan dirinya. Ia berbalik dan menatap Evan dengan mata membulat. "Evan! Sedang apa kamu di sini?! Mengagetkan Oma saja," pekik Mommy dengan setengah berbisik agar pasangan yang sedang dimabuk cinta tersebut tidak mendengar percakapannya bersama Evan.
Kening Evan mengkerut, "Evan bertanya, Oma malah balik bertanya. Evan di sini karena kebetulan melihat Oma nunggingg di depan pintu kamar Om Jimmy! Memangnya Oma lagi ngapain?"
Evan memperhatikan celah pintu kamar Jimmy yang sedikit terbuka dan betapa terkejutnya Evan setelah melihat aksi panas kasur bergoyang. Tiba-tiba dada Evan menjadi panas dan jantungnya pun berdetak tak beraturan. Evan tidak sanggup melihat aksi mereka lebih lama lagi dan ia memilih mengalihkan tatapannya.
"Astaga, Oma! Jangan bilang Oma sedang mengintip kegiatan Om Jimmy dan Istrinya, ya!" pekik Evan dengan mata membulat membalas tatapan Mommy Martha.
"Eh, sudah! Ini bukan tontonan untuk para jomblo seperti dirimu. Sebaiknya kita pergi dan biarkan mereka mencetak cucu buat Oma," celetuk Mommy Martha tanpa berdosa.
Evan memutarkan bola matanya kemudian menuntun Mommy Martha pergi dari kamar Jimmy dan Ze.
Sementara itu di dalam kamar. Tepatnya di dalam selimut tebal yang sedang menutupi tubuh Jimmy dan Ze. Ze yang sudah tidak bisa menahan rasa kesalnya, akhirnya bisa membuka mulutnya kemudian menggigit tangan Jimmy yang masih berusaha menutupi mulutnya.
__ADS_1
"Aww!" pekik Jimmy sembari melepaskan Ze dari kungkungannya. Jimmy sontak melompat dan kini berdiri di samping tempat tidur sambil menahan sakit di tangannya akibat gigitan Ze.
"Om sudah gila, ya? Aku hampir saja mati karena susah bernapas, Om!" kesal Ze dengan napas tersengal-sengal.
Jimmy panik, ia segera berlari ke depan pintu dan mengintip ke luar ruangan. Jimmy menghela napas lega setelah tahu ternyata Mommy Martha sudah pergi dari tempat itu. Ia memgunci pintu kamarnya kemudian kembali menghampiri Ze yang masih kesal bercampur takut tersebut.
"Sekarang Om mau apa lagi? Jangan bilang Om mau melakukan hal aneh itu lagi, ya! Aku tidak mau," protes Ze sambil menggelengkan kepalanya dengan cepat.
Jimmy terkekeh pelan. "Maafkan aku. Aku tidak bermaksud menyakitimu, Ze. Aku refleks melakukannya karena tadi ada Mommy di sini," tutur Jimmy.
"Hah, Mommy? Mana, di mana?" tanya Ze bingung.
"Lalu ... sekarang kita harus apa?" tanya Ze sambil menautkan kedua alisnya.
"Memangnya apa yang ingin kamu lakukan? Apa kamu ingin mencetak bayi barsamaku, ha?" Jimmy menyeringai kemudian menghampiri Ze yang masih duduk di atas tempat tidur sambil memegang erat kimono mandinya.
__ADS_1
Jimmy kembali mengungkung tubuh Ze kemudian menggerakkan pinggul seksinya dengan liar di atas tubuh gadis itu. Turun dan naik dengan irama yang sama, persis seperti orang yang sedang melakukan adegan 'ehem-ehem'.
"O-om ... mau apa?!" pekik Ze dengan terbata-bata. Wajah Ze kembali memucat, entah kenapa ia takut ketika melihat Jimmy melakukan aksi nakalnya tersebut. Ya, walaupun saat ini status mereka sudah sah sebagai suami-istri dan tidak akan berdosa jika mereka melakukan hal itu.
Tiba-tiba Jimmy tergelak dan segera menyingkir dari tubuh Ze. "Kamu tenang saja, aku tidak akan menyentuhmu malam ini. Dan aku berjanji tidak akan pernah menyentuhmu tanpa izin darimu, Ze. Ya, walaupun aku punya hak penuh atas dirimu sekarang," jawabnya.
Jimmy menjatuhkan dirinya ke samping tubuh Ze dan bersiap untuk memejamkan matanya. Namun, tiba-tiba Jimmy kembali membuka matanya dan berlari kecil mengejar Ze yang ternyata membawa bantalnya menuju sofa.
"Eh, kamu mau kemana?!" pekik Jimmy sembari meraih bantal yang dipegang oleh Ze.
"Aku tidur di sini aja, Om. Tidak apa-apa, sungguh!" Ze tersenyum kecut sembari menepuk sofa tersebut.
"Enak saja, bagaimana jika tiba-tiba Mommy muncul! Bisa mati aku," Jimmy mengangkat tubuh Ze dan membawanya ke tempat tidur kemudian meletakkan gadis itu ke tempatnya semula.
"Sudah, tidur saja di sini! Aku berjanji tidak akan menyentuhmu!"
__ADS_1
Jimmy meletakkan sebuah guling di tengah-tengah mereka dan kembali berbaring dengan posisi membelakangi Ze. Ze sempat ragu, tetapi karena takut lelaki itu marah, Ze pun menurut saja.
...***...