
"Sekali lagi, maafkan aku." Tanpa peduli bagaimana perasaan Ze saat itu, Evan bangkit dari posisi duduknya kemudian pergi begitu saja meninggalkan Ze yang masih shok. Ze benar-benar shok dengan pengakuan Evan yang membuat hatinya seakan tercabik-cabik.
Di tengah kegalauan yang menimpanya, Ze meraih sebuah minuman yang dibawa oleh seorang Waitress yang tidak sengaja lewat di samping tubuhnya. Waitress itu sempat menatap Ze dengan wajah bingung sebab minuman yang sedang dibawanya adalah minuman beralkohol dengan kadar yang cukup tinggi.
Minuman itu memang sengaja dipesan oleh beberapa orang tamu spesial Evan untuk menemani mereka menikmati pesta malam ini. Waitress itu ingin mengatakan kepada Ze bahwa minuman itu tidak cocok untuknya, tetapi belum sempat ia mengatakannya, Ze sudah mengangkat tangan dan meminta Waitress itu untuk berhenti bicara.
Setelah Waitress itu pergi, Ze meminum minuman itu. Ia sempat bingung dengan rasanya yang aneh dengan bau yang menyengat. Namun, karena hatinya yang terlalu sakit, ia pun tidak terlalu mempedulikannya.
Sementara itu Daniel dan Aldi kerepotan. Aldi yang mendapatkan tugas menjebak Evan, segera menghampiri lelaki itu sambil membawa dua buah minuman di tangannya. Satu untuk Evan dan satu lagi untuk dirinya sendiri.
"Selamat ya, Evan. Akhirnya kamu memenangkan taruhan itu." Aldi menyerahkan gelas minuman yang sudah ia campur dengan obat perangsaang tersebut kepada Evan dan Evan pun segera menyambutnya.
"Terima kasih. Duduklah," sahut Evan sambil tersenyum tipis. Lelaki itu sudah tahu persis bagaimana rencana kedua sahabatnya itu. Di saat Aldi lengah, Evan menukar gelas minumannya dengan gelas minuman milik Aldi sambil menyeringai licik.
__ADS_1
"Haha, kena kamu, Di! Emang enak, senjata makan tuan," gumam Evan dalam hati.
Aldi terus mengajak Evan berbincang-bincang di sana sembari memastikan bahwa Evan meminum minuman yang ia berikan. Karena gelas mereka sudah ia tukar dengan milik Aldi, ia pun dengan santainya menikmati minuman itu tanpa khawatir sedikitpun bahkan hingga tetesan terakhir.
Aldi yang bodoh begitu senang ketika melihat Evan benar-benar menghabiskan minuman itu dan tanpa sadar ia pun meminum minuman jebakan itu dengan lahapnya.
Evan mulai berakting seolah-olah dirinya sudah terpengaruh obat yang diberikan oleh sahabat-sahabat liciknya tersebut. "Kenapa di sini panas sekali? Atau hanya perasaanku saja?!" gumam Evan sembari melonggarkan dasi yang melekat di kerah kemejanya.
Aldi senang bukan kepalang melihat reaksi Evan saat itu karena menurutnya, rencananya bersama Daniel telah berjalan dengan mulus. "Kamu tidak apa-apa, Van?" tanya Aldi berbasa-basi.
"Baiklah, Van. Mari," sahut Aldi seraya menuntun tubuh Evan keluar dari ruangan itu menuju kamar yang sekarang ditempati oleh Om-nya.
"Bagaimana dengan pestamu, Van? Bukankah pestamu belum selesai?" tanya Aldi ketika di perjalanan menuju kamar VIP tersebut.
__ADS_1
"Tidak apa, masih ada orang-orang kepercayaanku yang akan mengaturnya. Lagi pula acara pentingnya sudah selesai," sahut Evan.
Setibanya di depan pintu kamar tersebut, Evan membuka pintunya kemudian masuk ke dalam ruangan itu. (Pintu yang memang tidak dikunci oleh Jimmy ketika memasuki ruangan tersebut akibat rasa kantuknya yang sudah tidak tertahankan.)
"Apa kamu yakin kamu baik-baik saja, Van?" tanya Aldi yang berpura-pura cemas.
"Ya, aku baik-baik saja." Evan tersenyum kemudian menutup kembali pintu kamar tersebut kemudian lelaki itu berdiri di samping pintu. Aldi mengecek pintu kamar Evan dan ia masih bisa membuka pintu tersebut.
"Ini kesempatan untuk Daniel sebelum Evan mengunci pintunya. Lagian di mana sekarang posisi lelaki itu?! Jangan sampai dia yang membuat rencana ini, malah dia sendiri yang menggagalkannya!" gumam Aldi sembari memperhatikan sekeliling tempat itu.
Di waktu yang sama.
Ze yang bagaikan patah arang, berjalan dengan sempoyongan keluar dari ballroom tersebut. Minuman beralkohol tersebut mulai bereaksi pada tubuh dan pikiran gadis itu. "Ya Tuhan, aku kenapa? Kenapa ruangan ini berputar-putar?" gumam Ze sambil berpegangan di dinding ruangan.
__ADS_1
...***...