My Naughty Uncle

My Naughty Uncle
Jengkol Balado Untuk Ibu


__ADS_3

Setelah selesai membeli cincin serta menemui seorang MUA sekaligus Designer ternama di kota tersebut, Jimmy segera mengantarkan Ze kembali ke kediamannya.


"Wah, anak gadis Ibu sudah pulang ternyata." Bu Lidya menghampiri Ze dan Jimmy yang baru tiba di kediamannya.


"Ehm, ini untuk Anda," ucap Jimmy sembari menyerahkan sebuah bungkusan kepada Bu Lidya. Sebuah oleh-oleh yang sengaja ia belikan untuk Bu Lidya.


"Wah, terima kasih banyak, Tuan Jimmy. Aku jadi tidak enak," sahut Bu Lidya sembari menyambut oleh-oleh yang diberikan oleh Jimmy kepadanya dengan sungkan.


"Sama-sama, Bu Lidya. Oh ya, saya harus segera kembali. Masih ada yang harus aku urus setelah ini," ucap Jimmy sembari melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya.


"Oh iya, silakan, Tuan. Terima kasih sekali lagi untuk oleh-olehnya," sahut Bu Lidya.


Jimmy menatap Ze yang sejak tadi hanya diam tanpa bersuara sedikitpun. Lelaki itu tersenyum kemudian mengangguk pelan sebelum ia melangkahkan kakinya meninggalkan kediaman Bu Lidya.


Sepeninggal Jimmy, Bu Lidya membuka bungkusan oleh-oleh yang diberikan oleh Jimmy kepadanya. Bu Lidya tertawa girang setelah tahu apa isi bungkusan tersebut. "Huwah! Memang calon menantu idaman si Tuan Jimmy ini," gumamnya kegirangan seolah-olah baru saja menemukan harta terpendam.

__ADS_1


"Memangnya apa yang diberikan oleh lelaki itu?" tanya Ze dengan wajah malas menatap Bu Lidya.


"Jengkol balado, lihatlah!" jawabnya dengan sangat antusias memperlihatkan makanan itu kepada Ze.


"Ya, Tuhan! Pantas saja lelaki itu bertanya padaku apa makanan favorit Ibu, ternyata untuk ini. Ah, jangan-jangan Tuan Jimmy suka sama Ibu lagi," celetuk Ze sembari melangkah masuk ke dalam kamarnya tanpa tahu bagaimana reaksi wanita itu setelah mendengar ucapannya.


"Uluh-uluh tu bocah! Ngomongnya enteng bener. Mana mau Tuan Jimmy sama Ibu, Non! Kalau Tuan Jimmy mau sama Ibu, Ibu gak perlu mikir dua kali lah jadi istrinya. Tapi, itu tidak mungkin, toh Ibu dah tua," sahut Bu Lidya sambil tertawa pelan.


"Ish, dasar Ibu." Ze menggeleng pelan dan setibanya di dalam kamarnya, Ze segera duduk di tepian tempat tidur sambil mengingat perjalanannya bersama Jimmy tadi pagi.


"Ish, menyebalkan! Belum jadi suami saja, Om Jimmy sudah mengesalkan. Apalagi jika sudah menjadi suamiku, coba?! Jangan-jangan tiap hari aku akan jadi bahan bully-an oleh lelaki itu," gumamnya.


Ze bangkit dari posisi duduknya kemudian menghampiri lemari pakaian yang di depannya ada sebuah cermin seukuran tubuh. Ze bisa menatap tubuhnya di depan cermin tersebut dengan sangat jelas.


Ia memperhatikan tubuhnya dengan seksama dari ujung kepala hingga ujung kaki sambil melenggak-lenggok. "Huft! Apa yang dikatakan oleh Om Jimmy memang benar adanya. Tubuhku memang terlalu kurus dan rata, persis seperti jalan tol. Padahal sewaktu masih duduk di bangku SMP, tubuhku pernah montok," gumam Ze.

__ADS_1


Ze kembali ke tempat tidur dan menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjang yang terbuat dari kayu tersebut. "Ah, apa yang harus aku lakukan agar tubuhku bisa kembali seperti dulu, ya? Makan banyak?" gumam Ze sambil berpikir keras.


Ze meraih ponsel dari saku celana jeans yang sedang ia kenakan kemudian mencoba mencari jawaban dari permasalahan di gooble.


"Cara menaikkan berat badan dengan cepat," gumam Ze sembari mengetik teks tersebut di laman pencarian. Dalam hitungan detik, berbagai macam artikel pun keluar di depan layar ponselnya.


"Wah, banyak sekali! Kira-kira manjur tidak, nih?" pekik Ze.


Ze memperhatikan satu-persatu judul artikel tersebut hingga akhirnya ia mengklik satu judul yang membuat Ze tertarik untuk membacanya. Ze begitu serius ketika membaca artikel tersebut.


Artikel yang menjelaskan bagaimana cara cepat menaikkan berat badan. Di awal-awal membaca, Ze benar-benar sangat antusias. Namun, setelah di akhir kalimat ekspresi Ze seketika berubah. Wajahnya menekuk kesal sambil menggerutu. "Ah, sialan! Aku sudah serius-serius juga, ternyata malah iklan!" pekiknya.


Ternyata artikel yang dibaca oleh gadis itu adalah salah satu iklan susu penggemuk badan. Sebuah artikel yang ternyata ujung-ujungnya adalah promosi sebuah iklan.


...***...

__ADS_1


__ADS_2