My Naughty Uncle

My Naughty Uncle
Jimmy Penasaran


__ADS_3

Setelah mengantarkan Ze kembali ke kediamannya, Jimmy pun segera melaju menuju tempat kerjanya. Namun, di tengah perjalanan tiba-tiba Jimmy mengurungkan niatnya untuk pergi ke tempat kerja.


Ia malah memutar balik arah mobilnya kemudian melaju ke suatu tempat. Ternyata saat itu Jimmy malah melajukan mobilnya menuju sebuah hotel. Hotel mewah di mana ia dan Ze di gerebek oleh Pak Polisi beberapa waktu yang lalu.


"Aku harus cari tahu yang sebenarnya!" gumam Jimmy sembari keluar dari mobil kemudian memperhatikan tempat itu dengan seksama.


Setelah beberapa detik berikutnya, Jimmy pun segera memasuki hotel tersebut. Security yang berdiri di depan pintu depan, tersenyum hangat menyambut kedatangan Jimmy.


"Selamat datang, Tuan," sambut Security tersebut sembari membukakan pintu untuk Jimmy.


"Terima kasih." Jimmy memasuki ruangan megah tersebut kemudian menghampiri meja resepsionis.


"Ada yang bisa kami bantu, Tuan?" tanya Resepsionis cantik tersebut sambil tersenyum manis menatap Jimmy.


"Sebenarnya saya ingin bertemu manager hotel ini. Ada hal penting yang ingin saya bicarakan dengannya," ucap Jimmy dengan wajah datarnya membalas tatapan wanita cantik di hadapannya.


"Maaf, dengan Tuan ...?"


"Jimmy Wiliam, katakan saja pada Manager-mu itu bahwa aku adalah Om dari Evan Hardy Wiliam," jawab Jimmy dengan tegas.


Resepsionis itu pun mengerti dan menganggukkan kepalanya pelan. "Tunggu sebentar ya, Tuan Jimmy."

__ADS_1


Wanita cantik itu segera meraih telepon yang ada di atas mejanya kemudian segera menghubungi Leonard yang tengah sibuk di dalam ruangan pribadinya tersebut.


"Ya?" sahut Leonard yang masih fokus pada laptop kesayangannya.


"Tuan Leo, Tuan Jimmy Wiliam ingin bertemu dengan Anda. Ada hal penting yang ingin Tuan Jimmy bicarakan kepada Anda," sahut Resepsionis.


"Tuan Jimmy?" Leo menghentikan pekerjaannya, kemudian fokus mendengarkan apa yang dikatakan oleh Resepsionis-nya tersebut.


"Ya, Tuan. Tuan Jimmy Wiliam, Paman dari Tuan Evan Hardy Wiliam," jawab wanita itu.


Deg!


"Tuan?" panggil Resepsionis karena tiba-tiba Leo terdiam dan tidak memberikan jawaban atas tamunya sekarang ini.


"Ehm, ya. Aku akan segera menemuinya. Suruh dia tunggu sebentar," sahut Leo sembari menutup layar laptopnya.


"Baik, Tuan."


Sementara Leo bersiap menemui Jimmy, Resepsionis itu meminta Jimmy untuk menunggu Manager Hotel tersebut di sebuah ruangan.


"Silakan duduk, Tuan Jimmy. Sebentar lagi Tuan Leonard akan segera menemui Anda," ucap Resepsionis tersebut sebelum ia pergi meninggalkan Jimmy di ruangan itu seorang diri.

__ADS_1


"Baik, terima kasih." Jimmy pun duduk di sofa yang ada di ruangan itu dengan santainya. Tidak berselang lama, Leonard pun tiba di sana kemudian menghampiri Jimmy.


"Tuan Jimmy?" Leonard mengulurkan tangannya kepada Jimmy dan segera disambut oleh lelaki itu.


"Maaf mengganggu waktu Anda, Tuan Leonard," sahut Jimmy.


"Panggil saya Leo saja, Tuan Jimmy," ucap Leonard sembari duduk tak jauh dari tempat Jimmy berada. "Ehm, apa yang bisa saya bantu, Tuan Jimmy?"


Jimmy pun menceritakan alasannya menemui Leonard saat itu. Leonard mendengarkan dengan seksama walaupun ia sudah tahu kemana arah pembicaraan mereka saat ini.


"Aku ingin meminta izin padamu, Leo. Biarkan aku melihat rekaman CCTV yang terjadi di sekitar kamar VIP pada malam itu," ucap Jimmy dengan wajah serius menatap Leo.


Leonard terdiam dengan wajah yang terlihat sedikit cemas. Apa yang ia khawatirkan ternyata benar, Jimmy ingin melihat rekaman CCTV yang terjadi pada malam itu. Sedangkan Leo sendiri sudah berjanji pada Evan bahwa dirinya tidak akan memperlihatkan hasil rekaman CCTV tersebut kepada Jimmy.


"Ehm, sebenarnya bukan saya tidak ingin membantu Anda, Tuan Jimmy. Hanya saja kamera CCTV yang ada di sekitar ruangan itu sedang mengalami gangguan dan sekarang pun masih dalam proses perbaikan," tutur Leonard.


Jimmy menaikkan sebelah alisnya sembari menatap Leonard dengan lekat. "Benarkah?!"


"Be-benar, Tuan Jimmy. Saya berani bersumpah dan jika Anda tidak percaya, saya bisa mengajak Anda ke ruang control," jawab Leonard yang berusaha menyembunyikan kegugupannya.


...***...

__ADS_1


__ADS_2