
"Ah, dasar! Tangan nakal, tangan nakal!" Ze memukul-mukul tangannya sendiri sebagai bukti bahwa dia benar-benar menyesal karena sudah melakukan hal konyol itu terhadap juniornya Jimmy.
"Maafkan aku ya, Om! Serius, aku benar-benar tidak sengaja. Tadi aku bermimpi dikejar ular dan ular itu terus mengikuti kemana pun aku pergi, Om! Aku kesal, ya aku cekek saja ularnya," lirih Ze sambil memasang wajah memelas. Ze berharap dengan begitu Jimmy bisa memaafkan kekhilafannya.
"Ah, alasan! Tidak usah ngeles, bilang saja kalau sebenarnya kamu masih kesal padaku dan ingin balas dendam atas apa yang terjadi tadi malam, benar 'kan?!" celetuk Jimmy dengan wajah menekuk kesal.
"Tidak, Om! Aku serius," sahut Ze lagi.
Jimmy yang masih kesal, perlahan bangkit dari tempat tidur kemudian berjalan dengan tertatih-tatih menuju kamar mandi. Kebetulan saat itu memang sudah pagi.
Karena rasa bersalah yang amat sangat, Ze memutuskan untuk mengikuti Jimmy dan berniat membantu lelaki itu. "Biar aku bantu ya, Om," lirih Ze.
"Ah, tidak usah. Aku takut kamu khilaf lagi kemudian mencekik anacondaku sampai benar-benar koit!" kesal Jimmy.
Jimmy meraih gagang pintu kamar mandi kemudian masuk ke dalam ruangan tersebut dengan raut wajah yang masih kesal. Ze terlihat bersedih. Ia duduk bersandar di depan pintu kamar mandi yang sudah dikunci oleh Jimmy.
"Dasar tangan nakal! Bisa-bisanya kamu mencekik anaconda-nya Om Jimmy?! Apa tidak ada bagian lain yang lebih menarik untuk dicekik selain benda itu," gerutu Ze yang tidak habis pikir terhadap kejadian 'nyeleneh' tersebut.
__ADS_1
Sementara Ze masih memarahi tangannya yang nakal, Jimmy pun terdengar sedang asik menggerutu di ruangan itu sambil melakukan ritual mandinya.
"Dasar gadis nakal! Untung aku dan juniorku tidak koit dibuatnya. Besok malam aku harus siaga! Kalau perlu kaki dan tangan Ze harus diikat sebelum tidur. Aku tidak ingin kejadian ini terulang lagi. Menyebalkan," gerutunya.
Setelah beberapa saat, acara ritual mandi Jimmy pun selesai. Kini lelaki itu terlihat jauh lebih segar, lebih wangi dan yang pastinya, mood lelaki itu sudah mulai membaik. Setelah melilitkan handuk ke area pinggulnya, Jimmy pun berniat keluar dari ruangan itu.
Namun, baru saja Jimmy membuka pintu tersebut, Ze sudah menyambutnya sambil tersenyum konyol. "Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Jimmy sambil menautkan kedua alisnya menatap gadis itu.
"Menunggumu," lirih Ze sambil meremass-remass kedua tangannya secara bergantian.
Ze tidak patah semangat. Ia tidak akan pernah berhenti meminta maaf sebelum lelaki yang kini sah menjadi suaminya tersebut memaafkan dirinya. Lagi-lagi Ze menghampiri Jimmy dengan wajah memelasnya. Namun, Jimmy berpura-pura seolah ia tidak melihatnya.
"Om, maafkan aku ya, please!" Ze duduk tepat di bawah kaki Jimmy kemudian memeluk kaki lelaki itu dengan erat.
"E-eh, apa yang kamu lakukan?!" pekik Jimmy dengan mata membulat.
"Meminta maaf padamu. Pokoknya aku tidak akan berhenti meminta maaf sebelum Om memaafkan kesalahanku yang tidak disengaja itu," tutur Ze sembari mendongak menatap Jimmy.
__ADS_1
"Ok, ok, baiklah! Tapi lepaskan kakiku, handukku melorot ini," pekik Jimmy karena pada saat itu lilitan handuk yang melingkar di punggul Jimmy terlepas dan ditahan oleh lelaki itu agar handuk tersebut tidak jatuh ke lantai.
"Serius Om bersedia memaafkan aku?" tanya Ze mencoba meyakinkan tanpa menggubris ketakutan Jimmy saat itu.
"Ya, ya! Sekarang lepaskan kakiku," titah Jimmy.
"Akh, terima kasih, Om! Om memang suami yang baik!" pekik Ze sembari memeluk kaki Jimmy dengan lebih erat lagi.
"Ya, ya! Aku memang suami yang baik. Tapi, lepaskan kakiku sebelum handuk ini benar-benar melorot dan memperlihatkan anaconda nakalku kepadamu!" ucap Jimmy.
Perlahan Ze melepaskan pelukannya, tetapi tatapan gadis itu tetap tertuju pada Jimmy yang masih berdiri di hadapannya.
"Aku tidak ingin anaconda-ku balas dendam kepadamu kemudian menyemburmu dengan bisanya. Kamu tidak pernah dengar 'kan sebelumnya bahwa anaconda punya bisa? Anaconda-ku ini langka, jika kamu terkena bisanya, kamu akan bisulan selama sembilan bulan sepuluh hari!" lanjut Jimmy sambil menyeringai menatap Ze.
Mata Ze membulat sempurna setelah mendengar penuturan lelaki itu. Sementara Jimmy tertawa puas melihat ekspresi konyol Ze saat itu.
...***...
__ADS_1