My Naughty Uncle

My Naughty Uncle
Hari Pernikahan


__ADS_3

"Kamu kenapa, Van?" tanya Mommy Martha kepada Evan yang terdiam setelah mendengar berita baik yang ia sampaikan.


"Ah, tidak apa-apa, Oma. Evan senang sekali mendengar berita baik itu. Lalu kapan Om Jimmy akan menikah? Kok, Om jimmy tidak kasih tahu aku, ya?" tanya Evan.


"Sebentar lagi. Kata Om-mu, pernikahan mereka akan dilaksanakan secepatnya, soalnya Om kamu sudah kebelet ingin kawin," celetuk Mommy Martha sambil tergelak.


"Ah Oma, bisa saja!" Evan menuntun Mommy Martha memasuki kediaman mereka.


Sementara itu di dalam mobil milik Jimmy.


"Jadi ... serius Om, Om sering pedekate dengan seorang wanita tetapi kemudian di tinggal kawin oleh mereka?" tanya Ze sambil menahan tawanya.


"Hhh, omongan Mommy dipercaya! Orang seganteng aku, tidak mungkin lah ditinggal kawin. Yang ada aku yang meninggalkan mereka tanpa alasan," tuturnya tidak mau kalah.


"Ah, masa 'sih? Tapi, aku lebih percaya dengan omongannya Mommy. Maaf ya, Om!" sahut Ze yang masih terkekeh menertawakan Jimmy yang percaya dirinya selangit.


Jimmy memasang wajah malas ketika menatap gadis itu. "Terserah kamu lah!" kesal Jimmy.


Tak berselang lama, mobil yang dikemudikan oleh Jimmy pun tiba di depan rumah Bu Lidya. Setelah membukakan pintu untuk gadis itu, Jimmy tidak ikut mengantarkan Ze ke dalam karena masih ada urusan yang harus ia selesaikan.

__ADS_1


"Aku tidak ikut masuk ya, Ze. Soalnya masih ada yang harus aku urus agar pernikahan kita bisa dilaksanakan secepatnya. Oh ya, titip salam buat Ibumu," tutur Jimmy.


Ze pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum hangat. "Baik, Om. Nanti aku sampaikan," sahut Ze.


Setelah berpamitan kepada Ze, Jimmy pun meneruskan perjalanannya menuju tempat yang ia tuju. Sementara itu, Ze bergegas masuk ke dalam rumah sederhananya.


Bu Lidya terkejut setelah melihat keberadaan Ze di dalam rumahnya. "Loh Ze, tumben pulang cepat?" pekik Bu Lidya sembari menghampiri Ze.


"Sebenarnya Ze tidak kerja, Bu. Tadi pagi Om Jimmy menjemput Ze dan mengajak Ze bertemu Mommy Martha. Ternyata Mommy Martha itu baik banget loh, Bu. Padahal kalau dilihat dari raut wajahnya, wanita itu terlihat judes, tetapi ternyata Ze salah. Dia sangat baik dan Mommy juga titip salam buat Ibu," tutur Ze.


"Mommy Martha? Siapa dia?" tanya Bu Lidya.


Bu Lidya memasang wajah masam. "Ya, iyalah Ibu kalah. Dia 'kan kaya, apa aja bisa dibeli. Skincare dan pakaiannya pasti mahal dan tidak sembarangan. Lah Ibu, Beli daster aja musti kredit sama Bu Ifah," gerutu Bu Lidya.


Ze memeluk tubuh Bu Lidya dengan erat. "Hehe, Ibu bisa saja," sahut Ze.


"Tapi benar 'kan?!" celetuk Bu Lidya.


"Ya, Ibu benar," sahut Ze.

__ADS_1


***


Beberapa minggu kemudian.


"Ze, apa kamu sudah siap?" tanya Bu Lidya yang sudah siap menuntun anak gadisnya menuju pelaminan, di mana Jimmy sudah menunggu untuk mengesahkan Ze menjadi istri sahnya.


"Ya, Tuhan! Coba Ibu lihat, Ze benar-benar gugup, Bu," sahut Ze sembari menyentuh tangan Bu Lidya dan saat itu tangan Ze benar-benar terasa dingin.


Bu Lidya terkekeh pelan. "Ish, yang mau kawin sampe segitunya," ucap Bu Lidya.


Bu Lidya segera menuntun Ze menuju pelaminan dan diikuti oleh MUA yang tadi meriasnya. Namun, MUA pilihan Jimmy tersebut hanya mnegantarkan hingga depan ruangan dan membiarkan para Bridesmaid menyambutnya kemudian mengantarkannya hingga ke pelaminan.


Jimmy memperhatikan penampilan Ze saat itu. Gadis itu terlihat berdeda dari biasanya. Penampilannya berubah seratus persen dan siapapun yang melihatnya tidak akan percaya bahwa dia adalah gadis cupu dengan body rata. Ya, walaupun sebenarnya dari segi bodi tidak ada perubahan sama sekali.


"Ternyata Ze cantik juga, hanya saja dia bukan tipeku," gumam Jimmy dalam hati.


Sama halnya, Jimmy. Ze pun diam-diam memperhatikan calon suaminya yang terlihat sangat tampan dengan setelan tuxedo mahal yang berwarna hitam tersebut.


"Ah, sialan! Ternyata lelaki itu tampan juga!" gumam Ze dengan sangat pelan, agar para Bridesmaid yang menuntunnya tidak mendengar apa yang ia ucapkan saat itu.

__ADS_1


...***...


__ADS_2