
Setelah sarapan, Ze dan Jimmy pun berpamitan kepada Bu Lidya. Lagi-lagi Bu Lidya menitikkan air mata ketika harus melepaskan anak semata wayangnya itu.
"Sudah lah, Bu. Jangan menangis lagi, lagi pula Ze janji akan sering-sering berkunjung ke sini. Tempat kerja Mas Jimmy 'kan tidak jauh dari sini, nanti Ze bisa sekalian minta antar sama dia untuk menemui Ibu." Ze mencoba membujuk Bu Lidya yang masih belum bisa menahan kesedihannya.
Bu Lidya menganggukkan kepalanya. "Janji ya, Ze. Sering-sering jengukin Ibu. Kalo kamu bohong biar nanti Ibu susul kamu ke rumah besarmu itu dan siap-siap sapu ijuk Ibu melayang."
Ze terkekeh pelan. "Ya, Bu. Pasti," sahut Ze. "Nah, kamu dengar itu 'kan, Mas? Hati-hati loh, sapu ijuk punya Ibu itu sakti. Dia tidak pernah salah sasaran, targetnya selalu tepat," ucap Ze kepada Jimmy yang sejak tadi hanya tersenyum mendengar perbincangan Ibu dan anak tersebut.
"Ya, aku tahu," jawab Jimmy, singkat dan jelas.
Setelah Bu Lidya mulai tenang, Ze dan Jimmy pun segera kembali ke kediaman milik Mommy Martha.
Di perjalanan.
"Apa Mommy menyukai penampilanku saat ini?" tanya Ze dengan ragu-ragu menatap bayangan dirinya di balik kaca spion mobil.
Jimmy yang sedang asik mengemudikan mobilnya, segera menoleh ke arah Ze. "Tentu saja Mommy suka, kenapa tidak?" sahut Jimmy datar.
"Jujur deh, Tuan Jimmy! Menurutmu, aku lebih baik begini atau tampil seperti dulu saja?" tanya Ze lagi.
__ADS_1
Jimmy tersenyum tipis. "Ya, lebih baik begini lah. Sebenarnya, tidak ada yang salah pada penampilanmu yang dulu, tetapi penampilanmu sekarang terlihat jauh lebih baik," sahut Jimmy.
Ze melirik lelaki itu. Sebenarnya ia ingin sekali mendengar Jimmy memujinya. Ya, karena Jimmy adalah suaminya, seharusnya Jimmy lah orang yang pertama kali memujinya. Begitulah pikir Ze, tetapi sayangnya lelaki itu kurang peka.
Tidak terasa, mereka pun tiba di halaman depan kediaman Mommy Martha. Setelah memarkirkan mobilnya, Jimmy pun segera menuntun Ze memasuki rumah megah tersebut.
Sementara itu di ruang utama.
"Kamu tidak masuk kerja hari ini, Van?" tanya Mommy Martha kepada Evan yang terlihat kusut. Sejak tadi lelaki itu hanya diam dan tidak berbicara sepatah katapun.
Evan masih tampak enggan membuka suaranya. Namun, karena Oma-nya yang bertanya, mau tidak mau, Evan pun harus menjawab pertanyaan wanita itu.
Mommy Martha tampak cemas setelah mendengar penuturan Evan. "Loh, sudah minum obat, Van? Atau perlu Oma panggilkan Dokter untuk memeriksamu?" tanya Mommy Martha.
"Ah, tidak usah, Oma. Aku hanya butuh istirahat saja, sungguh." Evan memperhatikan sekeliling ruangan megah itu dan ada pertanyaan yang sejak kemarin terus menghantui pikirannya.
"Ehm, Oma ... di mana Om Jimmy dan Ze? Sejak kemarin sore, aku tidak melihat mereka," tanya Evan.
"Tadi malam mereka menginap di kediaman Bu Lidya, Ibunya Ze."
__ADS_1
Tepat di saat itu, Ze dan Jimmy tiba di ruangan itu sambil bergandengan tangan. Pasangan itu tersenyum sembari menghampiri Evan dan Mommy Martha yang sedang duduk bersantai di ruangan tersebut.
"Nah, itu mereka!" ucap Mommy Martha sambil tersenyum lebar menyambut kedatangan Jimmy dan Ze.
Evan pun segera menoleh ke arah mereka dan tiba-tiba saja matanya membulat sempurna setelah melihat perubahan Ze.
Ze yang tampak lebih cantik dari biasanya, setelah mendapatkan perawatan dan mengubah cara berpakaiannya. Ze juga mendapatkan pelajaran singkat cara berdandan yang baik dan benar dari para ahlinya saat itu.
"Astaga, Ze! Kamu cantik sekali, Nak!" pekik Mommy Martha yang tidak kalah terkejutnya dari Evan. Sedangkan Evan hanya bisa diam mematung sambil menatap Ze tanpa berkedip sedikitpun.
"Terima kasih, Mommy."
Evan yang tadinya hanya diam mematung, kini bangkit dari posisinya. Baru beberapa langkah ia berjalan, tiba-tiba saja jatuh tersungkur ke lantai dan tidak sadarkan diri di sana.
"Evan!" pekik semua orang, terkecuali Ze.
Semua orang terlihat panik, begitu pula Jimmy. Lelaki bertubuh besar itu segera menghampiri Evan kemudian mengangkat tubuh keponakannya tersebut. Jimmy meletakkan tubuh Evan ke atas sofa dan meminta Mei untuk memanggil Dokter.
...***...
__ADS_1