
Dreettt ... dreettt ....
Ponsel Jimmy bergetar hebat di atas nakas. Ze yang sedang merapikan tempat tidurnya, segera menghampiri meja kecil tersebut dan meraih ponsel suaminya itu.
"Siapa, Sayang?" tanya Jimmy yang baru saja keluar dari kamar mandi. Lelaki itu berjalan menghampiri Ze sembari menggulung handuk ke area pinggulnya untuk menutupi anaconda berbisa yang tengah tidur menggantung di dalam sana.
Ze menautkan kedua alisnya bingung. "Entahlah. Tidak ada nama, hanya nomor saja," jawab Ze sembari menyerahkan ponsel itu kembali kepada Jimmy yang mendekat padanya.
Jimmy meraih benda pipih tersebut kemudian memperhatikan layarnya. Ekspresi Jimmy yang tadinya tampak biasa-biasa saja, mendadak berubah. Ada gurat kekhawatiran yang tampak di sana, bahkan Ze pun dapat melihatnya dengan jelas.
"Siapa, Mas?" tanya Ze sambil terus memperhatikan ekspresi Jimmy.
"Teman," jawabnya singkat dan kemudian berjalan menuju balkon bersama ponsel tersebut di dalam genggamannya.
Ze terus memperhatikan Jimmy bahkan hingga lelaki itu menghilang dari balik pintu. Ada rasa cemas sekaligus curiga di hati kecilnya.
"Tidak. biasanya Mas Jimmy bersikap seperti itu? Ah, tidak mungkin!" Ze memcoba menepis kecurigaannya. "Mas Jimmy tidak mungkin mengkhianatiku," sambung Ze lagi.
__ADS_1
Namun, karena rasa penasarannya yang begitu besar, akhirnya Ze memutuskan untuk mengikuti Jimmy yang masih bicara dengan serius di balkon. Ia mencoba mendengarkan apa yang sedang dibicarakan oleh lelaki itu.
Namun, sayang Jimmy tidak banyak bicara. Hanya orang di seberang telepon lah yang terus mengoceh tanpa henti. Ze mencoba menajamkan pendengarannya. Ia ingin tahu siapa yang sedang bicara bersama suaminya tersebut. Entah itu laki-laki atau perempuan, masih misteri bagi Ze.
"Ok, baiklah! Aku akan segera menemuinya," jawab Jimmy yang kemudian memutuskan panggilan itu dengan wajah kusut. Lelaki itu menghembuskan napas berat kemudian terdiam di sana sambil memperhatikan langit malam dengan tatapan kosong menerawang.
Ze masih memperhatikan Jimmy yang sedang melamun di balkon tanpa mempedulikan udara dingin yang terasa menembus hingga ke tulang. Memang pada saat itu langit tampak mendung dan angin terus berhembus tanpa henti.
Setelah beberapa saat, tampak Jimmy mulai menggerakkan badannya. Lelaki itu berbalik dan perlahan berjalan masuk ke dalam kamar. Sementara Ze bergegas menuju tempat tidur dan berpura-pura seolah dia sedang asik rebahan sambil memegang ponsel miliknya.
Setelah menutup pintu, Jimmy berjalan menghampiri tempat tidur, di mana Ze sedang rebahan sambil memainkan ponselnya. Ia duduk di tepian tempat tidur dan tersenyum ketika memperhatikan ekspresi serius Ze saat itu.
"Ehm, sedang ... membaca sebuah gosip tentang artis yang sedang viral itu lo, Mas!" jawab Ze asal.
"Benarkah?" Jimmy meraih ponsel milik Ze kemudian melihat ke layarnya. Tidak ada apa-apa di sana. Bahkan Ze tidak sedang membuka aplikasi apapun.
Ze tampak serba salah. Ia ketahuan bahwa ia sedang berkata bohong. Di saat Ze cemas, Jimmy hanya tersenyum kemudian melabuhkan ciuman hangatnya di puncak kepala wanita itu.
__ADS_1
"Aku mencintaimu," ucap Jimmy sambil tersenyum hangat. Namun, di balik senyuman itu, tersembunyi kegelisahan yang sedang di rasakan oleh Jimmy.
"Mas kenapa?" tanya Ze heran.
"Ehm, tidak apa-apa." Jimmy merebahkan tubuhnya di samping Ze kemudian memeluk istri kecilnya itu dengan erat. Lelaki itu juga berkali-kali mengelus perut Ze dengan lembut sambil berucap. "Sehat terus ya, Sayang. Daddy sudah tidak sabar ingin bertemu denganmu."
Beberapa jam kemudian.
Terdengar suara hembusan napas Jimmy yang mulai teratur. Ze tahu bahwa suaminya itu sudah terlelap di alam mimpi. Perlahan Ze melepaskan pelukan Jimmy kemudian duduk di tepian tempat tidur.
Wanita itu masih penasaran pada sosok yang baru saja menghubungi suaminya. Ze ingin tahu apakah seseorang itu adalah laki-laki atau malah seorang perempuan.
Ze memberanikan diri untuk mengecek ponsel milik Jimmy. Ia meraih benda pipih tersebut kemudian mulai membuka history percakapan, pesan chat dan sebagainya. Namun, sayangnya Ze tidak menemukan sesuatu yang terlihat mencurigakan.
Ze juga mencoba menghubungi nomor tersebut, tetapi tidak ada jawaban bahkan nomornya pun sudah tidak aktiv.
"Ish, kesal!" gerutu Ze karena ia tidak menemukan jawaban dari rasa penasarannya. Karena merasa usahanya sia-sia saja, Ze pun mengembalikan ponsel tersebut ke atas nakas dan kembali berbaring di samping suaminya.
__ADS_1
...***...