
"O-om, mau apa?!" pekik Ze dengan bibir bergetar menatap Jimmy yang sedang melepaskan setelan jas yang ia kenakan sejak tadi pagi.
Lelaki dewasa tersebut melepaskan seluruh pakaiannya di hadapan Ze dan kini hanya menyisakan celana boxer yang menggelembung di bagian tengahnya. Melihat tonjolan yang begitu besar, membuat Ze ketakutan dan memikirkan hal-hal aneh sebelum waktunya.
Jimmy memperhatikan Ze yang sedang ketakutan dengan seksama kemudian tersenyum sinis. "Ya, mau mandi lah, memangnya mau apa lagi? Mengajakmu bercinta? Hah, jangan mimpi," sahut Jimmy sembari meletakkan pakaian kotornya ke dalam keranjang.
Mata Ze membulat. "Ya, kali! Aku 'kan takut," gumam Ze.
Jimmy melangkah masuk ke dalam kamar mandi dan melakukan ritual mandinya di sana untuk beberapa saat. Sedangkan Ze bangkit dari tempat tidur yang empuk tersebut kemudian melepaskan berbagai macam aksesoris serta gaun yang masih ia kenakan.
Walaupun sempat kesusahan, akhirnya Ze berhasil melepaskan gaun pengantin beserta aksesorisnya seorang diri. Ze memasukkan gaun pengantinnya ke dalam keranjang dan meraih sebuah kimono mandi yang sudah tersedia di atas tempat tidur.
Tiba-tiba Ze melihat sebuah kado cantik berukuran sedang dengan berhiaskan pita berwarna merah. Di atas kado tersebut terdapat sebuah tulisan 'Untuk Ze dari Mommy'. Karena merasa bahwa kado itu untuknya, Ze pun segera meraihnya dengan hati senang.
"Wuih, ada hadiah untukku dari Mommy. Mommy benar-benar baik, aku jadi senang!" gumamnya seraya memperhatikan benda tersebut.
Perlahan Ze membuka bungkusan kado tersebut dan ternyata isinya begitu mengejutkan. Ze bahkan begitu shok setelah tahu apa isinya.
__ADS_1
"A-apa ini?!" pekik Ze.
Ze meraih benda tersebut kemudian menentengnya dengan tangan gemetar. "Apa Mommy serius dengan ini semua? Apa aku harus menggunakannya? Lalu ... bagaimana jika Om Jimmy kepincut dan akhirnya gelap mata?!" gumam Ze.
"Apa itu?!" tanya Jimmy yang tiba-tiba saja keluar dari balik pintu kamar mandi. Lelaki itu terkejut melihat Ze sedang menenteng sebuah lingerie seksi berwarna merah muda.
"Ah, bukan apa-apa, Om!"
Ze kalang kabut, ia segera menyembunyikan lingerie tersebut ke belakang punggungnya dan kini berdiri tepat di hadapan Jimmy. Namun, sayangnya Jimmy sudah melihat apa yang sedang disembunyikan oleh gadis itu.
Ia memasang wajah malas kemudian membalikkan tubuh Ze dan meraih lingerie tersebut. "Wah, dasar gadis nakal! Kamu mau menggodaku dengan menggunakan lingerie ini, iya?"
"Salah paham, bagaimana? Buktinya kamu ingin mengenakan benda ganjen ini, 'kan? Pasti kamu ingin menggodaku. Ah, aku jadi curiga jangan-jangan kamu memang menyukaiku tapi tidak berani mengakuinya, ya 'kan?"
"Ya Tuhan, Om! Kenapa kamu pede sekali?! Itu semua tidak benar. Sebenarnya itu lingerie pemberian Mommy, kalau Om tidak percaya lihat saja sendiri!" Ze meraih kado yang baru saja ia buka dan menunjukannya kepada Jimmy.
Jimmy menautkan kedua alisnya ketika memperhatikan benda tersebut. Ia menemukan sebuah kertas kemudian meraihnya. Ternyata di kertas tersebut ada sebuah pesan dari Mommy Martha yang isinya begitu mengejutkan.
__ADS_1
'Happy Honey moon, Ze and Jimmy! Jangan lupa oleh-olehnya, ya! Cucu laki-laki dan Cucu perempuan buat Mommy, semangat!'
Wajah Jimmy memerah menahan malu. Ia tidak pernah menyangka bahwa Mommy Martha sudah berpikir sejauh itu tentang hubungannya bersama Ze.
"Ya, Tuhan! Mommy," pekik Jimmy sambil menggaruk tengkuknya.
Ze yang tidak menyadari adanya pesan tersebut, penasaran dan ingin tahu apa isi pesan dari Mommy Martha itu. Ze mencoba mengintip catatan tersebut, tetapi sepertinya Jimmy enggan memperlihatkannya kepada Ze.
"Memangnya apa yang ditulis Mommy di kertas itu, Om?" tanya Ze penasaran.
"Mommy minta cucu, puas?! Sekarang bersiaplah, malam ini aku akan menelanmu hidup-hidup," gumam Jimmy setengah kesal.
Lelaki itu melenggang, menghampiri lemari pakaiannya. Sedangkan pesan dari Mommy tersebut sudah ia remas-remas dan dilemparkannya ke dalam tempat sampah.
Sementara Jimmy tengah asik memilih celana miliknya, Ze masih berdiri di tempatnya dengan wajah memucat. Ancaman Jimmy barusan benar-benar berhasil membuat Ze ketakutan dan shok berat.
"A-apa Om Jimmy serius dengan apa yang diucapkannya? Apa dia bersungguh-sungguh ingin menelanku hidup-hidup malam ini?" gumam Ze.
__ADS_1
***