My Naughty Uncle

My Naughty Uncle
Rencana B


__ADS_3

"Ada apa, Mom? Tanyakan saja," ucap Ze yang masih terlihat bingung.


"Ehm ... begini, Ze. Aduh, bagaimana cara bertanyanya, ya?" Mommy melepaskan genggaman tangannya kemudian menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Ze tersenyum melihat tingkah Mommy yang terlihat lucu. "Sebenarnya ada apa sih, Mommy?"


"Ehm ... tadi malam kamu dan Jimmy beneran 'ehem-ehem' 'kan?" tanya Mommy dengan mata membulat menatap Ze. Ia tersenyum lebar dan menganggukkan kepalanya berulang-ulang sambil menyatukan kedua jari telunjuknya di hadapan Ze.


Ze tampak memikirkan arti dari bahasa isyarat yang dilakukan oleh Ibu mertuanya tersebut. Ditambah lagi dengan bahasa tubuh yang sulit Ze mengerti. Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya Ze pun mengerti.


"Maksud Mommy, 'ehem-ehem' itu?" tanya Ze sambil membuat isyarat tanda petik dengan kedua jarinya. Mencoba memastikan apa yang dimaksudkannya adalah benar.


Mommy mengangguk cepat. "Iya, 'ehem-ehem' itu maksud Mommy," sahut Mommy Martha dengan sangat antusias. Matanya kembali membola dan ia begitu berharap Ze akan menjawab pertanyaannya dengan kata 'Ya'.


Ze terdiam sejenak. Ia tampak berpikir keras saat itu. Ia bingung harus berkata jujur atau harus berkata bohong. Tiba-tiba Ze teringat pesan Ibunya untuk selalu berkata jujur walaupun itu menyakitkan.


"Ah, aku sudah terlalu sering membohongi Ibu di rumah, masa aku harus berbohong lagi sama Mommy Martha," gumam Ze dalam hati.

__ADS_1


"Ehm, sebenarnya tadi malam kami ...." Ze kembali terdiam, tetapi matanya terus tertuju pada Mommy Martha.


"Apa, Nak?" Mommy Martha kembali meraih tangan Ze dan matanya menatap lekat kedua bola mata Ze tanpa berkedip sedikitpun.


"Sebenarnya tadi malam kami tidak melakukan apa-apa, Mom." Akhirnya Ze memilih untuk berkata jujur. Ya, walaupun kekecewaan itu terlihat jelas di mata Mommy Martha. Wanita itu melepaskan tangan Ze sambil tersenyum kecut. Ia benar-benar kecewa setelah mendengar penuturan Ze saat itu.


"Jika tadi malam mereka tidak melakukan apapun, lalu apa yang aku lihat di bawah selimut tadi malam? Dan desahann itu? Ah, kurang asem itu anak, ternyata aku dikerjai olehnya. Baiklah kalau itu maumu, Jimmy! Jika kamu bisa memgerjai Mommy, maka Mommy pun bisa membalasmu. Kita tunggu saja tanggal mainnya," batin Mommy Martha sambil menyeringai.


"Ehm, ya sudah, tidak apa-apa. Oh ya, Sayang ... Mommy ke kamar dulu, ya! Sudah waktunya Mommy minum obat. Benar 'kan, Mei?" Mommy menatap Mei, si Perawat sambil mengedipkan matanya beberapa kali.


Namun, setelah beberapa detik berikutnya, Mei paham dan ia pun menganggukkan kepalanya dengan cepat. Padahal Mommy Martha sudah gemas melihat Mei yang tidak kunjung mengerti sandiwaranya.


"Ya, sudah. Mommy beristirahatlah," sahut Ze tanpa curiga sedikitpun.


"Oh ya, Nak. Lakukan apapun yang ingin kamu lakukan di sini. Jangan sungkan karena sekarang rumah ini, rumahmu juga," ucap Mommy sebelum bangkit dari tempat duduknya.


"Ya, Mom. Terima kasih," ucap Ze sambil tersenyum melihat Mommy Martha dan Perawatnya pergi dari tempat tersebut.

__ADS_1


Setibanya di kamar.


Mommy Martha menyeret Mei dengan cepat masuk ke dalam kamarnya. Namun, sebelum ia mengunci pintu tersebut, Mommy sempat memperhatikan sekeliling kamarnya dan memastikan bahwa tidak ada seorang pun di sana.


"Sini, Mei. Ada yang ingin aku bicarakan kepadamu," ucap Mommy Martha seraya mengajak Mei duduk di tepian tempat tidurnya. Mei pun menurut saja. Ia duduk di samping Mommy Martha dengan wajah heran.


"Ada apa, Nyonya?" tanya Mei.


"Begini, Mei. Anakku Jimmy benar-benar sudah keterlaluan. Dia sudah mengerjai aku tadi malam. Apa kamu tahu, ternyata Ze dan Jimmy tidak melakukan apapun dan apa yang aku lihat tadi malam hanyalah sandiwara mereka. Menyebalkan, bukan?" tutur Mommy Martha dengan raut wajah kesal.


Mei hampir saja tergelak mendengar penuturan Mommy Martha. Namun, dengan cepat ia menutup mulutnya karena ekspresi Mommy Martha terlihat benar-benar kesal saat itu. Coba saja tertawa di saat wanita itu tengah kesal bisa-bisa Mei kena pecat olehnya.


"Lalu, apa yang ingin Nyonya lakukan sekarang?" tanya Mei sambil mengulum senyum.


"Jalankan rencana B, kamu tahu 'kan maksudnya," sahut Mommy Martha, menyeringai menatap sang Perawat dan dibalas dengan senyuman licik oleh Mei.


...***...

__ADS_1


__ADS_2