My Naughty Uncle

My Naughty Uncle
Evan Panas


__ADS_3

"Tambah lagi, Ze. Makan yang banyak, ya!" ucap Mommy sembari menunjuk ke arah jejeran hidangan yang tersaji di atas meja. "Ambil saja apapun yang kamu suka dan jangan sungkan karena sekarang kamu 'kan sudah menjadi anaknya Mommy juga," lanjut Mommy Martha.


Jimmy melirik ke arah Ze sambil tersenyum tipis. Ia mendekatkan wajahnya kepada Ze kemudian berbisik. "Ya, Ze. Apa yang dikatakan oleh Mommy ada benarnya. Makanlah yang banyak dan jangan sungkan-sungkan," bisik Jimmy.


"Diamlah, aku tahu apa yang ingin kamu katakan. Kamu ingin tubuhku menjadi lebih berisi 'kan?" balas Ze dengan kesal.


"Bukan aku yang bilang lo, ya!" sahut Jimmy sambil terkekeh pelan.


Mommy tersenyum melihat perdebatan kecil pasangan itu. Sedangkan Evan mulai merasa tidak nyaman dan entah kenapa ia merasa ruangan itu terasa panas. Evan mempercepat ritual sarapannya dan mengakhiri kegiatan rutinnya tersebut lebih dulu dari mereka yang ada di ruangan itu.


"Aku sudah selesai," ucap Evan sembari mengelap bibirnya dengan kain bersih yang sudah disediakan di meja makan.


Mommy Martha menautkan kedua alisnya heran. "Loh, kok cepat sekali, Evan? Kamu tidak apa-apa, 'kan?" tanya Mommy Martha khawatir.


"Aku tidak apa-apa kok, Oma. Hanya saja perutku masih terasa kenyang," jawab Evan singkat.


Ze dan Jimmy pun sontak menghentikan suapan mereka kemudian memperhatikan ke arah Evan yang kini berdiri dan bersiap pergi dari ruangan tersebut. Ze tampak serba salah, ia merasa, Evan bersikap seperti itu karena kehadirannya.


Evan berjalan menghampiri Mommy Martha kemudian mencium puncak kepala wanita tersebut kemudian bersalaman. "Aku berangkat dulu ya, Oma. Dah," ucap Evan sembari melirik Ze dan Jimmy yang masih terdiam memperhatikan dirinya.

__ADS_1


"Ya, hati-hati di jalan, Evan," jawab Mommy Martha.


"Ya," jawabnya.


Setelah Evan menjauh dari ruangan tersebut, kini tatapan Mommy kembali fokus pada pasangan pengantin baru yang sedang duduk di sampingnya.


"Evan kenapa?" tanya Jimmy kepada Mommy Martha. Ia kembali meneruskan sarapannya sembari menunggu jawaban dari wanita tersebut.


"Entahlah, Jimmy. Mommy juga tidak tahu. Tapi, Mommy perhatikan tingkah Evan memang agak aneh beberapa hari terakhir" tutur Mommy Martha.


Setelah beberapa saat, acara sarapan pagi mereka pun selesai. Kini giliran Jimmy yang akan berangkat ke tempat kerjanya. Sebagai istri yang baik, Ze mengantarkan Jimmy hingga ke halaman depan, di mana mobil milik lelaki dewasa tersebut sudah siap diajak meluncur ke jalan raya.


Jimmy tersenyum tipis ketika mendengar Ze memanggilnya dengan sebutan itu. Ya, walaupun sejujurnya ia sendiri merasa risih ketika mendengar gadis polos itu menyebutnya dengan kata 'sayang'.


"Ya," jawab Jimmy, masih dengan senyuman tipis menghiasi wajah tegasnya.


"Menurutmu apa yang membuat Evan bersikap seperti itu? Apa karena aku?" lirih Ze sembari meremass-remass kedua tangannya secara bergantian.


Jimmy meoleh kepada Ze dengan alis mengkerut. "Kenapa kamu bicara seperti itu, Ze? Tentu saja tidak, lah. Aku yakin Evan memang sedang ada masalah dan kamu tidak usah mengkhawatirkannya, oke?" sahut Jimmy.

__ADS_1


Jimmy masuk ke dalam mobil kemudian berpamitan kepada Ze yang kini berdiri di samping pintu mobilnya. "Aku berangkat dulu, Ze. Tapi, tidak akan lama. Setelah selesai menjenguk gym-ku, aku akan segera menjemputmu," ucap Jimmy.


"Ya, baiklah."


Jimmy pun berangkat dan meninggalkan Ze di halaman itu sendirian. Ze kembali melangkahkan kakinya memasuki bangunan megah tersebut dan ketika melewati ruang utama, Mommy Martha memanggilnya.


"Nak, kemari lah! Ada yang ingin Mommy bicarakan padamu dan ini sangat penting! Sini," panggil Mommy Martha sambil tersenyum lebar.


Ze pun mendekat ke arah mertuanya tersebut.


"Sini, Nak! Duduk lah," ajaknya sembari meraih tangan Ze kemudian menuntun gadis itu untuk duduk di sampingnya.


"Ada apa, Mom?" tanya Ze ketika ia sudah duduk di samping Mommy Martha.


"Mommy boleh 'kan bertanya tentang hal pribadi kepadamu? Ya, walaupun pembicaraan kita nanti terdengar agak aneh, tetapi Mommy harus membicarakannya. Mommy penasaran soalnya, Ze," sambung Mommy sambil tersenyum konyol. Wanita itu menggenggam tangan Ze dan matanya menatap Ze dengan penuh harap.


"Mommy Martha kenapa?" batin Ze heran.


...***...

__ADS_1


__ADS_2