
"Ngapain kamu tiduran di sini, Jimmy?" tanya Mommy Martha sambil memperhatikan Jimmy yang sedang rebahan di sofa ruang utama.
"Hah?!" Jimmy sontak terkejut. Ia tidak menyangka bahwa dia akan kepergok oleh Mommy Martha sedang tiduran di ruangan itu. Jimmy bangkit kemudian tersenyum konyol menatap Mommy Martha yang masih berdiri di hadapannya.
"Tidak apa-apa kok, Mom. Tadi aku cuma bersantai sambil rebahan di sini. Eh, tidak tahunya malah ketiduran," jawab Jimmy sambil menggaruk tengkuknya.
Mommy Martha menautkan kedua alisnya menatap Jimmy. Tampaknya wanita itu tidak terlalu mempercayai penuturan anak lelakinya itu. "Ya, sudah! Balik sana ke kamarmu. Kasian Ze, dia pasti sudah menunggumu di sana," titah Mommy Martha.
Jimmy tampak serba salah. Ia bingung harus bagaimana sekarang. Tidak mungkin dia kembali ke kamarnya, bukankah saat ini dia sedang dihukum oleh Ze karena kesalahannya. Namun, jika ia tidak juga beranjak dari tempat itu, Mommy Martha pasti akan sangat marah.
"Busyet, apa yang harus aku lakukan? Lagi pula mana ada itu si Ze nungguin aku, yang ada dia udah pada ngorok sekarang," batin Jimmy.
"Jimmy?!" Mommy Martha melotot dan mau tidak mau, Jimmy pun harus segera beranjak dari ruangan itu.
"Baik, Mommy. Aku akan segera kembali ke kamar," jawab Jimmy.
Perlahan Jimmy bangkit dari sofs tersebut kemudian melangkahkan kakinya menuju kamar. Sesekali ia menoleh ke belakang dan berharap Mommy Martha sudah pergi dari tempat itu. Namun, ternyata ia salah. Wanita paruh baya itu masih berdiri di sana sambil memperhatikan dirinya yang semakin menjauh.
"Kenapa lagi?" tanya Mommy Martha ketika Jimmy menoleh ke arahnya.
"Ah, tidak, Mommy. Aku hanya ingin mengecek apakah ada barangku yang ketinggalan di sana," jawab Jimmy sambil terus melangkahkan kakinya menapaki setiap anak tangga yang ia lewati.
__ADS_1
"Alasan saja," gumam Mommy Martha sambil menggelengkan kepalanya.
Wanita itu tetap berdiri di posisinya sambil memperhatikan Jimmy yang terus menjauh. Mommy Martha tidak akan beranjak dari tempat itu sebelum Jimmy benar-benar masuk ke dalam kamar. Sementara itu Jimmy dengan terpaksa membuka pintu kamarnya dan beruntungnya lagi, pintu itu memang sengaja tidak dikunci oleh istri kecilnya tersebut.
Ze terperanjat ketika melihat Jimmy masuk ke dalam kamar sambil menenteng bantalnya. Bukannya langsung menghampiri tempat tidur, lelaki itu malah menunggingg di depan pintu kamar sambil mengintip di antara celahnya yang memang tidak tertutup rapat.
"Mas Jimmy? Kenapa kamu--" Belum selesai Ze bertanya, Jimmy sudah melotot hingga membuat Ze menghentikan perkataannya.
"Hush, diam dulu! Ada Mommy di luar dan aku kepergok olehnya tiduran di sofa ruang tamu. Kalau kamu tidak percaya, kamu bisa lihat saja sendiri," ucap Jimmy, kembali mengintip dari balik celan pintu kamar.
"Hah? Serius?!" pekik Ze lagi.
"Ternyata kamu benar, Mas. Mommy sepertinya curiga kalau malam ini kita sedang musuhan," ucap Ze, masih memperhatikan ekspresi Mommy Martha di ruangan itu.
"Nah, maka dari itu! Bagaimana jika kita berdamai saja dan biarkan Mas-mu ini tidur di sini bersamamu," bujuk Jimmy sambil menyeringai menatap Ze.
Ze menoleh kemudian menatap Jimmy dengan tatapan malas. "Boleh, tapi ada syaratnya!" tegas Ze.
Jimmy terlihat bersemangat setelah mendengar bahwa istri mungilnya itu bersedia memaafkan kesalahannya. "Apa itu, Sayang?"
"Untuk malam ini tidak ada acara menjenguk sarang! Kamu sudah menghancurkan moodku, padahal tadi siang aku sudah bersemangat minta dijenguk, eh kamu malah berbuat yang tidak-tidak di tempat gym," kesal Ze sambil menyilangkan tangannya ke dada.
__ADS_1
"Ya ampun, ternyata gadis kecil ini sangat menyebalkan dan entah kenapa aku malah tidak bisa menolak semua keinginannya. Aku bahkan merasa takut kehilangan si tubuh rata ini. Hmm, apakah ini karma karena aku pernah meremehkan gadis ini sebelumnya?" batin Jimmy.
"Mas, kamu dengar 'kan apa yang aku katakan?" panggil Ze karena lelaki itu terpaku menatapnya.
"Ya, aku dengar!" jawab Jimmy dengan wajah malas.
"Eh-emmm!"
Tiba-tiba terdengar suara orang berdehem dengan sangat keras dari luar kamar mereka. Suara milik Mommy Martha yang ternyata berpura-pura lewat, hanya untuk memastikan pasangan itu baik-baik saja.
"Ada Mommy!" pekik Ze sembari meraih tangan Jimmy kemudian mengajaknya ke tempat tidur mereka.
"Hah, tahu rasa kamu! Aku yakin Mommy pasti akan sangat marah kepadamu karena sudah melarang Anaconda-ku menjenguk sarangnya. Apa kamu sudah lupa bahwa Mommy sangat menginginkan seorang cucu, ha?" ucap Jimmy sambil tersenyum tipis.
Ze terdiam dan ia ingat bahwa tadi siang ia sudah minum minuman herbal yang diberikan oleh Mommy Martha khusus untuk dirinya. Yang katanya sangat membantu dirinya agar cepat hamil.
"Ya, tadi siang Mommy kasih aku minuman herbal yang katanya resep turun temurun, Mas," lirih Ze.
"Nah 'kan! Makanya ayo, jangan ditunda-tunda lagi. Nanti Mommy marah, lo!" ajak Jimmy penuh semangat.
...***...
__ADS_1