My Naughty Uncle

My Naughty Uncle
Salon Kecantikan


__ADS_3

Jimmy sedang asik memainkan ponselnya sambil bersantai di sebuah ruang tunggu yang ada di salon kecantikan paling terkenal di kota mereka. Salon kecantikan langganan Mommy Martha sejak masih muda bahkan hingga sekarang.


Wajah lelaki dewasa itu tampak jenuh dan sesekali ia menghembuskan napas panjang sambil melirik ke dalam ruangan di mana Ze sedang di manja oleh para pekerja di salon tersebut. Sudah berjam-jam Jimmy menunggu di sana tanpa tahu apa yang sedang para pekerja salon lakukan terhadap istri kecilnya.


"Sebenarnya apa yang sedang dilakukan oleh Ze di dalam sana? Jadi wanita itu ternyata ribet, untung saja aku adalah seorang laki-laki," gumamnya sambil melirik jam tangan bermerek yang melingkar di pergelangan tangannya.


Beberapa menit kemudian, tiba-tiba salah seorang pekerja di salon tersebut datang menghampiri Jimmy yang masih duduk di ruangan tersebut. Wanita itu tersenyum lebar menatap Jimmy sembari berucap.


"Tuan Jimmy, bagaimana penampilan istri Anda sekarang?"


Tiba-tiba dari belakang wanita itu muncul Ze dengan penampilan yang sangat berbeda. Rambut hitam panjang yang biasanya selalu dikuncir kuda tersebut, kini dibiarkan tergerai. Rambut Ze yang pada dasarnya lurus kini di berikan sedikit gelombang-gelombang manja.


Wajah gadis itu terlihat semakin manis dengan sentuhan make up natural. Dress simple berwarna cream yang dikenakan oleh Ze saat ini membuat tampilannya semakin sempurna.


"Bagaimana menurut Anda penampilan Nona Ze sekarang, Tuan Jimmy?" Pekerja salon itu kembali menanyakan hal yang sama karena Jimmy tidak menjawab pertanyaannya.


Lelaki itu hanya dia dengan mata membulat menatap Ze yang baru. Ia memperhatikan penampilan istri kecilnya mulai dari ujung kaki hingga ujung rambut.

__ADS_1


"Perfect!" jawab Jimmy singkat dan jelas karena baginya tak ada kata-kata yang lebih tepat untuk menggambarkan penampilan Ze saat itu selain kata 'Perfect'.


Pekerja salon tersebut tersenyum lebar setelah mendengar jawaban dari Jimmy karena bagi mereka, kepuasan pelanggan adalah yang nomor satu.


"Ehm baiklah, saya permisi dulu ya, Tuan, Nona."


Pekerja salon itu pun pergi dan membiarkan mereka berdua di ruangan itu sambil memperbincangkan penampilan baru Ze.


"Apa ini tidak berlebihan?" tanya Ze dengan setengah berbisik kepada Jimmy yang kini menghampirinya.


"Kenapa?" tanya Jimmy sambil menautkan kedua alisnya.


"Bagiku ini tidak berlebihan. Kamu masih terlihat sederhana," sahut Jimmy menimpali.


"Benarkah? Baguslah kalau begitu." Ze memperhatikan penampilannya di cermin berukuran besar yang ada di ruangan itu sambil melenggak-lenggok.


"Sekarang kamu mengakui 'kan bahwa sebenarnya istrimu ini cantik?" ucap Ze sambil tersenyum sinis kepada Jimmy yang masih memperhatikan dirinya tanpa berkedip sedikitpun.

__ADS_1


Jimmy mencebikkan bibirnya. "Hmm, percaya diri sekali kamu! Siapa bilang kamu cantik? Aku tidak pernah bilang kamu cantik," sanggah Jimmy sambil memalingkan wajahnya. Ia tidak ingin Ze melihat bahwa dirinya sedang tersenyum saat itu.


"Lah, tadi kamu bilang perfect, perfect!" gerutu Ze sambil menekuk wajahnya. "Kalau begitu aku hapus saja riasan ini dan ganti pakaianku dengan yang sebelumnya," ancam Ze.


Jimmy segera berbalik kemudian meraih tangan Ze yang ingin kembali masuk ke dalam. "Eh, jangan-jangan! Iya, kamu cantik, sangat cantik!" ucap Jimmy sambil terkekeh pelan menatap wajah Ze yang menekuk.


"Nah, begitu donk! Bilang cantik saja susah," sahut Ze.


"Terpaksa!" gumam Jimmy pelan, tetapi masih bisa terdengar dengan jelas di telinga Ze saat itu.


"Apa?!" Ze melotot.


"Bukan apa-apa. Sebaiknya cepat, bukan kah setelah ini kita akan berkunjung ke rumah Ibu? Atau kamu ingin membatalkannya?" lanjut Jimmy.


"Ah, iya. Hampir saja aku lupa. Untung kamu mengingatkanku," sahut Ze sambil tersenyum semringah.


Setelah membayar biaya perawatan dan segala macamnya, Jimmy dan Ze pun segera kembali ke mobil milik Jimmy dan bersiap menuju kediaman Bu Lidya. Ze sudah merindukan Sang Ibu dan ia pun yakin bahwa Ibunya sangat merindukan dirinya.

__ADS_1


#Yang nungguin part hareudang, mohon bersabar ya ... 😅😅😅


...***...


__ADS_2