My Naughty Uncle

My Naughty Uncle
Bertamu Ke Rumah Ze


__ADS_3

Sementara itu di kediaman Ze.


Bu Lidya yang sedang asik menyapu teras rumahnya, tiba-tiba kedatangan tamu yang tidak diundang. Sebuah mobil berwarna hitam pekat memasuki pekarangan rumahnya dan berhenti di sana.


"E-eh, itu mobil milik siapa? Enak banget numpang parkir di sini tanpa permisi!" gerutu Bu Lidya sembari memperhatikan mobil tersebut dengan seksama sambil menunggu sosok yang berada di dalam sana segera keluar dari benda beroda empat tersebut.


Tiba-tiba Ze menghampiri Sang Ibu dan berdiri di sampingnya. "Itu siapa, Bu?" tanya Ze dengan wajah bingung. Ia pun ikut memperhatikan mobil berwarna hitam tersebut dengan alis yang berkerut.


"Mana Ibu tahu. Ibu juga penasaran siapa orang itu sebenarnya. Enak sekali numpang parkir di sini tanpa permisi-permisi," gerutu Bu Lidya lagi.


Tidak berselang lama, pintu mobil itu pun terbuka. Keluarlah sosok lelaki dengan menggunakan kemeja berwarna navy yang melekat erat di tubuh kekarnya serta dipadukan dengan celana formal berwarna hitam yang membalut kaki jenjang lelaki itu.


Di saat ia keluar dari mobilnya, lelaki itu sempat-sempatnya merapikan rambutnya yang sedikit berantakan dengan menggunakan tangan. Seketika aura lelaki itu keluar dan membuat Bu Lidya terpesona dibuatnya.


"Ya Tuhan! Ganteng amat, yak!" pekiknya sambil tersenyum-senyum.


Mendengarkan ucapan Sang Ibu, Ze pun segera menoleh dan memperhatikan ekspresi Bu Lidya saat itu. Ze menekuk wajahnya dengan sempurna sembari melambaikan tangannya tepat di hadapan Ibunya tersebut.


"Bu! Eling, Bu," ucap Ze.

__ADS_1


Akhirnya lelaki itu berdiri di hadapan Ze dan Bu Lidya sambil menyunggingkan senyuman hangatnya. "Selamat siang, Bu Lidya, Ze."


"Selamat siang, Tuan Jimmy. Mari, silakan masuk," sahut Bu Lidya sembari menuntun lelaki yang tidak lain dan tidak bukan adalah Jimmy William, calon menantunya.


"Ish, Ibu. Tidak bisa melihat yang bening dikit langsung lupa daratan," gumam Ze.


"Terima kasih, Bu Lidya," sahut Jimmy sembari mengikuti langkah Bu Lidya yang menuntunnya memasuki kediaman sederhana wanita itu.


Setibanya di ruang depan, Bu Lidya juga mempersilakan lelaki itu untuk duduk di kursi yang ada di sana. Ze pun tidak mau ketinggalan, ia ikut duduk di ruangan itu sambil terus memperhatikan lelaki yang akan menjadi suaminya itu tanpa berkedip sedikitpun.


"Duduklah, Tuan Jimmy. Sekarang mau minum apa? Kopi, teh, atau--" Belum habis Bu Lidya berbicara, Jimmy memotong ucapannya.


"Kemana?" sela Ze sambil menautkan kedua alisnya.


"Ish, Ze. Yang sopan sedikit kenapa? Dia 'kan calon suamimu," ucap Bu Lidya sembari menepuk lengan Ze dan membulatkan matanya menatap gadis itu.


"Ibu, sakit!" pekik Ze sambil menekuk wajahnya.


"Maafkan Ze ya, Tuan Jimmy. Dia memang seperti itu," ucap Bu Lidya.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, Bu. Ehm, sebenarnya hari ini saya berencana mengajak Ze membeli cincin pernikahan. Saya tidak tahu ukuran cincin Ze jadi ... saya terpaksa kemari untuk mengajaknya langsung biar dia bisa memilih cincin yang dia suka," lanjut Jimmy.


"Wah, bagus itu. Benar 'kan, Ze."


Ze menarik tangan Bu Lidya kemudian berbisik kepada wanita itu. "Bu, sebaiknya jangan bersikap terlalu manis terhadap lelaki ini! Kita 'kan tidak tahu bagaimana sifat lelaki itu yang sebenarnya!"


"Lah, kalau kamu sendiri tidak percaya sama dia, lalu kenapa kamu bisa kedapatan satu kamar bersama lelaki itu, Ze?!" balas Bu Lidya. "Tapi, kalau Ibu lihat dari tampangnya, sepertinya dia lelaki yang jujur. Dia pasti akan menjadi suami yang baik buatmu," lanjutnya.


Jimmy memperhatikan Ibu dan anak yang sedang asik berbisik di hadapannya dengan wajah heran. "Sebenarnya apa yang mereka bicarakan? Lihatlah wajah mereka, serius sekali!" batin Jimmy.


"Nah, Ze. Sudah dengar 'kan? Sebaiknya kamu segera bersiap," titah Bu Lidya.


"Baiklah," sahut Ze sembari bangkit dari posisi duduknya kemudian masuk ke dalam kamarnya.


Sementara Ze bersiap-siap, Jimmy dan Bu Lidya kembali berbincang serius di ruangan itu dan kali ini mereka membicarakan masalah rencana pernikahannya bersama Ze.


"Saya sedang mengurus semuanya, Bu Lidya. Dan semoga semuanya cepat selesai agar pernikahan kami secepatnya dilaksanakan," ucap Jimmy.


"Oh, baguslah. Ibu senang mendengarnya," sahut Bu Lidya.

__ADS_1


...***...


__ADS_2