My Naughty Uncle

My Naughty Uncle
Rencana


__ADS_3

"Berjanjilah pada Mommy bahwa kamu tidak akan pernah menemui mereka lagi!" ucap Mommy Martha sambil menatap lekat kedua bola mata indah milik Jimmy.


Jimmy masih diam, tetapi tatapannya masih tertuju pada Mommy Martha. Karena Jimmy tidak juga membuka suaranya, Mommy pun kembali berucap dengan tegas kepada lelaki itu.


"Jimmy! Apa kamu dengar Mommy?! Berjanjilah, Jimmy. Berjanjilah bahwa kamu tidak akan pernah menemui mereka lagi!"


Akhirnya Jimmy pun menganggukkan kepalanya pelan. "Baiklah, Mommy. Aku berjanji tidak akan pernah menemui mereka lagi."


Tersungging sebuah senyuman di wajah Mommy Martha. Wanita paruh baya itu tampak lega karena akhirnya Jimmy berjanji kepadanya bahwa ia tidak akan menemui orang-orang itu lagi.


"Mommy pegang janjimu, Jimmy. Dan jangan pernah hancurkan kepercayaan Mommy," ucap Mommy Martha sembari mengelus pipi Jimmy dengan lembut.


Walaupun wajah Jimmy masih terlihat kusut, tetapi lelaki itu masih bisa menyunggingkan sebuah senyuman untuk Mommy-nya tersebut.


"Ya, sudah. Mommy ke dapur dulu. Ada yang ingin Mommy bicarakan kepada para pelayan," ucap Mommy lagi sembari melangkah pergi dan meninggalkan pasangan itu di sana.


Kini tinggal Ze dan Jimmy yang saling tatap dengan pemikiran mereka masing-masing. Jimmy menghampiri Ze kemudian merengkuh pundak istri kecilnya itu.


"Sebaiknya kita kembali ke kamar karena kamu belum mandi 'kan? Kamu masih bau bantal," ucap Jimmy sambil terkekeh pelan. Ze pun ikut terkekeh karena ya, saat itu ia memang belum mandi.


"Oh ya, Mas. Memangnya siapa sih orang itu? Apa mereka salah satu keluarga kalian hingga Mommy pun mengenali mereka," tanya Ze yang masih penasaran.

__ADS_1


Jimmy mengelus puncak kepala Ze yang berjalan di sampingnya. "Ya, bagiku mereka sudah seperti keluargaku. Di saat aku terpuruk, merekalah yang bersedia mengulurkan tangannya untukku," jawab Jimmy sambil tersenyum tipis.


"Apa Mas masih tidak ingin menceritakan siapa mereka kepadaku?" tanya Ze lagi.


Jimmy tersenyum tipis. "Nanti, aku pasti akan menceritakannya padamu, tapi tidak sekarang. Sudah sana, sebaiknya kamu mandi dan berdandanlah yang cantik," jawab Jimmy.


Ze menautkan kedua alisnya. "Memangnya kita mau kemana, Mas?"


"Tidak kemana-mana. Hari ini aku tidak akan pergi kemanapun. Aku akan menemanimu dari pagi hingga pagi lagi," sahut Jimmy sembari mendorong pelan tubuh Ze memasuki kamar mandi agar wanita itu segera melakukan ritual mandinya.


Sementara itu di tempat lain.


"Hari ini Jimmy benar-benar akan berkunjung ke sini 'kan?" tanya seorang laki-laki yang merupakan Boss dari komplotannya.


Dengan sabar komplotan itu menunggu kedatangan Jimmy. Mereka bahkan sudah menyiapkan segalanya untuk menyambut kedatangan lelaki itu. Namun, hingga petang pun menjelang, lelaki itu tidak juga kelihatan batang hidungnya.


Huft! Lelaki sangar itu mengembuskan napas berat sambil bertolak pinggang. "Benar-benar si Jimmy! Lagi-lagi dia membohongiku," gumam lelaki itu dengan wajah kesal.


Sementara anak buahnya tidak ada yang berani angkat bicara. Mereka semua bungkam dengan kepala tertunduk.


Lelaki itu kembali duduk di kursi kesayangannya sambil mengusap wajahnya dengan kasar. "Aku punya ide agar Jimmy datang ke tempat ini," ucapnya sambil bersandar di sandaran kursi kesayangannya itu.

__ADS_1


"Apa itu, Boss?" tanya lelaki yang tidak lain adalah tangan kanannya.


"Begini ...."


Para lelaki sangar itu pun mulai berdiskusi dengan serius di dalam ruangan itu. Hingga akhirnya mereka mendapatkan kesepakatan bahwa mereka akan melakukan ide lelaki sangar itu dalam waktu dekat.


"Ingat, jangan sampai gagal!" ucap lelaki sangar itu, mencoba mengingatkan tangan kanan serta anak buahnya yang lain.


"Baik, Boss!" sahut tangan kanannya dengan mantap.


"Dan ingat satu hal lagi, jangan sampai ada yang terluka! Aku tidak ingin siapapun terluka, termasuk kalian," sambung lelaki sangar itu.


Tangan kanan lelaki itu menghembuskan napas beratnya. "Yang harus Anda khawatirkan itu kami, Boss! Di sini posisi kami terancam. Bagaimana jika Jimmy mengamuk dan menghajar kita semua?" sahut lelaki itu sambil melirik anak buahnya yang berdiri tepat di belakangnya.


"Heh, Boss. Beruntung mah kalau cuma dihajar, kalau dia datang dan menembaki kita semua bagaimana?" lanjut yang lainnya dengan wajah cemas.


"Metong, donk!" jawab lelaki itu.


#Sekali lagi, di sini tidak ada konflik berat 🙏🙏🙏 Konflik mereka hanya buat seru-seruan aja, gak ada yang terluka, tidak ada yang kenapa-napa pokoknya aman dan ringan seperti kapas .... 😘😘😘


Oh ya, sekalian nih mau promosi karya baru. Tapi buat yang suka drama rumah tangga aja ya 😆😝😅 yang gak suka boleh di skip kok,

__ADS_1


Cerita ini bikin kesal, sebal, emosi dan sebagainya 😝😅 Ada mertua jahat, suami pengkhianat, Babysitter nakal, dan istri bodoh, sebenarnya bukan bodoh sih, sesuai judul ni cewek sabar bangetttt. Saking sabarnya kalian yang baca pasti kesal 😂😂😂 Astogeeee



__ADS_2