
"Sebenarnya kalian ketemunya di mana? Mommy jadi penasaran dan sudah berapa lama kalian berpacaran?" tanya Mommy Martha yang begitu penasaran dengan kisah cinta anak bujangnya itu.
Ze menatap Jimmy dan begitupula Jimmy. Ze tidak tahu bagaimana cara menjelaskan kepada Mommy Martha karena pertemuan mereka sama sekali tidak ada kesan manis-manisnya.
Masa iya Ze harus menceritakan bagaimana ia dan Jimmy digerebek hingga akhirnya Jimmy memutuskan untuk menikahi dirinya, terlepas mereka melakukan hal memalukan itu atau pun tidak.
"Cerita pertemuan kami sangat rumit. Benar 'kan, Ze. Dan kami tidak pernah berpacaran, Mommy. Setelah pertemuan kami waktu itu, aku memutuskan untuk menikahinya," tutur Jimmy dengan mata tajam menatap Ze.
"Ya, Mommy." Ze menganggukkan kepalanya pelan.
"Wah! Benar kah?" pekik Mommy Martha yang terlihat begitu bahagia karena ternyata anak bujangnya benar-benar serius ingin melepaskan masa lajangnya bersama gadis muda yang lebih cocok menjadi keponakannya tersebut.
"Jadi ... apa sekarang Mommy merestui hubungan kami?" tanya Jimmy yang kemudian menatap Mommy Martha dengan tatapan serius.
Mommy Martha tersenyum puas sembari memeluk tubuh Jimmy. "Ya, tentu saja, Jimmy. Mommy malah bahagia sekali mendengar berita ini. Berita seperti inilah yang Mommy tunggu dari sejak lama," jawab Mommy Martha.
"Serius, Mommy menerima Ze sebagai menantu Mommy apapun dan bagaimana pun keadaannya?" tanya Jimmy lagi mencoba meyakinkan.
"Ya, tentu saja, Jimmy! Memangnya Ze kenapa? Dia gadis yang manis," sahut Mommy sambil menatap heran kepada Jimmy.
__ADS_1
Ze memasang wajah malas ketika Jimmy meliriknya. Ia tahu apa isi kepala lelaki bujang lapuk tersebut, ia sangat yakin bahwa lelaki itu tengah meremehkan dirinya. Sedangkan Jimmy hanya bisa tersenyum tipis ketika Ze mambalas tatapannya dengan kesal.
"Syukur lah kalau Mommy bersedia menerima Ze dan ya, Mommy memang benar, Ze memang gadis yang manis, bahkan sangat manis," sahut Jimmy mencoba menghibur Ze yang terlihat kesal.
Di pertemuan itu, Mommy Martha bertanya banyak seputar kehidupan Ze dan Ze pun menjawabnya dengan apa adanya tanpa dibuat-buat. Ia juga menceritakan bahwa dirinya hanya gadis biasa dengan kehidupan yang biasa-biasa pula
Namun, Mommy Martha tidak mempedulikan apapun status Ze. Baginya sekarang yang paling penting Jimmy bersedia melepaskan masa lajangnya dan berumah tangga sama seperti laki-laki lainnya.
Beberapa saat kemudian.
Setelah puas berbincang bersama Mommy Martha, Ze pun akhirnya memutuskan untuk pamit dan meminta Jimmy untuk mengantarkannya kembali ke kediamannya.
"Ya, titip salam buat Ibumu ya, Ze," sahut Mommy Martha sembari mengelus lembut puncak kepala gadis itu.
"Mari, Ze." Jimmy membukakan pintu mobilnya kemudian membiarkan gadis itu masuk dan duduk di sana.
"Hati-hati di jalan ya, Jimmy. Jangan ngebut, pelan-pelan saja. Ingat, sebentar lagi kalian akan segera menikah," sambung Mommy Martha.
Jimmy tersenyum tipis mendengar ucapan Sang Mommy. "Ya, kami berangkat dulu," jawab Jimmy yang kemudian masuk dan melaju bersama mobilnya meninggalkan bangunan mewah tersebut.
__ADS_1
Sepeninggal Jimmy dan Ze.
"Ya Tuhan, rasanya aku ingin berteriak sambil melompat kegirangan," ucap Mommy Martha kepada perawat yang datang mendekat kepadanya.
"Kenapa, Nyonya?" tanya perawat bingung.
"Akhirnya Jimmy bersedia menikah. Ya, walaupun calon istrinya tidak seperti yang aku bayangkan sebelumnya. Tapi, selama gadis itu baik dan sopan, tidak masalah walaupun tidak ada yang istimewa dari gadis itu," tutur Mommy.
Tepat di saat itu Evan tiba di kediamannya dan memarkirkan mobil mewahnya tak jauh dari tempat Mommy Martha berdiri.
"Oma? Kenapa Oma berdiri di sini? Memangnya apa yang Oma tunggu?" tanya Evan ketika ia keluar dari mobilnya kemudian menghampiri Mommy Martha.
"Eh, Evan! Oma punya kabar baik. Om-mu akan segera menikah dan barusan Om Jimmy membawa calon istrinya dan memperkenalkannya kepada Oma," tutur Mommy Martha sambil tersenyum lebar menatap Evan.
Evan menautkan kedua alisnya. "Calon istri Om Jimmy? Serius? Seperti apa orangnya?" tanya Evan penasaran.
"Ehm, dia manis dan yang pastinya dia masih sangat muda. Masih 19 tahun lho, Van. Hmm, jangan mau kalah sama Om, Om saja dapat daun muda," celetuk Mommy Martha.
Evan terdiam sambil berpikir. "Mungkinkah itu Ze? Gadis cupu yang kemarin terjebak bersama Om Jimmy? Apa iya Om Jimmy serius ingin menikahinya?" gumam Evan dalam hati.
__ADS_1
...***...