My Naughty Uncle

My Naughty Uncle
Cucu, OTW!


__ADS_3

"Ze, apa kamu ingin terus berdiri di sana sambil melongo seperti itu?" tanya Jimmy kepada Ze yang masih terdiam di depan tempat tidur dengan wajah memucat.


Jimmy tidak tahu saja bahwa saat itu istri kecilnya tengah ketakutan setengah mati setelah membayangkan dirinya ditelan hidup-hidup oleh suaminya sendiri.


"Ah, iya-iya! Baiklah," sahut Ze.


Ze bergegas menuju kamar mandi milik Jimmy kemudian masuk ke ruangan itu dengan tergesa-gesa. Ze mengunci pintunya kemudian memastikan bahwa Jimmy tidak mengintip.


"Ah, kenapa aku jadi parno begini coba! Memangnya Om Jimmy anaconda yang bisa menelanku bulat-bulat, begitu? Hhh, dasar," gumam Ze sembari melepaskan kimono mandinya dan menggantungnya di gantungan yang ada di ruangan tersebut.


Ze memperhatikan kamar mandi tersebut dengan seksama. Ruangan yang ternyata jauh lebih bagus dan lebih besar dari kamar miliknya di kediaman Bu lidya. "Gila, kamar mandinya saja sebesar ini! Pantas saja kamar Om Jimmy hampir separuh ukuran rumahku," gumam Ze.


Ze menghidupkan shower kemudian melakukan ritual mandinya. Sementara itu di kamar Mommy Martha.


"Eh, Mei! Entah kenapa aku begitu penasaran dengan malam pertama mereka, kira-kira aku boleh mengintip tidak, ya?" ucap Mommy Martha kepada perawatnya yang selalu setia menemani wanita itu.


"Ih, jangan seperti itu, Nyonya Martha. Tidak boleh! Memangnya Nyonya mau nanti matanya bintitan akibat mengintip anak sendiri?" protes perawat yang biasa dipanggil Mommy dengan sebutan Mei tersebut.


"Tapi aku penasaran, Mei, dan entah kenapa aku merasa tidak yakin mereka akan melakukannya malam ini," Wajah Mommy tampak menekuk dan ia terlihat kecewa saat itu.

__ADS_1


Perawat itu kembali menautkan kedua alisnya. "Lalu apa yang ingin Nyonya lakukan sekarang?" tanya Perawat itu.


"Aku ingin mengintip mereka dan jika mereka tidak juga melakukan hal itu, maka aku harus bertindak lebih cepat! Kalau lama-lama dibiarkan, yang ada aku keburu dipanggil Tuhan, benar 'kan?!" celetuk Mommy Martha.


"Ih, Nyonya ada-ada saja," sahut Perawat sambil tertawa pelan.


"Ya, sudah! Kamu di sini saja, jangan ikut-ikutan. Biar aku saja yang mengintip kegiatan mereka malam ini," titah Mommy Martha.


"Loh, tapi saya pun penasaran, Nyonya. Saya boleh ikut, ya?!" bujuk Perawat tersebut.


"Ah, tidak boleh! Kamu di sini saja," lanjut Mommy Martha sembari bangkit dari tempat duduknya.


Di dalam kamar tersebut.


Selesai mengenakan celana boxernya, Jimmy menuju pintu kamarnya dan berniat mengunci pintu tersebut. Namun, tiba-tiba saja mata lelaki itu tertuju pada sosok Mommy Martha yang tengah berjalan ke arah kamarnya.


"Astaga, itu 'kan Mommy! Apa yang ingin Mommy lakukan di sini?" gumam Jimmy.


Tepat di saat itu, Ze baru saja keluar dari balik pintu kamar mandi. Ze yang tengah mengeringkan rambut panjangnya, tiba-tiba saja dikejutkan oleh serangan mendadak dari Jimmy.

__ADS_1


Jimmy menutup mulut Ze dengan telapak tangannya kemudian membawa tubuh gadis itu ke atas tempat tidur mewah mereka. Jimmy menindih tubuh Ze kemudian menutup seluruh tubuh mereka dengan menggunakan selimut.


Ze kesulitan bernapas, selain karena tangan Jimmy menutupi mulutnya, tubuh besar lelaki itu pun tengah menindih tubuh kecilnya. Ze mencoba berontak dan berteriak sebisanya. Namun, karena suaranya tidak bisa keluar dan hanya tertahan di dalam mulut. Akhirnya yang terdengar saat itu hanyalah bunyi,


Akhhh ... akhhh ... akhhh ....


Untuk meyakinkan Mommy bahwa mereka tengah bermain panas, Jimmy pun berpura-pura tengah menikmati permainan panas mereka.


Ukhhh ... akhhh ... ukhhh ... akhhh!


Plak!


Terdengar Jimmy menampar salah satu pipi bokonggnya sendiri. "Ayo, Ze! Semangat, akhhh!" pekiknya.


Mommy Martha membelalakan matanya. Ia tidak percaya bahwa pasangan itu benar-benar melakukan malam pertama mereka dengan begitu liar dan panas. Mommy Martha memberanikan diri mengintip dari balik pintu yang memang sengaja tidak ditutup rapat oleh Jimmy.


Lagi-lagi mata Mommy Martha terbuka lebar ketika melihat tempat tidur pasangan itu bergetar dengan sangat hebat. Ditambah dengan aksi selimut bergoyang di atas tempat tidur, membuat Mommy semakin yakin bahwa mereka memang benar-benar tengah bercinta dengan hebatnya.


"Oh, Tuhan! Syukurlah ... Cucu baru, OTW!" gumam Mommy Martha.

__ADS_1


***


__ADS_2