
Karena takut Jimmy kembali melakukan hal yang aneh-aneh kepadanya, Ze bahkan rela menahan rasa kantuknya hingga lelaki yang sedang berbaring membelakanginya benar-benar tertidur.
"Om," panggil Ze.
Namun, tak ada jawaban dari lelaki itu dan kemungkinan besar saat itu Jimmy sudah terlelap dalam tidurnya. Ze kembali memanggil Jimmy untuk kedua kalinya, tetapi tetap sama. Tidak ada jawaban dari lelaki itu. Hingga akhirnya Ze memberanikan diri untuk mengeceknya langsung.
"Om? Om Jimmy sudah tidur?" tanya Ze sembari menggoyangkan tubuh Jimmy perlahan.
"Hmmm," gumam lelaki itu sembari membalikkan badannya ke arah Ze dengan mata terpejam.
"Ah, syukurlah!" gumam Ze setelah mengetahui bahwa lelaki itu benar-benar sudah tertidur. Ze kembali berbaring dan akhirnya ia pun memejamkan matanya yang sejak tadi sudah terasa berat.
Hanya dalam hitungan menit, Ze sudah berada di alam tidurnya. Baik Ze maupun Jimmy sama-sama tertidur dengan pulas di atas tempat tidur empuk tersebut. Rasa lelah yang mendera tubuh keduanya, membuat Jimmy dan Ze lupa akan pembatas mereka.
Guling yang menjadi pembatas antara kedua orang tersebut sudah berada di bawah tempat tidur. Kini kaki Jimmy dan kaki Ze saling beradu di sana. Namun, karena saking nyenyaknya mereka tidak menyadari hal itu.
Hingga akhirnya ...
Ze bermimpi aneh. Ia mimpi sedang dikejar-kejar oleh ular berjenis anaconda yang begitu besar. Ze sudah mencoba berlari ke sana kemari, tetapi anehnya ular besar itu selalu saja berhasil mengejar Ze.
__ADS_1
"Ular sialan!" umpat Ze karena ular anaconda tersebut ingin menggigitnya.
Beruntung Ze bisa menghindar dan kemudian berlari lagi dengan sekuat tenaganya. Ze menemukan sebuah persembunyian yang tampak aman dan mencoba bersembunyi di sana. Ia berharap ular anaconda nakal itu tidak menemukan dirinya di tempat itu.
Namun, lagi-lagi ular besar itu menemukan persembunyiannya. Sebelum ular anaconda tersebut menangkapnya, Ze kembali berlari dan anehnya kali ini larinya Ze terasa sangat lambat. Kaki-kakinya terasa berat untuk diajak berlari.
"Ayolah kaki! Kenapa kamu larinya lamban sekali," gumam Ze dengan kesal.
Karena Ze begitu lambat saat berlari, akhirnya ular anaconda tersebut berhasil mengikutinya. Kekesalan Ze sudah berada di puncak ubun-ubun terhadap ular nakal tersebut. Hingga akhirnya Ze memberanikan diri menghadapi ular itu dengan tangan kosong.
"Ah, dasar ular sialan! Sini kamu, biar aku cekekk sekalian!" kesal Ze sembari menghampiri ular tersebut dan mencekiknya dengan kedua tangan.
"Aaakh! Tolooonggg!" teriak ular tersebut.
"Eh, kamu bisa bahasa manusia, ya?" tanya Ze heran. Namun, tangannya masih mencengkeram leher ular tersebut. "Ah, peduli setan! Aku sudah kesal, jadi rasakan ini!" lanjutnya sembari mengencangkan cengkeramannya terhadap ular tersebut.
Lagi-lagi ular itu berteriak dengan lantang dan suaranya terdengar semakin jelas saja. "Tolong! Sakit, hentikan!" teriak ular tersebut.
Ze yang tadinya bahagia karena berhasil mengalahkan ular tersebut tiba-tiba saja dikejutkan oleh seseorang yang sedang menggoyangkan tubuhnya dengan kasar.
__ADS_1
"Ze, bangun!" teriak seseorang dengan lantang di samping telinganya.
Ze membuka mata dan ternyata Om Jimmy lah yang tadi menggoyangkan tubuhnya agar ia segera terbangun dari tidurnya. Wajah Jimmy terlihat memerah dan sepertinya lelaki dewasa tersebut tengah menahan sakit.
"Lepaskan tanganmu dari juniorku, Ze!" titah Jimmy dengan kekesalan setingkat dewa.
Ze menautkan kedua alisnya dan ia tidak mengerti apa yang diucapkan oleh lelaki itu. Karena Ze tidak juga mengerti, Jimmy pun menunjuk ke arah bawah sambil mendengus kesal.
"Lihat ke bawah sana, Ze!" kesal Jimmy.
Ze pun menunduk dan ia begitu shok setelah tahu apa yang sedang ia cengkeram dengan erat di bawah sana.
"Akh!" pekik Ze sembari melepaskan cengkeramannya. Ze refleks bangkit dan duduk dengan posisi bersimpuh di atas tempat tidurnya.
"Maafkan aku, Om! Maafkan aku," ucap Ze berulang-ulang sambil memejamkan matanya. Ia tidak berani menatap Jimmy yang sedang meringkuk kesakitan sambil memegang senjatanya.
"Awas kamu, Ze! Kamu harus bertanggung jawab jika terjadi sesuatu kepada juniorku apa lagi jika ia tidak bisa bangun lagi!" gerutu Jimmy yang masih meringkuk kesakitan.
...***...
__ADS_1