
Ze tampak ragu, tetapi hasrratnya yang begitu menggelora, membuat Ze tak mampu menolak ajakan Jimmy untuk mendekat. Perlahan gadis itu melangkah dan kini berdiri di hadapan Jimmy yang masih duduk di tepian tempat tidur sambil menyunggingkan sebuah senyuman kepadanya.
"Tidak usah malu, bukan 'kah kita sudah sah menjadi suami istri?" ucap Jimmy dengan setengah berbisik.
Jimmy tersenyum tipis sembari meraih tangan Ze yang masih menempel di kedua bulatan kenyal berukuran mini tersebut hingga benda mungil itu pun terlihat jelas di depan matanya. Ze masih diam dan membiarkan lelaki dewasa tersebut menatap bulatan kecilnya dengan tatapan lapar.
"Walaupun kecil, tetapi dia tetap menggoda, ya." Jimmy tersenyum kemudian menatap Ze yang masih terdiam sambil menahan hasratnya saat itu.
Gelora hasrratnya yang menggebu-gebu, membuat Ze ingin melahap lelaki dewasa itu bulat-bulat. Namun, sayangnya ia belum memiliki pengalaman soal 'ehem-ehem' ini dan dengan terpaksa, ia pun harus sabar menunggu lelaki itu melakukan tugasnya.
Jimmy menyentuh benda kenyal berukuran mini yang kini berada tepat di hadapan matanya. Ia meremas kedua benda kenyal itu secara bergantian dan sesekali memilin ujungnya hingga menimbulkan desaahan dari bibir gadis itu.
__ADS_1
Desaahan yang keluar dari bibir Ze, membuat Jimmy menyunggingkan sebuah senyuman tipis. Ia merasa bangga karena sudah berhasil membuat gadis itu menikmati permainan kecilnya. Semangat Jimmy semakin berkobar tatkala gadis itu mengalungkan tangan di tengkuknya sambil sesekali menarik rambutnya dengan kasar.
"Akhhh!" Desaahan itu terdengar lagi untuk kesekian kalinya dari bibir tipis berwarna merah muda tersebut.
Tangan lelaki dewasa tersebut berpindah tempat. Dari bulatan kenyal tersebut menjalar turun menelusuri lekuk tubuh Ze. Sedangkan bibir dan lidah lelaki dewasa tersebut menggantikan posisi tangannya. Menijatt, menggigit dan sesekali menyesapp ujungnya dengan kasar hingga membuat Ze semakin larut dalam geloranya.
Tangan nakal Jimmy kini berada di tempat yang akan menjadi sarang 'Anaconda berbisa' miliknya. Ia meraba bulu-bulu halus tersebut sambil bermain di sana dan menimbulkan sensasi yang luar biasa untuk gadis itu.
Perlahan Ze menganggukkan kepalanya tanpa berbicara sepatah katapun. Matanya terpejam dan masih menikmati permainan yang diciptakan oleh Jimmy di ketiga titik terlemahnya.
Jimmy merasakan sarang 'Anaconda' nya sudah terasa basah dan siap digempur. Jimmy menghentikan aksinya kemudian dengan perlahan ia menarik pelan tangan Ze dan mendudukkan gadis itu di atas kedua pahanya dengan posisi saling berhadapan.
__ADS_1
"Kamu serius ingin melakukannya malam ini bersamaku?" tanya Jimmy. Mencoba memastikan agar tidak ada penyesalan nantinya. Ya, Jimmy tahu bahwa selama ini Ze pernah menyimpan rasa kepada keponakannya dan sebab itu lah ia tidak ingin menyentuh gadis itu.
Ze membalas tatapan Jimmy dengan tajam. Ia menganggukkan kepalanya dengan mantap. Ia sudah sangat yakin bahwa ia benar-benar ingin melakukannya bersama lelaki dewasa tersebut.
Jimmy kembali menyunggingkan sebuah senyuman tipis dan ia bahagia setelah mengetahui jawaban dari gadis itu. Kini tatapan lelaki itu tertuju pada bibir tipis berwarna merah muda yang sejak tadi mengeluarkan suara desahaan panas yang membuat hasratnya semakin memuncak.
Jimmy mendekatkan bibirnya ke bibir Ze kemudian melahapnya dengan lembut. Ternyata gayung pun bersambut, Ze mulai memberanikan diri membalas lumattan-lumattan yang dilancarkan oleh Jimmy. Mereka beradu liddah dan bibir, saling mengecap dan menijatt dengan liarnya.
Jimmy yang sudah berada di puncak gelorra hasrattnya, membanting tubuh Ze dengan pelan ke atas tempat tidur dengan bibir yang masih saling bertautan. Ia menindih gadis itu sembari melepaskan celana boxernya dengan tergesa-gesa.
Anacoda berbisa tersebut seakan sudah tidak sabar ingin keluar dari kain tipis dan lembut yang sudah menahan pergerakannya sejak tadi. Setelah celana boxer tersebut terlepas, benda panjang dan besar itupun bergerak liar seolah bahagia karena terbebas. Apa lagi setelah ini ia akan dikenalkan dengan sarangnya yang memiliki ruang sempit serta masih bersegel tersebut.
__ADS_1
...***...