
”Aku tidak bisa melanjutkan hubungan kita Amira”lirih Syam dan Amira terkejut mendengarnya.Gadis seperti apa sebenarnya yang di jodohkan dengan Syam sampai Syam berani memutuskan hubungan dengannya.
”Aku tidak mau,ayo kita pergi dan menikah saja Syam"ajak Amira dan Syam terkejut.
”Seburuk-buruknya aku tapi kalau untuk membawa seorang gadis kabur,aku tidak akan melakukannya.Aku harap kamu bisa mengerti, kita tidak bisa bersama aku minta maaf"lirih Syam.
”Syam, secantik apa wanita itu sampai kamu seperti ini?"bentak Amira.Syam mengeluarkan uang dan tangannya terangkat ke udara, meminta pelayan datang lalu dia membayar semua yang dia pesan."Syam aku tidak mau hubungan kita berakhir"
Syam berlalu pergi meninggalkan Amira, tidak perduli walaupun wanita itu terus memaki dan berteriak-teriak memanggil namanya.Syam akan berusaha menerima Naina, karena dia menghargai ayah dan ibunya yang begitu senang dengan pernikahannya dan Naina yang akan berlangsung sebentar lagi.
*****
Hari ini Naina izin kepada kepala sekolah untuk kembali tidak masuk mengajar karena dia harus pulang untuk acara pernikahannya.Semua guru terkejut, apalagi Rangga yang mengira Syam hanya membual tapi ternyata sekarang Naina berpamitan kepada semua guru untuk pulang,Naina juga mengajak semuanya untuk hadir di acara pernikahannya.Tapi mereka tidak bisa datang karena jauh dan banyak pekerjaan, Naina paham dan tidak akan memaksa.
Naina keluar dari ruangan guru dan melangkah pergi untuk segera pulang, dan pergi ke terminal.Dia dan Ai akan pulang ke kampungnya.Ai ingin melihat Naina yang sudah seperti kakaknya itu menikah dan Naina mengiyakan.
”Bu Naina"panggil Rangga dan Naina berhenti melangkah,lalu menoleh menatap Rangga sekilas.
”Ada apa pak?"
”Saya ingin bertanya,apa Bu Nai benar-benar menyetujui pernikahan ini dengan kemauan Bu Naina sendiri?atau ada paksaan?"tanya Rangga khawatir, Naina mengernyit heran.Semuaya adalah kehidupannya,Rangga seharusnya tidak ikut campur walaupun sekedar bertanya karena hal tersebut sangat privasi untuk Naina.”Saya mengenal Syam cukup lama"tambahnya meyakinkan Naina agar wanita itu mau berkata jujur.
”Dimana pak Rangga mengenal calon suami saya?"Naina tersenyum tipis,apa yang barusan dia katakan? memanggil Syam sebagai calon suaminya.Sebuah pengakuan yang membuat Naina merasa geli sendiri.
”Kami pernah satu sekolah,dia adik kelas saya.Saya tahu dia seperti apa, sebaiknya Bu Nai hati-hati"Rangga tersenyum lebar dan menatap wajah cantik Naina lekat.
”Saya minta maaf pak,ini semua adalah urusan pribadi saya.Saya tidak bisa menjawab pertanyaan bapak yang menyangkut kehidupan pribadi saya,saya harus pergi pak.Permisi, assalamualaikum"Naina akhirnya pergi dan Rangga sedih mendengar ucapan Naina.
”Waalaikumsalam"jawab Rangga lalu dia kembali melangkah menuju ruangan guru.
****
Di rumah orang tua Syam,Resta menangis sejadi-jadinya.Dia baru tahu jika Syam akan menikah dengan wanita yang Syam tabrak waktu itu,tapi kenapa bentuk tanggung jawab yang harus Syam lakukan adalah menikahi Naina? Resta sudah memendam perasaannya sejak lama.Setelah dia dewasa kini,dia mulai memperlihatkan perhatian berbeda kepada Syam,tapi Syam tidak pernah menanggapi usahanya dengan baik.
__ADS_1
”Kenapa nenek setuju? apa kurangnya aku nek?"lirih Resta bertanya,dan terus menangis.
"Nenek tidak bisa melakukan apa-apa,Syam juga setuju.Mau bagaimana lagi,gadis itu sangat licik sampai memanfaatkan kecelakaan itu.Cucu ku Syam harus menikahi gadis pincang”kesal nenek Wilda berbicara dengan nada sini,lalu memeluk Resta yang terus menangis.
****
Di perjalanan menuju kampung halamannya,Naina membiarkan Ai menyenderkan kepalanya di bahunya.Naina sangat menyayanginya Ai,dan sangat senang karena Ai mau menemani sekaligus menghadiri pernikahannya.Ponsel Naina bergetar,Naina lekas melihat pesan masuk ke ponselnya.
”Nai,kamu dimana?"
Pesan dari Syam, Naina mendelik sebal dan terus menguasai dirinya agar bisa menguasai emosinya, entah kenapa dia selalu kesal saat menerima pesan, telepon apalagi melihat Syam langsung.
”Aku di jalan menuju pulang, mas"
Pesan balasan dari Naina terkirim, diseberang sana Syam yang sedang merebahkan tubuhnya di atas ayunan tertawa-tawa.Tumben Naina membalas pesannya.
”kita sebentar lagi menikah Naina”pesan masuk dari Syam.
”Iya, tahu”pesan terkirim
”Iya"pesan terkirim.
”Balas pesan ku dengan benar Naina"Syam mulai kesal karena Naina tidak serius berkirim pesan dengan nya.
Naina diam, tidak perduli dan memilih memasukkan ponselnya ke dalam tas.Ai tertidur pulas disebelahnya, kemungkinan Naina dan Ai akan sampai malam hari di kampung.Naina tidak mendapatkan travel dan pulang harus beberapa kali naik angkutan umum lalu terakhir naik bus.Dan akan turun di terminal nanti.
***
Hari yang menebarkan tiba, Naina sedang di rias oleh perias pengantin terbaik yang di undang langsung oleh mama Novi.Setelah selesai, Naina menatap wajah cantik nya di cermin.Begitu berbeda dan semua orang memujinya, Naina tidak pernah berdandan.Tidak ada waktu dan tidak memiliki uang untuk jatah merawat diri, Naina mengedarkan pandangannya.Melihat kamarnya yang sudah di hias sedemikian rupa.Dia harus di hadapkan pada kenyataan bahwa dia akan menjadi istri dari Syam beberapa menit lagi,suara gemuruh kembang api menyambut rombongan seserahan pengantin pria.Semua orang ribut dan senang, mungkin hanya Naina yang tidak merasakan kebahagiaan seperti semua orang.
”Mbak Nai ayo"ajak Ai dan Nai bangkit dari duduknya,Ai menarik tirai jendela dan Naina bisa melihat Syam sedang berhadapan dengan ibu dan ayahnya.Syam terlihat gagah,dengan setelan jas hitam dan wajahnya terlihat sangat cerah hari ini,entah bahagia atau pasrah.Naina menatap Syam sendu,Syam duduk di antara ibu dan ayahnya.Syam yang sadar diperhatikan menoleh lalu Naina buru-buru berbalik dan Ai menutup tirai jendela kembali.Saat waktunya tiba,Naina gugup takut-takut Syam melakukan kesalahan dalam proses ijab qobul.Naina akan keluar setelah Syam mengucapkan ijab kabul.
Syam bersiap dan semua orang siap untuk merekam.
__ADS_1
”Saya terima nikah dan kawinnya Amira..”
Deg...Naina meneteskan air matanya saat Syam salah menyebutkan nama mempelai perempuan,bukan Naina tapi malah Amira.
”Siapa Amira?”
”Kasihan mbak Nai”
”Tega sekali dia"
Semua orang berbisik-bisik memaki,mama Novi menundukkan kepalanya karena malu apalagi Ayah Rahman.Pak Fahmi menatap Syam tajam dan Syam menutup matanya sekilas, kenapa dia menyebut Amira.
”Kamu boleh benci padaku,tapi..Apa seperti ini pantas?"
Naina benar-benar kesal dan terus mengusap dadanya,Ai dan Husna saling melirik sambil menenangkan Naina.
”Nai,ini kesalahan kecil”seru Husna.
”Iya mbak”Naina tersenyum dan mengusap air matanya.
Naina terdiam kembali mendengarkan apa yang dikatakan ayahnya,dan pak penghulu.
”Saya terima nikah dan kawinnya Naina Inayah binti bapak Fahmi Husein dengan mas kawin 50 gram emas di bayar tunai”suara Syam begitu lantang dan tegas, Naina yang mendengar mengepalkan tangannya.
”Bagaimana saksi sah?”
”Sah!”
”Sah”
Ayah Rahman tersenyum,Syam menundukkan wajahnya dan pak Fahmi menatap menantunya kesal.
Naina akhirnya keluar,di dampingi Husna dan Ai.Syam menoleh dan menatap Naina lekat, begitu cantik dan anggun.Mama Novi antusias melihat menantunya, akhirnya anak bungsunya kini sudah menikah.
__ADS_1
”Dia Naina?mata ku salah ini.”
Syam benar-benar terpesona dengan kecantikan Naina,dia tidak mengira Naina benar-benar secantik itu jika di dandani,Resta mencibir Naina.Karena melihat Naina pincang seperti yang dikatakan nenek Wilda.