Naina(The Same Perfection)

Naina(The Same Perfection)
Masuk kembali


__ADS_3

Pagi ini, Naina berangkat ke sekolah di antar suaminya.Syam melirik Naina berulang kali, apa Naina tidak berdandan? begitu pucat.Lipstik pun berwarna bibir dan tidak ada bedanya.Syam memikirkan ide cemerlang,dan akan membuat kejutan untuk Naina.Naina yang sadar suaminya meliriknya berulang kali merasa grogi,Naina merapihkan jilbab nya.Seragamnya dan sama sekali tidak ada yang aneh.


”Mas,kita belum membicarakan tentang kita mau tinggal dimana.Kita gak bakal tinggal di rumah orang tua kamu terus kan?”Naina menatap Syam lekat.


”Ada apartemen sama rumah yang gak jauh dari sekolah kamu mengajar Nai,kamu mau nya tinggal dimana?"Syam melirik wajah Naina yang terlihat sedih.


”Aku maunya tinggal di kontrakan aku mas,aku udah bayar satu tahun full.2 bulan lagi kontraknya habis, toko aku barang-barang aku juga disana."Lirih Naina.


”Aku cuma ngasih dua pilihan Naina,mau apartemen atau rumah?"Syam kesal dan Naina menekuk wajahnya dalam-dalam.”Nai"panggil Syam berusaha lemah lembut karena melihat Nai langsung diam.


Semakin lama Syam menunggu dia semakin tidak tega.


”Kontrakan kamu jauh,masih dekat rumah aku.Cukup besar untuk kita berdua,ada bibi yang beres-beres juga disana.Masalah toko kamu,aku akan mencari tempat yang lebih nyaman Naina.Toko kamu akan semakin maju jika tempatnya lebih menjanjikan,kamu mau kan Nai?kamu harus nurut sama aku.Aku suami kamu"lirih Syam dan terus melirik Naina,Syam menghentikan mobilnya saat lampu merah menyala.Dia tarik bahu Naina dan Naina menoleh sekilas.


”Tapi sayang banget mas,dua bulan lagi”kata Naina.”Aku bayar kontrakan gak mudah mas,kalau pindah pun aku mau ada tempat tidurnya biar Ai gak harus bolak-balik”pinta Naina, Syam kembali melajukan mobilnya dan Naina diam.


”Ya,aku akan cari tempat yang seperti kamu mau.Dua bulan kan? kita akan tinggal dikontrakkan selama dua bulan, lalu kita siap-siap juga untuk pindah gimana?"Syam tersenyum dan Naina mengangguk,Naina merasa senang Syam ternyata mau mengerti dengan situasinya.


Sesampainya di sekolah,Syam keluar lalu melepaskan kaca mata hitamnya dan dua selipkan di kemejanya.Syam membukakan pintu mobil,dan Naina keluar.Naina masuk kembali saat melihat murid-murid memperhatikannya.


”Anak-anak kenapa sih?"Naina bergumam.


”Nai ayo keluar,aku juga harus kerja"pinta Syam dan akhirnya Naina keluar.Syam mengulurkan tangannya, Naina menyalami tangan suaminya.

__ADS_1


”Aku pergi mas, kamu hati-hati di kerjanya.Assalamualaikum”tutur Naina dan Syam menatapnya lekat.


”Waalaikumsalam"jawab Syam seraya menatap kepergian Naina.Naina sesekali menoleh,dan semua murid memperhatikan Naina dan punggung tangan Naina,hena di tangan Naina terlihat jelas.


Naina tersenyum lebar membalas sapaan anak-anak, murid-murid laki-laki sedih dengan kabar Naina menikah apalagi setelah melihat Naina menyalami tangan Syam.Mereka yakin suami guru kesayangan mereka adalah pria berkumis dan berjenggot tipis tadi.


”Keren juga suaminya Bu Nai"bisik-bisik murid perempuan.


”Iya ganteng ya,Bu Nai kan baik pasti dapat jodohnya juga yang baik”


”Aku jadi penasaran suami Bu Nai siapa sebenarnya”sahut yang lain.


Seorang murid perempuan menatap Naina sinis,Naina terlihat masuk ke ruangan guru dan dia mendengus sebal.Gadis itu adalah Rani,adik kandung Amira.Rani tidak terlalu terkejut mendengar Bu guru Naina akan menikah, tapi dia syok saat melihat suami gurunya adalah kekasih kakaknya sendiri, Rani belum tahu jika hubungan Syam dan Amira sudah berakhir


****


”Kenapa pemasukkan semakin menurun pak?"Syam bertanya dengan suara serak lalu mengusap rambut tebalnya ke belakang.


”Dua Minggu ini restoran sepi mas"jawab manager masih tetap dengan kepala menunduk.Syam mengangguk-anggukkan kepalanya dan membuang nafas kasar,Syam harus segera mengatur strategi agar restoran kembali ramai.Mungkin warna,atau suasana restoran yang akan dia rubah.


Syam keluar dari restoran dan ada pekerjaan lain yang harus di kerjakan,Syam sudah membuka pintu mobil dan berhenti karena tangan seorang gadis memeluknya dari belakang.Sangat erat,Syam membanting pintu mobil dan menarik tangan gadis tersebut.Dari aroma parfum yang dia cium Syam sudah mengenali gadis tersebut.


”Syam”lirih Amira karena Syam melepaskan pelukannya kasar lalu sekarang mencengkram kuat pergelangan tangannya.

__ADS_1


”Cukup,apa kamu gak malu?"ketus Syam dan semakin mengeratkan cengkraman nya,Amira menyapu sekeliling dan banyak orang yang berbisik-bisik memperhatikannya dan Syam.”Pergi,dan menjauh dariku”tegas Syam dan melepaskan cengkraman tangannya dia masuk buru-buru dan mengunci pintu mobil agar Amira tidak masuk, Amira sudah menarik-narik pintu mobil dan berteriak seraya menggebrak kaca mobil.


”Syam,tunggu dulu Syam!"teriak Amira,Syam tidak perduli dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


****


Jam pulang sekolah,Naina keluar dari kelas.Dia mengajar kelas 10 dan kelas 11 hari ini,Naina berhenti melangkah saat melihat Rafli diam dan menghadang jalannya.


”Ada apa Rafli?"Naina menatap Rafli lekat, sambil memeluk buku-buku nya di dada.


”Sejak kapan Bu Nai kenal sama bang Syam?"Rafli bertanya,Naina mengernyit mendengar ucapan Rafli yang sepertinya sudah mengenal suaminya sejak lama.


”Kamu kenal suami ibu Rafli?"Naina menatap Rafli.


"Iya Bu,Abang aku sama bang Syam temenan.Aku tahu banyak tentang bang Syam,dia emang ganteng.Tapi aku rasa aku lebih baik dari pada bang Syam,ibu salah pilih”ketus Rafli kesal,kesal dengan Naina yang menikah dengan Syam.Padahal dia memiliki perasaan untuk gurunya itu,Naina melirik kanan-kiri dan belakang.Takut ada yang mende hanya ucapan lancang Rafli,memang jujur tapi itu di tidak dibenarkan.Berbicara seperti itu kepada gurunya sendiri.


”Jaga sikap kamu Rafli,ibu gak suka.Sebaiknya kamu pulang dan jangan pernah mengulangi ini lagi"tegas Naina dan melangkah ke kiri,ke jalan lain.Rafli mengepalkan tangannya dan menatap kepergian Naina kesal.Naina komat-kamit kesal,dia tidak mengerti apa yang terjadi kepada Rafli sampai berani berbicara seperti itu.


”Aduh”seorang wanita menjatuhkan tas karena tersenggol oleh Naina.


”Maaf,saya minta maaf saya gak sengaja"Naina membungkuk dan mengambilkan tas wanita itu."Maaf"Naina tersenyum dan memberikan tas.


”Terima kasih,saya juga salah karena gak lihat-lihat jalan.Saya Amira”Amira tersenyum, lalu mengulurkan tangannya.Naina terdiam, dia jadi teringat dengan nama yang sama yang di ucapkan Syam saat ijab qobul,Naina menggeleng kepala mana mungkin Amira dihadapannya adalah orang yang sama.

__ADS_1


”Saya Naina”Naina akhirnya berjabat tangan dengan Amira,keduanya saling menatap lekat dan tersenyum lebar.Rangga terkejut melihat Naina berhadapan dengan Amira,dia tahu tentang hubungan Amira dan Syam,karena Amira rajin memposting kebersamaannya dengan Syam.


__ADS_2