Naina(The Same Perfection)

Naina(The Same Perfection)
Pamit


__ADS_3

Acara pernikahan berlangsung sampai malam hari.Mirza dan Husna akan menikmati malam yang panjang begitu juga dengan Naina,namun kegiatan yang dilakukan sangatlah berbeda.


Naina akan kembali ke ibu kota menggunakan travel,ia memang tidak bisa lama-lama.Pernikahan Husna yang cukup mewah membuat beban semakin bertambah,ayah dan ibunya.Fahmi Ratna menjadi memiliki hutang untuk memenuhi kekurangan pernikahan Husna.


Naina duduk ditepi ranjang setelah membereskan pakaiannya, ponselnya berdering notifikasi pesan masuk entah dari siapa.Naina memeriksanya dan pesan tersebut dari Ai pegawai satu-satunya yang membantunya di toko.


”Assalamualaikum mba Nai,apa aku boleh cuti besok?”pesan dari Ai.


Naina membalas dan mengiyakan,Ai sangat rajin mengurus toko ketika Naina tidak ada.Naina mengontrak rumah, menjadi tempat tinggal sekaligus tempat nya mencari nafkah.Toko online shop yang dia beri nama ”Nai collection” menjual berbagai macam jenis hijab,gamis dan yang lainnya.Ada juga beberapa pakaian anak-anak dan Naina baru menjual pakaian anak-anak enam bulan yang lalu, untuk gamis dan lainnya Naina sudah memulainya sejak lima tahun yang lalu saat kuliah.Naina adalah guru di sebuah sekolah SMA.Dan sorenya Naina mengajar ngaji anak-anak dilingkungan kontrakannya.Sedikit ilmu dia manfaatkan untuk anak-anak lain dan untuk dirinya sendiri agar selalu ingat apa yang sudah di ajarkan ayahnya selama ini.


Naina keluar dari kamar membawa tas nya, terlihat ayahnya Fahmi tidak merelakan anaknya yang baru kemarin pulang sudah harus pergi lagi saat ini.

__ADS_1


”Bapak?”sapa Naina begitu lembut dan ayahnya menoleh.


”Kemari nak”pak Fahmi menepuk-nepuk sofa disebelahnya dan Naina mengangguk seraya melangkah mendekati ayahnya lalu duduk disebelah ayahnya.


”Ada apa pak?bapak jangan banyak pikiran”imbuh Naina yang khawatir dengan kondisi ayahnya,lelah pasti,lelah tenaga uang dan beban pikiran saat membuat acara hajatan pernikahan untuk keluarga Naina.


”Kamu beneran mau pergi lagi?ini sudah malam.”Dia usap pucuk kepala Naina yang memakai hijab instan berwarna hitam saat ini, sepanjang sampai perutnya.


”Jaga diri baik-baik disana ya”pinta pak Fahmi, sedewasa apapun anaknya orang tua akan tetap menganggapnya seorang anak yang sangat mereka khawatirkan.


”Bapak juga"suara Naina tiba-tiba berat dan memeluk ayahnya erat,air matanya menetes deras Naina juga ingin dekat-dekat dengan keluarganya, tapi tanpa uang semuanya tidak akan bisa berjalan dengan baik.

__ADS_1


Pak Fahmi dan istrinya mengantarkan Naina sampai masuk ke dalam mobil travel.Pasangan pengantin baru itu entah sedang apa di kamar,tidak ada tanda-tanda Husna akan berterima kasih kepada nya.Naina sudah biasa akan hal itu tapi yang dia berikan adalah Mirza.Husna malah terlihat memanas-manasi Naina.


Naina menatap orang tuanya dari dalam mobil, mobil pun melaju pak Fahmi menangis melepas kepergian anaknya.


”Aku akan pulang dan membawa uang lebih banyak, bapak tidak usah khawatir.Aku baik-baik aja”gumam Naina.


Keesokan paginya,Naina sampai subuh-subuh dan sampai ke kontrakannya dengan aman dan selamat.Naina lekas mengirimkan pesan kepada ayahnya jika dia sudah sampai.Naina mengunci pintu,dia lepas hijabnya lalu mengambil segelas air.


”Aku tetap saja merasa sedih melihat mas Mirza bersama mba Husna,jangan sampai ada masalah besar di antara keduanya.Aku tahu mba Husna seperti apa”berbisik Naina lalu kembali meminum air nya.


Ia pergi ke kamar dan menyiapkan pakaian,seragam guru yang akan dia pakai hari ini setelan rok berwarna hitam.Naina membawa handuk di bahunya menuju kamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2