Naina(The Same Perfection)

Naina(The Same Perfection)
Hasil pemeriksaan


__ADS_3

Di rumah sakit, Naina dan Syam sedang menunggu hasil rontgen. Naina sudah izin dan tidak akan pergi mengajar hari ini, Syam diam dan Naina meliriknya keduanya diam dan tidak berani mengeluarkan suara. Naina menyenderkan kepalanya ke dinding rumah sakit dan Syam meliriknya.


”Kepala kamu sakit nanti” imbuh Syam lalu menggerakkan tangannya dan menarik kepala Naina agar bersandar di bahunya, Naina tersenyum lebar dan Syam mengecup pucuk kepalanya. Cukup lama menunggu hasil rontgen dan keduanya sabar menunggu kurang lebih sudah 20 menit.” Nai kamu mau makan gak?"bertanya sekaligus mengajak.


” Bukannya tadi kita sarapan?" Naina menatap Syam sekilas.


” Aku belum selesai karena kamu ngomongin hal yang gak penting Nai” Syam berucap tanpa memikirkan perasaan istrinya, seketika Naina menjauhkan kepalanya lalu bangkit dari duduknya dan melangkah pergi. Syam panik melihat istrinya seperti itu.


” Naina" panggil Syam dan meraih tangan Naina.


” Aku mau mengajar, kamu aja yang tungguin hasil rontgen. Aku capek" Naina menepis tangan Syam dan melangkah kembali dan Syam menghadang langkah nya.


” Aku anter” ajak Syam dan Naina menggeleng kepala.


” Kamu urus saja diri kamu sendiri mas, kamu gak percaya sama aku kan. Hobi kamu memang nuduh aku aneh-aneh mas, kamu gak pernah menghargai aku selama kita menikah kamu cuma bisa nyakitin aku mas. Harga diri perempuan hanya bisa di jaga oleh seorang laki-laki yang bertanggung jawab” tegas Naina dan kembali melangkah walaupun kakinya sakit. Syam diam dan menatap kepergian Naina, Naina benar-benar pergi dan mematikkan ponselnya dia lelah padahal rumah tangga nya setengah tahun pun belum. Ujian rumah tangga memang berat, dan Naina merasa capek ketika terus di curigai dan suaminya tidak percaya padanya.


****


Di apartemen, Amira menangis karena sudah melakukan kesalahan fatal dalam kehidupannya. Dia tidak berani pulang dan Rani terus meneleponnya, Amira melirik langkah kaki seorang pria dan Amira mendongak. Amira langsung membuang muka saat melihat Miko.


” Pergi!” usir Amira.


” Amira, aku akan pergi ke Amerika apa kamu gak mau lihat aku sebentar saja Amira?” Miko menatap Amira lekat dan Amira menundukkan wajahnya, dia tidak mau melihat Miko.


” Kamu jahat Miko.”


” Aku gak sengaja Amira, aku minta maaf. Aku akan pergi dan aku harap kamu bisa hidup dengan baik setelah ini. Jangan ganggu Syam terus” pintanya dengan suara berat dan Amira menatapnya tajam.


” Aku bilang pergi!” usir Amira kembali.


Amira bangkit dan mendorong tubuh Miko agar pergi dari apartemennya sekarang juga, seprai kusut dan berantakan menjadi saksi apa yang telah di lakukan keduanya semalam. Kemeja Miko pun tertingggal dan keduanya belum menyadari itu. Amira menutup pintu dan menahan Miko yang ingin masuk kembali.


” Amira aku janji aku akan kembali Amira, tunggu aku.” Lirih Miko.


” Aku gak sudi, pergi kamu Miko!” Amira terus berteriak meminta Miko pergi, akhirnya Miko pergi dan sesekali menatap pintu apartemen Amira. Amira kembali duduk di lantai dan menangis sejadi-jadinya, ponselnya berdering dan ibunya yang terus menelepon. Puluhan pesan masuk dari ibunya meminta Amira pulang.


****

__ADS_1


Syam sudah menghabiskan 4 botol air mineral, dan dia terus memperhatikan Naina dari dalam mobil. Naina tahu itu mobil suaminya walaupun Syam datang dengan mobil yang berbeda untuk memperhatikan Naina, dia takut Naina kabur dan dia percaya Naina tidak salah namun dia perlu bukti untuk membuktikan kepada semua orang perlakuan Hamdan kepada istrinya. Syam membuka roti yang dia beli di warung seberang lalu menikmatinya, kondisi kau Naina dari hasil rontgen menunjukkan bahwa kaki istrinya sudah terluka sangat dalam. Perlu di lakukan operasi secepat mungkin agar luka tidak semakin memburuk. Setidaknya Naina bisa berhenti merasakan sakit tapi cara berjalannya akan tetap sama.


” Nai aku sayang sama kamu, aku percaya sama kamu. Tapi aku mohon kamu harus lebih dulu mengutamakan kesehatan kamu Naina" lirih Syam dan menatap istrinya sedang melangkah keluar dari lingkungan sekolah. Syam panik saat Naina melangkah ke arahnya.


Tok tok Naina mengetuk kaca mobil dan Syam keluar dari mobil.


” Mas kamu gak kerja? aku tahu kamu disini sudah 2 jam kamu ngapain mas? kamu cuci mata sama anak sekolahan di sini? istighfar mas” Naina menatap suaminya kesal. Syam menyentil dahi istrinya gemas dan tertawa kecil.


” Aku? ngapain aku cuci mata aku sudah punya kamu Naina. Kamu gak sebanding sama anak-anak abg” Syam tersenyum dan bergidik ngeri.


” Lebay bin gombal” Naina menyalami tangan suaminya dan Syam tersenyum. Syam membukakan pintu mobil lalu istrinya masuk. Naina duduk dan Syam masuk lalu mendekatkan tubuhnya Syam menarik sabuk pengaman dan memakaikannya kepada Naina. Naina tersenyum tipis dan tidak mau menunjukkan rasa bahagia diperlakukan seperti itu kepada Syam, karena Syam bisa kepedean. Mobil melaju dengan kecepatan sedang dan Naina melihat sampah berserak di bawah kakinya.


” Kamu gendut mas nanti kalau banyak ngemil” kata Naina dan Syam tidak perduli. Syam tidak merokok dan dia malah sering ngemil seperti naina.” Mas diam” Naina kesal karena Syam mencubit pipinya.


” Kamu masih marah sayang?"


” Jangan panggil aku begitu mas, geli aku dengernya”


.


” Hasil rontgen gimana tadi mas? mana hasilnya." Naina menadahkan tangannya dan raut wajah Syam berubah menjadi sedih Naina mendekatkan wajahnya dan menatap wajah Syam dari dekat.


” Nai awas aku gak bisa lihat jalan" Syam mendorong kepala Naina karena menghalanginya.


” Aku minta mas, kenapa kamu menghindar? kamu suka menghindar kebiasaan” Naina kesal.


” Harus di operasi, secepatnya” Syam ragu untuk berbicara tapi dia tidak bisa berbohong. Naina menundukkan kepalanya lalu membuang muka dan menatap keluar kaca mobil.


” Naina” panggil Syam lalu meraih tangan Naina.


” Aku minta maaf Nai” lirih Syam.” Mungkin kaki kamu semakin sakit karena kecelakaan waktu itu, aku minta maaf aku gak sengaja Naina.” Syam merasa bersalah.


” Mas gak usah minta maaf, namanya juga kecelakaan mas juga terluka.” Naina tersenyum.


” Dulu juga memang harus di operasi tapi bapak gak punya uang, ini bukan salah mas Syam.” Naina menepuk bahu Syam lembut.


” Kamu tenang aja aku bakal dari dokter terbaik, kamu gak bakal ngerasain sakit lagi Naina” Syam menepuk pucuk kepala istrinya lembut dan Naina tersenyum.

__ADS_1


***


Keesokan harinya, setelah pulang dari sekolah Naina langsung ke toko. Toko baru yang dijanjikan Syam kepadanya, Naina senang karena yang datang ke toko semakin banyak dan Ai juga sering kewalahan.


” Mbak Naina aku mau ngomong boleh?” kata Ai dan Naina menoleh padanya.


” Mau ngomong apa Ai ngomong aja" Naina tersenyum.


” Aku takut sama mas Syam mbak, aku takut mbak di apa-apain” Ai khawatir seraya memegang lengan Naina.


” Ya biarin aku di apa-apain juga kan sama suami aku sendiri Ai.” Naina tersenyum dan Ai mengerutkan keningnya.


” Bukan begitu mbak aku takut mas Syam kasar sana mbak, mbak harus jujur sama aku biar aku yang lapor polisi kalau mas Syam main tangan.” Ai menatap Naina lekat agar wanita yang sudah seperti kakaknya itu jujur.


” Enggak Ai, mas Syam memang kasar tapi cuma di mulut doang dia gak pernah main tangan. Mas Syam gak seburuk itu Ai”


” Mbak jangan bohong mana ada yang ucapannya jelek orangnya baik” ketus Ai dan Naina terkekeh.


” Ya Allah kamu gak percaya Ai, emang mas Syam baik cuma kalau lagi cemburu kayak gitu aku juga awalnya gak ngerti. Mas Syam kalau lihat cowok lirik-lirik aku doang dia langsung marah tapi gak pernah main tangan kok.” Naina berusaha meyakinkan Ai.


” Awas aja kalau mbak Naina bohong sama aku" ancam Ai.


” Aku jujur terima kasih sudah khawatir sama aku ya hehe.”


” Mbak udah kayak mbak aku sendiri, semoga aja mas Syam berubah gak baik bentak-bentak istri terus.” Masih protes dengan sikap Syam kepada Naina.


” Mas Syam baik cuma emosian aja orangnya, buktinya mbak mau dioperasi sekarang mas sibuk ngurusin semuanya” lirih Naina.


” Hah mbak mau di operasi kenapa mbak?" Ai kaget.


” Kamu kan tahu kaki mbak sering sakit mas Syam lihat terus mbak di ajak ke rumah sakit, mbak udah lama gak ke rumah sakit jadi lukanya makin dalam harus di operasi biar kaki aku sembuh” Naina tersenyum walaupun dia tidak akan bisa berjalan normal setidaknya dia tidak akan merasakan sakit lagi.


” Operasinya dimana mbak? semoga lancar ya mbak"


” Aamiin, operasi tetap disini di jakarta”


Ai dan Naina tersenyum lebar, tidak lama empat orang datang untuk melihat-lihat toko Naina dan Ai sibuk melayani pembeli.

__ADS_1


__ADS_2