Naina(The Same Perfection)

Naina(The Same Perfection)
Sekolah


__ADS_3

Setelah acara selesai, Naina diminta ayahnya untuk mengajak Syam jalan-jalan.Di belakang Naina dan Syam ada Kabir yang menemani keduanya,dan untuk mengindari fitnah dan hal-hal yang tidak di inginkan.


Aku juga gak nafsu sama dia,aku gak bakal macam-macam apa perlu ya di kawal sampai begini.


Syam tidak mengeluarkan sepatah katapun, langkahnya pincang sama seperti Naina.Naina permanen dan dia hanya sesaat karena lukanya masih sakit,Naina mendelik sebal dan sesekali menoleh ke belakang meminta bantuan kepada Kabir dan Kabir tidak mau melangkah disebelah Syam menggantikannya.


”Kamu pasti senang kan mau menikah dengan anak orang kaya?”ketus Syam bertanya, Kabir mengepalkan tangannya dan Naina menahannya agar tetap diam dan mengikuti saja dari belakang.


”Sama sekali enggak,aku sangat benci dan aku sangat ingin kabur saat ini.Ayo kita kabur sama-sama,kita pergi ke jalan masing-masing.Enggak semua orang bisa bahagia karena harta,kami memang orang kampung tapi kamu yang selalu mengatakan kamu orang kota dan kaya raya bisa kan menjaga ucapannya, buktikan kalau kamu memang benar-benar orang kaya dan memiliki etitude yang baik sesuai dengan kekayaan yang kamu banggakan”tegas Naina sambil tersenyum lebar,Syam terdiam mendengar kata-katanya.Pria itu fokus menatap dan memperhatikan wajah cantik Naina yang ternodai karena luka yang cukup lebar di pipinya karena kecelakaan itu.Kulit wajah yang begitu mulus dan bersih,bibir mungil dan gigi putihnya membuat Syam terpesona.Tidak banyak gadis yang seperti Naina, rata-rata semuanya sudah sangat fashionable mengikuti jaman yang semakin maju,tapi tidak membuat Naina tertinggal gadis itu sangat cantik karena kesederhanaannya, sempurna karena mensyukurinya apa yang dia miliki, takdir dan fisiknya sangat Naina syukuri seburuk apapun itu,dia hanya terus berusaha untuk menjadi manusia yang lebih baik.


****


Waktu berlalu begitu cepat,banyak murid-muridnya yang merindukan Naina.Naina kembali ke ibukota walaupun pernikahannya sebentar lagi,dia tidak mau kehilangan pekerjaannya sebagai guru.Untuk tokonya Naina masih memilih untuk tutup, Naina datang ke ibukota di antar ayahnya.Untuk mengajar beberapa hari dan akan kembali ke kampung setelah acara pernikahannya benar-benar sudah dekat.


Semua murid murid sangat berisik, padahal ketua kelas sudah meminta teman-temannya agar diam.


”Assalamualaikum”salam Naina dengan suara begitu merdu membuat semua murid-muridnya terdiam.


”Bu Nai?”semua murid berbisik-bisik, Rafli tersenyum lebar dan mengeluarkan buku matematika,dia yang paling heboh di kelas tiba-tiba berubah menjadi begitu cool dan siap untuk belajar bersama guru kesayangannya.


”Apa kalian gak mau menjawab salam ibu?"tanya Naina kebingungan melihat semua murid-muridnya bengong.

__ADS_1


”Waalaikumsalam Bu Nai!”seru semuanya begitu kompak dan bersemangat untuk belajar.


”Baik,kita mulai pelajarannya ya anak-anak”seru Naina memegang buku dan memegang spidol, semua medis merasa sedih melihat wajah cantik guru mereka terluka.


Jam istirahat sekolah,Rangga memperhatikan Naina yang sedang sibuk dengan laptopnya sembari menikmati sepotong roti dan sebotol air mineral.Rangga bangkit dan mendekati Naina,Naina terkejut saat Rangga datang dan duduk diseberang nya, sesegera mungkin Naina menutup laptopnya.


”Ada apa ya pak?”tanya Naina.Dan melirik Rangga yang membawa tas belanjaan berwarna merah.


”Kamu kenapa sebenernya Bu Nai,saya sempat ke rumah Bu Nai gak ada”Rangga tersenyum dan Naina terkejut.


”Pak Rangga ke rumah saya? ngapain?”Naina tidak habis pikir,apa jadinya jika para tetangga mengira aneh-aneh.


”Saya mau jenguk Bu Nai,ini ada kue dan cemilan untuk Bu Nai.Semoga cepat sembuh ya Bu"Rangga meletakkan tas belanjaan dan pergi keluar dari ruangan guru,Naina sempat memanggil namanya tapi Rangga tidak menoleh,jika Rangga tidak pergi Rangga tahu Naina akan bersikeras menolak apa yang sudah dia berikan.


***


Nenek Wilda berdebat dengan ayah Rahman,nenek Wilda tidak setuju Syam menikah dengan Naina.Ayah Rahman tidak suka ibunya terlalu ikut campur dan memanjakan Syam yang sudah sedewasa itu,Syam sangat manja dan selalu melakukan hal sesuka hatinya karena merasa dibela oleh neneknya.


”Syam sudah dewasa Bu, berhenti memanjakannya.Dia harus bertanggungjawab, mungkin Naina adalah gadis yang memang di kirimkan untuk Syam.Dia baik, cantik, Sholehah apa kurangnya Naina Bu?”Ayah Rahman merasa gemas sendiri, tidak berani dia berteriak dan takut suaranya meninggi di hadapan ibunya.


”Dia pincang”tegas nenek Wilda dan ayah Rahman tidak bisa membantah hal itu.

__ADS_1


”Dia baik Bu"lirih ayah Rahman,nenek Wilda tidak mau mendengar dan memilih pergi meninggalkannya.


Di kamar Syam,pria itu sedang kebingungan memilih pakaian untuk dia kenakan.Ayah Rahman meminta Syam untuk menjemput Naina dan mengajak Naina memilih pakaian untuk seserahan pernikahan nanti,dan barang-barang yang lainnya juga.Syam kesal karena Naina seolah tidak tergoda oleh wajah tampannya,dia akan berdandan setampan mungkin dan akan membuat gadis itu terpesona melihatnya.


****


Di sekolah,jam pulang sekolah tiba.Semua murid berhamburan keluar dari kelas,Naina tersenyum lebar.Dia merasa sudah lama tidak melihat pemandangan dan suara riuh anak-anak betapa senangnya mereka untuk pulang setelah setengah hari belajar.


”Aduh, ngapain sih”Naina terkejut saat melihat Syam sudah berada di luar pintu gerbang sekolah yang terbuka lebar.Syam yang tengah menyenderkan punggungnya di pintu mobil menjauh saat melihat Naina,Naina menghalangi wajahnya dengan tas.Lalu dia melangkah ke arah lain.Syam berjalan cepat dan menghadang nya.


”Aku tahu kamu kaget melihat ku datang,salah siapa juga karena enggak merespon telepon dan pesan aku.”Ketus Syam dan Naina tetap menghalangi wajahnya dengan tasnya,Syam menyambar tas Naina dan kesal karena merasa tidak di anggap.


Rangga berlari dan melihat Naina terganggu oleh kedatangan seorang pria.


”Bu Nai,ada apa?”tanya Rangga dan Syam menoleh, Rangga dan Syam terdiam dan keduanya saling menatap tajam.Naina mengangkat kepalanya dan melihat Syam dan Rangga bergantian,ada yang aneh dengan keduanya.


”Jangan ganggu dia,dia guru disini”tegas Rangga lalu merebut tas Naina dari tangan Syam tapi Syam merebutnya lagi.”Jangan macam-macam”tegas Rangga dan berdiri dihadapan Naina menghalangi pandangan Syam.


”Jangan ikut campur”tegas Syam dan melangkah lebih dekat kepada Rangga, Syam menyeret lengan Rangga dan dia akhirnya bisa melihat Naina lagi.


”Jangan ganggu dia Syam”Rangga merebut tas Naina,Naina terkejut karena Rangga dan Syam ternyata saling mengenal.

__ADS_1


”Dia guru disini,dan kamu berhak mengaturnya begitu?”kesal Syam dan menarik tangan Naina, Naina berusaha melepaskan cekalan tangan Syam tapi dia tidak mampu.Syam mengangkatnya tangan Naina dan memperlihatkan cincin di jari manis tangan kanan gadis itu.”Dia tunangan ku”tegas Syam dan merebut tas Naina,Syam menarik tangan Naina dan membawa Naina pergi.Rangga diam mematung mendengar apa yang dikatakan Syam,Rangga berbalik dan melihat Naina dibawa oleh Syam dan Naina tidak menolak, Naina takut Syam mengadu kepada ayahnya dan membuat ayahnya kecewa.


__ADS_2