
Sesuai janjinya Syam mengajak istrinya tercinta untuk menikmati waktu bersama di sebuah negara yang sedang mengalami musim dingin saat ini. Naina hanya pernah mendengar keindahan negara tersebut dari beberapa temannya saat di acara reuni tahun lalu. Tidak pernah terlintas di pikiran nya bahwa ia akan melihat keindahan negara tersebut, akan tetapi tetap saja impiannya adalah negara yang terdapat kota Mekkah di sana, Naina sangat ingin menunaikan umrah tapi dia menunggu waktu yang tepat karena pasti uang suaminya habis untuk honeymoon sekarang.
” Mas dingin" imbuh Naina padahal dia memakai pakaian empat lapis,kaos kaki tebal dan kerudungnya di tutupi topi kupluk. Tetap saja Naina merasa kedinginan.
” Pulang?" Syam khawatir melihat istrinya kedinginan dan Naina mengangguk, Syam akhirnya membawa Naina pulang. Bukan hanya keduanya yang berjalan kaki, banyak juga wisatawan asing dan pribumi yang sedang melakukan kegiatan yang sama.
Sesampainya di hotel Naina dan Syam menikmati secangkir cokelat panas dan keduanya melihat pemandangan kota paris dari kamar hotel mereka.
” Mas besok jalan-jalan lagi ya" Naina antusias.
” Beri aku service terbaik malam ini” pinta Syam dan Naina mengerucutkan bibirnya kesal.
” Dasar mesum” maki Naina dan Syam tidak perduli.
Naina tersenyum lebar dan dia benar-benar bahagia saat ini. Bisa menghabiskan waktu bersama suaminya tanpa di ganggu siapapun. Tapi Naina selalu takut jika suaminya marah dan sudah pasti akan kasar kembali padanya. Takdir memang sangat membingungkan, itulah yang selalu dikatakan Naina. Takdir yang mempertemukannya dengan Syam, di awal dia begitu kesal kepada pria di sebelahnya kini, begitu hancur saat dia harus menjadi istri dari pria ini, namun semakin mengenal Syam Naina sadar tidak ada laki-laki yang sempurna seperti Baginda Rasulullah Saw, dan Syam adalah suami yang terkadang menjadi sumber kebahagiaan sebaliknya juga Syam terkadang menjadi sumber kesedihannya. Ujian rumah tangga memang berat, dan kecemburuan yang berlebihan sering menjadi penyebab utama hancurnya rumah tangga, Syam sangat pencemburu kepada siapapun tidak pandang bulu.
****
Keesokan harinya, di toko pakaian Naina. Ai sedang mulai membuka toko tempatnya mengais rezeki dengan doa-doa yang terus dia ucapkan supaya ada rezeki yang berkah hari ini. Tak selalu berbentuk uang, bisa mendapatkan ketenangan juga adalah sebuah rezeki.
” Permisi" ucap Amira dan Ai menoleh, raut wajah Ai tidak senang melihat wanita itu.” Saya mau bertemu dengan bos kamu" kata Amira dan Ai menggeleng kepala.
” Mbak Naina lagi sibuk, gak ada disini" kata Ai lalu melangkah untuk pergi masuk ke dalam toko tapi Amira menarik ujung hijab bagian belakang agar Ai berhenti, Ai murka dan menepis tangan Amira pelan.
” Mbak tolong yang sopan ya" tegas Ai dan melirik pak satpam.
Amira yang takut melihat satpam bergegas pergi dan sempat melirik tajam kepada Ai, Ai mengusap dadanya dan benar-benar merasa tidak percaya dengan Amira yang pernah berhubungan dengan Syam.
__ADS_1
” Kasihan mbak Nai harus terbayang-bayang wanita itu dalam hubungannya, aku harap mas Syam bisa setia" lirih Ai berbisik lalu dia masuk untuk memulai pekerjaannya.
*****
Di Paris, Syam dan Naina sedang berdoa bersama-sama setelah melaksanakan sholat subuh berjamaah. Naina sesekali melirik punggung besar suaminya dan terus mengaminkan doa yang di ucapkan dengan suara lirih oleh suaminya itu. Setelah selesai Syam berbalik dan Naina meraih tangannya, dia kecup punggung tangan suaminya lembut lalu Syam mencium kening istrinya. Syam melepaskan peci dan bergeser karena dia ingin membaringkan kepalanya di pangkuan Naina.
” Mas apa menurut kamu cemburu itu bagian dari sebuah cinta?" tiba-tiba Naina bertanya dan Syam menatapnya.
” Tentu, untuk apa cemburu kalau gak cinta Nai” Syam tersenyum.
” Bukannya dulu saat istri Rasulullah Aisyah Radhiyallahu Anhu cemburu dan Baginda Rasul tidak membenarkan kecemburuan istrinya itu mas?"
” Kita hidup di zaman berbeda Naina” Syam berucap lalu menekan kedua pipi istrinya gemas.
” Tapi kita bisa memetik pelajaran dari kisah Sayidah Aisyah dengan Baginda Rasul mas. Kecemburuan sama sekali gak bisa di benarkan dalam kondisi dan situasi apapun, banyak pasangan saling membunuh karena cemburu, banyak pasangannya yang bertengkar karena cemburu, dan banyak lagi kejadian-kejadian yang disebabkan oleh rasa cemburu. Saat kita cemburu setan sedang berada dekat dengan kita, hanya keimanan dan ketaqwaan kepada Allah yang bisa melawan saat setan datang menggoda dan cemburu bukanlah bagian dari cinta mas.” Tutur Naina menjelaskan semampu dan seingatnya. Syam terdiam dan benar juga apa yang dikatakan oleh istrinya itu. Rasa cemburu selalu diartikan dengan besarnya rasa cinta, padahal rasa cemburu hadir saat syaitan datang mendekat. Dan hanya orang-orang yang beriman yang bisa menghindarinya.
” Cemburu dan rasa khawatir kehilangan bukannya berbeda ya mas? cemburu lebih mendekat pada kekerasan dan dosa. Sementara jika kita takut kehilangan kita akan menegur secara halus dan baik agar tidak kehilangan orang yang kita cintai, mencintai berlebihan juga tidak baik kan mas? cintai pasangan mu tapi jangan lupa mencintai pencipta-Nya” Naina tersenyum lebar dan Syam tersenyum.
” Kenapa istriku pintar sekali" puji Syam.
” Aku gak butuh pujian tapi aku mau kamu memperhatikan apa yang aku katakan tadi mas” lirih Naina dan Syam tersenyum.” Kamu harus perlahan-lahan berubah, memang gak mudah tapi setidaknya sifat keras dan cemburu kamu harus di kurangi, jujur aku tersiksa setiap suamiku ini cemburu” Naina tersenyum dan mencubit hidung suaminya gemas. Syam tersenyum dan mengangguk.
Setelah perbincangan singkat itu selesai Syam dan Naina bersiap untuk berjalan-jalan kembali dan mengunjungi beberapa tempat wisata. Syam yang lebih dulu selesai bersiap dan dia membantu Naina memakai mantel. Bulan madu yang membuat candu, karena cuaca yang dingin membuat Naina selalu memeluknya supaya merasakan kehangatan.
” Yang ini belum aku cium” Syam berlutut di hadapan Naina dan mengelus serta mencium perut istrinya. Naina tersenyum dan mengusap rambut Syam lembut, Naina tidak merasakan gejala yang selalu dikeluhkan oleh banyak wanita hamil, mual muntah dan pusing yang berlebihan. Naina hanya merasakan pusing dan mual juga tidak terlalu parah, nafsu makannya meningkat dan Syam selalu berusaha mencari makanan atau barang yang diinginkan Naina, karena takut anaknya ileran nanti.
****
__ADS_1
Di kampung, Husna sedang merengek-rengek meminta uang kepada ibunya padahal ibunya juga harus pandai-pandai mengatur keuangan karena suaminya yang hanya bisa bekerja serabutan di usia tua ini.
” Emang ibu gak di kasih uang sama Naina? kok Naina pelit banget sih Bu" cibirnya dan Bu Ratna menggeleng kepala.
” Ibu, bapak dan Kabir di kasih. Naina meminta kami untuk mengatur keuangan dengan baik, Naina sedang hamil sekarang dan pekerjaannya sangat banyak. Dan dia butuh uang untuk cara 4 bulanan,dan yang lainnya” tutur Bu Ratna menjelaskan tapi tetap saja tidak membuat Husna menyerah.
” Ibu pikir Syamsul miskin? dia kaya bu” Husna mendelik sebal.
” Naina bukan seorang istri yang akan terus meminta uang sama suaminya, dia sudah bisa mandiri dan suaminya juga mengerti kewajibannya apa. Kamu kapan mau memulai program kehamilan?” Bu Ratna sudah tidak sabar ingin mendengar kabar baik dari Husna.
” Aku mau masih mau berduaan sama mas Mirza belum mikirin anak" Husna menundukkan kepalanya dan akhir-akhir ini Mirza sangat susah untuk di ajak berhubungan.
” Ibu udah gak sabar" Bu Ratna tersenyum dan Husna berhenti berbicara, percuma dia membujuk ibunya karena ibunya lebih penurut kepada Naina. Rasa iri dan dengki timbul tanpa permisi.
*****
Naina dan Syam sedang menikmati wisata menara Eiffel. Naina sangat ingin masuk dan menyentuh bangunan menara Eiffel tersebut, keduanya memilih tiket yang naik menggunakan lift karena Syam tidak mau istrinya kelelahan menaiki tangga. Syam sengaja memesan tiket sampai naik ke puncaknya dan dia tidak berhenti mengabadikan momen romantis tersebut.
” Dingin" kata Syam dan memeluk istrinya.
” Mas mahal” kata Naina karena harga tiket sangat mahal untuk sampai di puncak dan Syam menggeleng kepala.
” Aku mau kamu membayarnya kalau begitu" goda Syam dan Naina terkejut.
” Aku gak mau" Naina tersenyum menggoda.
” Bayar dengan yang lain” Syam berbisik dan Naina mencubit tangannya manja.
__ADS_1
Keduanya berpelukan hangat dan melihat pemandangan dari atas menara Eiffel tersebut, suasana yang begitu romantis dan Naina berharap kejadian bahagia itu akan terus terulang.