Naina(The Same Perfection)

Naina(The Same Perfection)
Salah paham


__ADS_3

Naina dan Syam masih saling diam,Naina benar-benar berubah dan Syam tidak suka itu.Dia rindu dengan Naina apa adanya, Naina sepertinya marah dan selalu menghindar saat Syam ingin memeluknya dengan berbagai macam alasan.Syam sedang ada rapat hari ini,di sebuah restoran di mal.Syam benar-benar harus profesional dalam bekerja,mau ada masalah maupun tidak.50 karyawan tanggung jawabnya di perusahaan.Setelah rapat selesai, semuanya bubar.Syam menatap jam tangannya.Sudah pukul 5 sore.


”Aku langsung pulang”imbuh Syam, Bayu terdiam dan menatap kepergian Syam.Syam terus melangkah masuk ke lift,dan keluar dari lift.Syam berhenti saat melewati toko boneka,apa Naina suka boneka?apa Naina mau berbicara tentang apa yang terjadi setelah mendapatkan hadiah?Syam tidak tahu.Tapi jujur,dia sangat tersiksa dengan diamnya Naina.Syam masuk ke dalam toko untuk membeli boneka.


”Saya mau yang ini"pinta Syam kepada pegawai toko.


”Baik mas,mohon di tunggu"imbuh pegawai toko dan pergi membawa boneka beruang untuk di bungkus.


Syam pergi dari toko boneka untuk segera pulang,dari kejauhan dua orang laki-laki memperhatikan Syam.Mereka adalah murid-murid Naina.


”Itu suaminya Bu Nai kan,Bu Nai nya kemana?"


”Suaminya cuma sendirian kali”


Keduanya diam dan terus memperhatikan Syam.Keduanya mengeluarkan ponsel saat melihat Syam didekati oleh seorang wanita, yaitu Amira.


”Wah suaminya Bu Nai gak bener”


”Suami Bu Nai selingkuh,Bu Nai harus tahu.Kasihan banget Bu Nai, kira-kira kenapa suaminya selingkuh?”


”Mungkin karena Bu Nai jalannya pincang,dia malu kali.Pokoknya aku harus ngasih tahu sama Bu Nai”


Syam menatap sinis Amira,Amira berusaha untuk mendekat tapi Syam mundur menjauh.Dia memang masih menyukai Amira,tapi rasa cintanya mulai tumbuh untuk Naina.


”Kamu ngapain disini?jangan bilang kalau kamu ngikutin aku Amira"Syam begitu ketus dan Amira mendelik sebal.


”Aku emang ngikutin kamu, karena kamu susah untuk aku temui.Kejutan,aku sudah menemukan kamu Syam"Amira tersenyum lebar lalu menghambur memeluk Syam.Syam berusaha melepaskan pelukan Amira dan dia menjadi pusat perhatian orang-orang.


”Amira lepas"Syam menjatuhkan boneka yang dia bawa lalu mendorong Amira agar menjauh.Miko yang memang ada di sana,menahan Amira yang hampir terjatuh.


”Syam sabar dong, Amira cuma mau ngomong sama kamu.Gak usah kasar-kasar"tegas Miko lalu mencengkram kuat kerah baju Syam dan Syam membalasnya.Amira panik melihat keduanya bertengkar sekarang.


”Aku juga tahu kamu menyukai Amira kan?kamu yang memberitahu Amira kemanapun aku pergi.Padahal aku menceritakan semuanya sama kamu Miko”tegas Syam kesal, dia tahu Miko sudah memiliki perasaan untuk Amira sejak lama.Amira terdiam dan menatap Miko yang perlahan-lahan melepaskan cengkraman tangannya,Miko tidak mau Amira tahu tapi Syam malah mengatakannya.


”Minggir!"Syam mendorong tubuh Miko lalu meraih bonekanya dan pergi meninggalkan Amira dan Miko.

__ADS_1


”Miko,kamu berani suka sama aku?aku gak sudi Miko!"bentak Amira dan menatap Miko kesal.


”Ya,aku suka sama kamu Amira!"Miko berteriak.


”Diam!”Amira menyapu sekeliling dan banyak orang yang memperhatikannya.


Amira memilih pergi dan Miko yang khawatir menyusulnya.


****


Di rumah Naina,Ai sedang sibuk memasukkan pakaian yang masih terbungkus rapih ke dalam rak tinggi itu.Naina memeriksa setiap barang yang masuk, kurang satu saja Naina sudah merugi.Dia tidak pernah mengambil keuntungan lebih,dia selalu memasang harga dan mendapatkan untung yang wajar-wajar saja.Mau sedang hits ataupun tidak pakaian yang Naina jual, itu tidak berpengaruh untuk Naina.


”Koko,ini barangnya kurang selusin ko"imbuh Naina dia sedang menelepon dengan Koko yang menjadi tempatnya mengambil pakaian.


”Kirim saja foto nya,besok saya kirim Naina."Koko percaya Naina tidak akan curang.


”Baik ko, terima kasih”Naina tersenyum lebar dan panggilan berakhir.


”Ai yang ini tolong di simpan di pojok sana ya”pinta Naina.


"Belum aku sortir,banyak banget.Kamu beresin semuanya aja, yang itu simpan insya Allah aku sortir nanti malam"Naina tersenyum.


"Siap mbak”Ai antusias.


Naina bangkit dari duduknya,dia harus berpegangan agar bisa bangkit.Naina keluar dan melihat seorang pria membawa satu-persatu dus berisi minuman plastik.Naina mengambil uang untuk membayarnya.


”Mbak Nai mau langsung dibawa masuk?"tanya pria tersebut, Haerul.


”Iya mas, tolong ya ada Ai juga didalam"pinta Naina,pria itupun mengangguk lalu membawa satu-persatu dua dus dan Naina memberikannya uang sebagai upah sudah mengantarkan air ke rumahnya.


”Makasih mbak Nai"Haerul tersenyum.


"Sama-sama"Naina juga tersenyum.


Todtt...Suara klakson membuat Naina dan Haerul terkejut, Naina melihat tatapan Syam begitu tajam.

__ADS_1


”Mas sebaiknya cepat pergi”pinta Naina dan Haerul buru-buru pergi,Syam keluar dari mobil dan Naina melangkah mendekatinya.


”Kamu ngapain?”raut wajah Syam sudah terlihat tidak bersahabat.”Keluar rumah sama cowok,gak punya malu kamu?"Syam benar-benar marah,Ai yang mendengar berhenti bekerja lalu diam dan mendengarkan dengan baik, tenyata Naina tidak sebahagia yang dia pikirkan.Kedua mata Naina sudah merah lalu menyalami tangan suaminya.


”Masuk"ajak Syam seraya meraih pergelangan tangan Naina lalu menariknya, Haerul yang mendengar apa yang terjadi merasa miris dengan nasib Naina.


Naina membuat teh hangat lalu memberikannya kepada Syam,Syam memperhatikan Naina lekat.Syam sedang duduk di tepi ranjang dan sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi.


”Mas"lirih Naina.Dia sedang membuka ponselnya dan melihat muridnya mengirimkan foto Syam yang sedang berpelukan dengan Amira.Naina melirik suaminya,baju yang sama dengan yang di foto.Berarti Syam habis bertemu dengan Amira tadi.Naina tidak membenarkan apa yang dilakukan muridnya, apalagi perbuatan suaminya.


”Kamu berubah karena punya yang lain Naina?"Syam setengah berteriak.”Berani ya kamu,membawa masuk laki-laki lain ke rumah"Syam menatap Naina tajam


”Ke toko mas,bukan ke rumah.Ai juga ada"Naina melangkah mendekat,seraya mengenggam ponselnya.


”Gak usah banyak alasan, melayani suami gak pernah,sama suami jutek mulu.Kemarin Rangga sekarang laki-laki lain,murahan banget kamu Nai"maki Syam dan air mata Naina tumpah ruah mendengar makian suaminya.


”Aku gak begitu mas,cukup kamu hina aku terus hiks...”Naina menangis dan Syam mendelik sebal.


”Gak usah ngelak,kamu ngaku aja.Ngapain kamu pakek beginian kalau kelakuan kamu buruk Naina”syam menarik jilbab Naina sampai terlepas dan dia melemparkannya ke lantai.


”Mas!"bentak Naina seraya meraih hijabnya.


”Aku kecewa Nai,apa kamu gak bisa menghargai aku?kamu mau pilih aku atau Rangga,atau laki-laki itu"Syam menatap Naina tajam dan Naina terus menangis.


”Kamu sendiri bisa gak jauhin mbak Amira?"Naina melemparkan ponselnya kepada Syam,Syam melihat apa yang ada di ponsel Naina.”Aku gak bisa gak ketemu sama pak Rangga,kami mengajar di sekolah yang sama.Sudah pasti ketemu setiap hari mas,yang tadi mas Haerul dia nganterin air ke toko.Karena air udah habis,kamu bisa gak sih ngomong baik-baik.Aku sakit hati mas kamu hina kayak gitu,kalau aku salah aku yang salah mas gak berhak nyalahin hijab aku, nyalahin penampilan aku.”Lirih Naina dan terus menangis,Naina menangis sesenggukan dan Syam menatapnya sendu.


Keduanya terdiam,hanya suara isakan tangis Naina yang terdengar.Syam meremas rambutnya frustasi,saat dia marah dia tidak bisa mengontrol kata-kata nya.Dia selalu seperti itu, kata-kata kasar dan tidak pernah memikirkan apa akibatnya.Syam meraih tangan Naina tapi Naina menolak.


”Aku bukan perempuan murahan mas,aku juga bisa jaga diri aku sendiri.Tapi aku juga manusia, aku butuh bantuan orang lain.Kamu sendiri,apa kamu mau ngambil air ke grosir?kamu belum tentu mau mas.Gak semua laki-laki yang dekat sama aku, memiliki hubungan sama aku mas.Tolong kamu kalau marah mending kamu diam, gak usah ngomong.Aku sakit hati mas,aku cuma perempuan yang banyak kekurangan.Aku berusaha untuk menghargai kamu,tapi aku juga butuh di hargai mas”Naina terus menangis setelah berbicara panjang lebar dengan suara gemetar,Syam menatap Naina lekat dan merasa bersalah.


”Aku minta maaf"lirih Syam.


”Kamu harus tahu,mbak Amira pernah kemari.Dia bilang kamu sama dia masih berhubungan, padahal kamu tahu sendiri ada aku mas.Aku istri kamu,kamu pulang sore habis jalan sama mbak Amira di mal.Enak banget hidup kamu ya mas,kamu yang selingkuh malah aku yang di caci maki”Naina bangkit dari duduknya lalu memakai hijabnya lagi,Syam mendekat dan memeluk Naina.Naina diam tidak merespon apapun, sampai Syam menahan tangannya lalu mencium pipi Naina lembut.


”Aku minta maaf,aku sama Amira gak ada hubungan apa-apa lagi Nai"Syam berusaha untuk membuat Naina percaya tapi Naina diam.

__ADS_1


"Aku gak percaya mas,karena kamu juga gak percaya sama aku.Kamu gak pernah percaya"Naina melepaskan pelukan Syam lalu memilih pergi keluar dari kamar.Syam meninju dinding kamar dan Naina berhenti melangkah,dia ingin melihat tapi rasa sakitnya menghalangi.


__ADS_2