
Pagi ini, setelah sholat subuh Naina malah tidur kembali masih memakai mukena.Dia benar-benar kelelahan,Syam menatap wajah cantik Naina lekat.Bibirnya tersenyum lebar,Syam sama sekali belum pernah melihat rambut Naina.Apa jika dia meminta Nai melayaninya,Naina akan mau? entahlah.Syam ragu tapi dia juga ingin.Naina membuka matanya,dan Syam menutup matanya.Pura-pura tidur.
”Astaghfirullah,ini jam berapa?"Naina bangkit dan melirik kanan-kiri.”Jam 8?"Naina semakin panik saat melihat jam dinding.Syam membuka mata kanannya perlahan-lahan, mengintip.Tangannya bergerak dan menarik perut Naina sampai Naina kembali berbaring disebelahnya.
”Mas,bangun."Lirih Naina dan berusaha melepaskan tangan Syam.
”Aku masih ngantuk Mau,dingin"Syam semakin bergeser dan memeluk Naina erat,Naina melihat tangan suaminya dan menggigit bibir bawahnya kelu.Naina merasa bodoh, bisa-bisanya dia tidur lagi.Apa kata mertua dan keluarga suaminya?Naina benar-benar malu.
”Mas aku matiin AC nya ya, sekarang aku mau siap-siap keluar.Mama bilang tadi subuh mau masak katanya mas,aku mau bantuin mama”Naina berusaha untuk melepaskan tangan Syam tapi Syam tidak perduli,dia terus memeluk Naina dan tersenyum tipis.Naina akhirnya diam, dan menunggu Syam melepaskan pelukannya.
Di dapur, nenek mengomel dan memaki Naina.Mama Novi tidak berbicara sepatah katapun,mama Novi sedang sibuk memasak dibantu oleh Tari dan bibi.Ibu mertuanya memang seperti itu, mama Novi menjadi teringat dengan dulu saat-saat dia tinggal bersama mertuanya.Beruntung,ayah Rahman selalu menenangkan nya.Dan mama Novi sudah terbiasa dengan ucapan mertuanya.
”Naina pasti capek,Syam juga belum keluar.Nenek sudah gak sabar mau lihat Naina ya?"goda Tari.
”Apaan sih kamu, siapa juga yang mau lihat muka kampungan Naina"maki nenek dan mama Novi menoleh serta menatap mertuanya dengan tatapan tidak suka.
”Ibu, tolong jaga ucapan ibu.Syam aja gak ada masalah sama Naina,Naina baik dia menantu ku Bu.Aku sama mas Rahman sayang sama Naina,aku harap ibu bisa lebih hati-hati dengan ucapan ibu"lirih mama Novi menegus secara halus, berharap mertuanya mengedit dan Tari melirik keduanya bergantian.
”Keterlaluan kamu Novi"maki nenek dan akhirnya pergi meninggalkan dapur,mama Novi menggeleng kepala.Dan Tari mengusap-usap bahu ibunya itu agar tenang.Tidak lama, Naina datang sendirian dan lekas membantu mama Novi dan Tari.Mama Novi tersenyum melihat Naina sangat pintar memasak, Syam pasti sangat senang memiliki isteri seperti Naina.
"Nak,kamu pintar sekali memasak ternyata"puji mama Novi.
”Aku bisa sedikit mama"Naina tersenyum.
”Syam juga sangat pintar memasak,Naina harus mencoba masakannya"seru Tari dan Naina menoleh.
”Mas Syam bisa masak mbak?"tanya Naina dengan raut wajah terkejut.
__ADS_1
"Iya,kamu baru tahu sayang?"mama Novi tersenyum melihat wajah Naina.
”Hehe iya mama”Naina tidak mengira, Syam bisa memasak.Dia bahkan tidak tahu pekerjaan suaminya secara pasti,itu sebabnya mendapatkan uang nafkah sebesar itu membuat Naina kaget.
Semua keluarga makan bersama,Naina menyiapkan piring untuk suaminya.Syam datang paling akhir,dia sudah siap untuk keluar karena ada pekerjaan penting.
”Syam kamu mau kemana?"tanya mama Novi dan Naina melirik suaminya.
”Aku ada pekerjaan ma,aku titip Naina.Jangan sampai Naina kenapa-kenapa"tutur Syam seraya melirik Resta,dia yakin gadis itu akan berulah.Resta ada di rumah karena hari ini hari Minggu,dia terkadang tinggal bersama orang tuanya ataupun di rumah orang tua Syam.Resta menundukkan kepalanya.
”Tentu,jangan lama-lama.Istri kamu pasti masih canggung jika sendirian disini"mama Novi tersenyum dan mengerti bagaimana perasaan Naina.
”Syam jangan galak-galak sama Resta”tegur nenek.Dan Syam mengangkat bahu dia tidak perduli.
****
Amira sedang berada disebuah tempat wisata,dia sedang ada pemotretan hari ini.Amira memang seorang model terkenal, banyak kaum Adam yang mengenalnya.Wajahnya sering terpampang di majalah dewasa.Amira melirik kedatangan Miko,Miko melambaikan tangan menyapa.Dan Amira tersenyum tipis.
”Dari mana kamu tahu aku disini?"Amira bertanya seraya merebut minuman yang sedang di nikmati Miko.
”Ada kabar baik”seru Miko,dia tidak bisa membiarkan gadis yang dia cintai menangis lagi, mungkin kabar yang dia dapat sekarang bisa membuat Amira bahagia.Sekalipun dia harus mengkhianati Syam.
”Apa?"Amira penasaran.
”Syam sudah kembali ke Jakarta,kemarin malam"imbuh Miko dan senyuman langsung tercipta dari bibir tebal Amira.
”Yang benar kamu Miko"Amira menggoyangkan tangan Miko dan Miko mengangguk seraya tersenyum manis.
__ADS_1
”Iya beneran"
”Kamu mau bantuin aku kan,aku mau ketemu Syam.Tapi kayaknya dia gak bakal mau,karena kami udah putus.Kamu harus bantuin aku ya”pinta Amira seraya merengek-rengek dan menggoyangkan tangan Miko.Miko mengangguk mengiyakan.
*****
Malam hari tiba,Naina besok mulai kembali mengajar, bekerja dan sebagainya.Entah sampai kapan Naina tinggal di rumah mertuanya,mertuanya sangat baik itu sebabnya Naina takut melakukan kesalahan.
”Nai”suara Syam terdengar dan pintu terbuka, Naina yang hanya mengaitkan hijabnya buru-buru meraih jarum pentul lalu memakai hijabnya dengan benar,Syam terdiam melihat Naina panik dan menatapnya lekat.
”Kenapa kamu?"tanya Syam lalu menutup pintu,dan di lengan kanan dia memegang laptopnya.
”Enggak kenapa-kenapa mas, mas tadi siang mama ngasih hadiah untuk aku"kata Naina lalu membuka laci dan mengeluarkan kotak perhiasan,Syam duduk di tepi ranjang dan Naina melangkah mendekatinya.
”Duduk”titah Syam seraya menepuk tepi ranjang disebelahnya.
”Ehmm ya"Naina duduk dan memperlihatkan apa yang diberikan mama Novi.”Ini terlalu mahal kan mas, aku ragu menerimanya.Mama baik banget”Naina tersenyum lebar dan Syam juga tersenyum.
”Ya terima aja,kalau kamu menolak itu lebih gak pantes Nai.”Kata Syam dan Naina mengangguk.
”Mas,aku juga mau ngomong hal lain"ucap Naina membuat Syam yang sudah berdiri duduk kembali.
”Apalagi?"ketus Syam.
”Uang yang kamu kasih kebanyakan mas,kamu gak salah kasih mas?"Naina masih ragu.
”Terus,kamu maunya berapa?300 ribu sebulan Nai!"Syam berkata seraya menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
”Ya enggak gitu juga mas,ya udah makasih”Naina tersenyum.
Syam mendelik sebal,lalu dia bangkit dan menyentil hidung mancung Naina.Naina terdiam saat jemari Syam menyentuh hidungnya.