Naina(The Same Perfection)

Naina(The Same Perfection)
Rumah mertua


__ADS_3

Sesampainya di Jakarta,hari sudah malam.Syam mengemudikan mobilnya menuju rumah orang tuanya.Naina dan Syam belum membicarakan dimana mereka akan tinggal nanti,Naina ingin tinggal di kontrakannya.Sementara Syam sudah memiliki rumah dan apartemen yang sudah dia beli untuk di tinggali bersama istrinya.Syam menggerakkan kepalanya ke kanan dan kiri,dia sangat lelah menyetir berjam-jam.Naina dan Syam sempat beristirahat di mesjid.Syam menoleh melihat Naina tertidur.Syam tersenyum lebar lalu menepikan mobilnya.


”Dia pasti lelah"kata Syam berbisik lalu melepaskan jaketnya,dia selimuti tubuh istrinya itu perlahan-lahan.Syam menelan ludahnya kasar melihat bibir mungil istrinya,Syam menggerakkan tangannya dan ingin menyentuh bibir serta wajah istrinya.Baru kening Naina yang dia cium, selebihnya belum.Syam menatap mata,pipi, bibir dan dagu istrinya.Tangannya menempel di kaca mobil,dia dekatkan wajahnya ke wajah Naina.Naina yang merasakan hembusan nafas kasar menerpa kulit wajahnya seketika membuka matanya.Syam mundur menjauh.


Bug!Syam panik sampai kepalanya membentur bagian langit mobil.


”Auw auw auw”Syam terus meringis dan kembali duduk dengan benar sambil memegang kepalanya.


”Mas mau ngapain? sakit kan?"Naina juga bingung entah apa yang mau dilakukan suaminya.


”Sakit Nai,coba lihat benjol gak”Syam menundukkan kepalanya dan Naina mengusap rambut dan melihat kulit kepala suaminya.


”Benjol dikit”kata Naina lalu menahan tawanya.Syam menatap Naina kesal.


”Jangan ketawa kamu Nai,dosa kamu ngetawain suami”Syam kembali menyalakan mesin mobilnya sambil mengusap kepalanya yang benjol.


”Maaf"Naina cekikikan sambil lalu melihat keluar kaca mobil.Syam tersenyum tipis melihat Naina cekikikan,lalu mobil kembali melaju dengan kecepatan sedang menuju rumah orang tuanya.


****


Di rumah orang tua Syam,mama Novi sibuk menyiapkan makanan.Mama Novi meminta Syam untuk makan dirumah bersama,mama Novi tidak berhenti melirik jam dinding.


”Mas,Syam kenapa lama ya?"tanya mama Novi kepada ayah Rahman.


”Mungkin lagi di jalan ma,sabar aja."Sahut ayah Rahman.


”Kalian kayak baru punya menantu aja"ketus nenek Wilda.


”Kami punya dua menantu laki-laki,tapi menantu perempuan kami baru punya Bu"lirih mama Novi dan nenek mendelik sebal.


Suara pintu gerbang terbuka,semua keluarga antusias untuk melihat siapa yang datang dan sudah pasti Syam dan Naina.Hanya Resta dan nenek yang begitu tidak perduli.


”Itu Naina"lirih mama Novi setelah mengintip dari balik kaca jendela lalu dia keluar untuk menyambut keduanya.Syam mengernyit heran melihat semua keluarga keluar,Naina tersenyum manis saat melihat mama Novi.


”Naina, jaga sikap kamu.Jangan bikin malu"ketus Syam dan Naina mengernyit.


”Keluar juga belum mas”Naina membuka pintu mobil dan Syam menariknya.

__ADS_1


”Jangan keluar, aku yang buka baru kamu keluar.Kita harus terlihat romantis,biar mama gak banyak nanya”Syam turun dari mobil setelah berucap seperti itu,Naina diam menunggu Syam membukakan pintu mobil untuknya.Mama Novi dan ayah Rahman tersenyum saat Naina keluar lalu Syam merangkul pinggang Naina.


”Mas"Naina menatap Syam lekat, berusaha bergeser tapi Syam menahannya.


”Kamu nurut aja Nai,jangan banyak tingkah"ucap Syam berbisik,dan Naina diam.Dia juga tidak mau mama Novi menanyakan hubungannya dan Syam seperti apa sekarang, apalagi kalau melihat nya dan Syam tidak romantis.Malam pertama pun pasti akan di pertanyakan.


”Assalamualaikum”ucap Naina lalu berpelukan dengan mama Novi.


"Waalaikumsalam"jawab semua orang.


Resta memperhatikan penampilan sederhana Naina,dalam hati dia mencibir berulang kali dan yakin pernikahan Syam dan Naina tidak akan bertahan lama.Syam menikahi Naina karena takut masuk penjara dan juga ada alasan lain dan hanya Syam yang tahu alasan itu.


”Ayo ayo masuk"ajak mama Novi, semuanya masuk dan meninggalkan Syam begitu saja.


”Baru datang sudah mencuri perhatian orang rumah”ketus Syam berbisik.


Naina duduk bersama mama Novi,dia menengadah sesekali.Melihat rumah besar dan megah tersebut, barang-barang pajangan mahal dan yang lainnya tidak perlu ditanyakan lagi.Naina yakin semuanya mahal, untuk pertama kalinya Naina melihat dan masuk ke rumah mertuanya.


”Bagaimana kabar kamu nak?"mama Novi bertanya dan Naina menoleh.


”Saya baik Tante"jawabnya dan semua orang terkejut."Emm"Naina gugup.


”Sebaiknya kita langsung makan malam”ajak ayah Rahman dan semuanya mengangguk.


”Ayo”ajak Tari kepada adik iparnya, Naina.Naina tersenyum lebar dan melangkah bersama yang lain menuju dapur,Syam duduk bersebelahan dengan istrinya.Semua keluarga diam-diam memperhatikan pengantin baru itu.


”Bagaimana kabar keluarga kamu di kampung nak?"ayah Rahman tersenyum.


”Alhamdulillah, semuanya baik ayah"Naina menjawab begitu lembut dan Syam menoleh,menatap Naina sambil mengigit sendok.


Dekk..Tari menyenggol lengan Syam dan Syam berhenti menatap istrinya dengan penuh kekaguman itu.Ayah Rahman mengangguk, satu-persatu keluarga pergi setelah selesai makan malam.Naina melirik Syam berulang kali.


”Mas,kamar kamu di lantai atas?"Naina bertanya,dan ada hal yang dia khawatirkan.


”Iya, kenapa?”Syam menatap Naina lekat,Naina menggeleng kepala.Mama Novi dan ayah Rahman tersenyum melihat keduanya.


”Kalian sebaiknya istirahat, panggil bibi kalau butuh sesuatu"ucap mama Novi seraya tersenyum manis,dan Naina tersenyum.

__ADS_1


”Ayo"ajak Syam dan Naina bangkit.


Deg..Naina kembali merasakan jantungnya berdegup kencang karena Syam merangkul pinggangnya lagi.


”Ayo cinta”ajak Syam dan tersenyum lebar, senyuman yang begitu manis dengan lesung pipinya.Naina mengangguk,Resta yang melihat Syam seperti itu kepada Naina mengepalkan tangannya kuat.Semua orang belum tidur,dan masih duduk di ruang keluarga.Naina terdiam menatap anak tangga,Syam meliriknya sekilas.


”Huf"Naina menghembuskan nafas kasar lalu berpegangan pada pagar tangga.Semua orang memperhatikan Naina yang pincang,mana mungkin bisa menaiki tangga dengan mudah.Semua orang terkejut melihat apa yang dilakukan Syam,Naina berpegangan pada bahu kekar Syam kuat karena takut jatuh saat Syam perlahan-lahan menggendongnya.


”Syam..."Lirih nenek Wilda dan Syam menaiki tangga dengan menggendong istrinya.


”Mas aku malu"berbisik Naina dan melihat ke belakang,semua keluarga memperhatikannya dan Syam saat ini.


”Aku gak terima,kalau kamu di permalukan nanti”imbuh Syam dan terus menaiki tangga.


”Ada apa?"tanya mama Novi yang baru datang, Tari menunjuk Syam yang sedang menggendong Naina.Ayah Rahman cengengesan melihat Syam paham dengan kekurangan Naina.


”Romantis banget,aku kira mereka gak bisa menerima satu sama lain.Tapi buktinya”Tari tersenyum dan merasa bahagia.Mama Novi dan Ayah Rahman juga tersenyum melihat Syam dan Naina.


Sesampainya di kamar,Syam menurunkan Naina.Keduanya gugup dan tidak berani saling menatap.Syam meraih tas kecilnya lalu mengeluarkan uang.Dia dan Naina sempat ke ATM saat diperjalanan.


"Ini”Syam menyodorkan uang dan Naina kebingungan.


”Apa mas?"Naina menatap suaminya lekat.


”Aku belum sempat memberikan uang nafkah sama kamu,kalau kamu butuh yang lain kamu minta sama aku.Kamu tanggung jawab aku Naina”tegas Syam dan Naina menerima uang dari suaminya itu.


”Mas uangnya...?"


”Kenapa?apa itu kurang Nai?itu sudah menjadi jatah kamu.Harus cukup selama satu bulan,awas saja kalau boros"ketus Syam dan sudut bibir Naina naik, dia belum selesai bicara Syam sudah menyelanya.


"Iya mas terima kasih”Naina tersenyum.


”Harus cukup, sekarang siapkan baju aku Nai.Aku mau mandi"pinta Syam dan Naina mengangguk,Naina meletakkan uang di atas meja lalu membuka tas dan memberikan handuk kepada suaminya.


Setelah Syam masuk ke kamar mandi,Naina mengedarkan pandangannya.Dia baru pertama kali melihat kamar mewah dan kamar seorang pria,foto Syam terpanjang di dinding.Naina meraih uang yang diberikan Syam lalu menghitungnya.Naina terkejut dan menatap pintu kamar mandi.


”Ini banyak banget,mas Syam gak salah ngasih uang belanja selama satu bulan segini?"Naina bingung dan bertekad untuk menanyakan kembali kepada suaminya nanti.

__ADS_1


***


__ADS_2