Naina(The Same Perfection)

Naina(The Same Perfection)
selamat tinggal


__ADS_3

Kiran tidak jadi datang ke toko Naina dan meminta Naina untuk mengirimkan gambar gamis terbaru Kiran akan memilihnya. Sekarang Naina sedang menghitung uang penghasilan tiga hari ini, tiga hari sekali jika barang laku setengahnya Naina selalu belanja kembali dan tidak pernah ketinggalan model pakaian terbaru yang setiap bulannya pasti ada yang baru. Naina memasukkan uang ke dalam amplop berwarna putih untuk dia berikan kepada Ai, Ai gajian tiga hari lagi tapi karena Naina mendengar ayah Ai sedang sakit bahkan sempat dibawa ke Puskesmas Naina akan memberikannya sekarang. Ai bersikap baik-baik saja ketika bekerja padahal ayahnya sedang sakit, berusaha menghibur Naina padahal dirinya sendiri sedang sedih. Sedikit bonus juga Naina selipkan di gaji karyawan satu-satunya itu.


***


Keesokan harinya, Naina bersiap untuk pergi ke sekolah dan malam nanti adalah jatah Amira atas Syam. Naina tidak akan menolak, suaminya bisa pergi ke kamar Amira sekalipun tanpa harus meminta izin kepadanya. Amira melangkah menghadang jalan Naina, perutnya semakin besar dan Naina tersenyum tipis.


” Kamu mengejek aku Nai?” Amira bertanya dengan wajah marah karena melihat Naina tersenyum.


Amira berkacak pinggang.” Iya aku tahu, kamu sedang berusaha untuk tersenyum dan berusaha sabar karena malam ini Syam akan bersama aku kan, tebakan aku benar kan Naina?” suaranya meninggi di bagian akhir.


” Lalu kamu mengharapkan apa?” Naina bertanya seraya melipat kedua tangannya di dada. Dengan wajah ketusnya Amira melangkah sampai berada tepat dihadapan Naina, keduanya sangat dekat dan Naina diam menatap wajah Amira.


” Malam ini Syam milikku, jangan berusaha membuat drama. Dan aku akan pastikan besok pagi Syam gak akan mau kembali ke kamar kamu Naina” Amira tersenyum lebar penuh kemenangan, padahal bertempur pun belum.


” Syam hanya mencintai aku Nai, aku yang pertama bukan kamu. Syam menikahi kamu karena ayah Rahman yang memaksanya, kamu pikir Syam mau mencintai gadis cacat, kolot dan bodoh kayak kamu Naina?” tak tanggung-tanggung Amira memaki Naina, Naina hanya tersenyum berusaha menahan amarah dan rasa sesak di dada.


” Silahkan, lakukan apapun sesuka hati mu” tegas Naina tanpa suara bergetar ataupun raut wajah yang ketakutan kehilangan suaminya karena Amira, Amira mengepalkan tangannya dan Naina melangkah pergi meninggalkan Amira saat akan menuruni tangga, Naina berpapasan dengan suaminya.


” Mas aku sudah memesan taksi online, kamu sebaiknya menghabiskan waktu bersama Amira hari ini. Aku gak mau suamiku gak adil, kamu harus memperlakukan Amira seperti kamu memperlakukan ku. Tapi kamu harus ingat, kamu gak bisa menggauli istri kamu yang bernama Amira sampai dia melahirkan dan itupun kalian harus menikah kembali” imbuh Naina panjang lebar mengingatkan suaminya agar tidak mengikuti hawa nafsu, setahu Naina wanita yang sedang hamil tidak bisa menikah dan sekalipun hamil di luar nikah dan si pria bertanggungjawab. Bertanggung jawab dalam bentuk lahir bukan batin, setelah melahirkan baru lah keduanya bisa bergaul di atas ranjang itupun harus menikah kembali.( Boleh di kritik jika salah, tapi saya selaku author berusaha untuk menulis yang terbaik, dan memang untuk apa yang ditulis di atas terkadang masih menjadi perdebatan)

__ADS_1


” Aku sudah siap untuk mengantarkan kamu Naina" Syam sedih.


” Aku cuma minta itu mas sama kamu, aku berangkat ya mas. Assalamualaikum” Naina berbicara seraya menyalami tangan suaminya, setelah mengucapkan salam Naina pergi untuk segera berangkat dan dia takut telat.


Syam melangkah cepat menuju kamar Amira dan dia masuk lalu melihat Amira sedang mengecat kukunya di atas kasur.


” Syam, aku mau jalan-jalan" pinta Amira.


” Jangan banyak bicara, bersiaplah untuk pulang ke rumah mu. Karena aku sudah tahu dan memiliki bukti siapa ayah dari bayi yang kamu kandung" tegas Syam dan Amira tersentak kaget. Amira langsung turun dari ranjang dan berhadapan dengan suaminya yang sedang murka itu.


” Kamu mengusirku? mengusir anak kita?” Amira tiba-tiba menangis dan memeluk Syam erat walaupun Syam menolak. Pria memang sering kali dianggap tidak bisa menahan nafsu, tapi pria mana yang mau tidur dengan wanita yang hamil di luar nikah dan bukan anaknya serta mendapatkan cibiran keras dari semua masyarakat khususnya istrinya yang sudah banyak berkorban, Syam tak sanggup dan tidak memiliki rasa untuk menggauli istrinya Amira.


****


Jam istirahat sekolah tiba, Naina sedang makan sendirian di taman seraya memperhatikan murid-murid yang juga sedang menikmati jam istirahat mereka. Naina mengunyah makanannya seraya berpikir keras. Dia yakin bayi dalam kandungan Amira bukan anak suaminya tapi Naina perlu bukti. Dia ingin bukti supaya hatinya tenang.


” Bu Nai” sapa Rizal.


” Astaghfirullah, Rizal kamu bikin kaget ibu" Naina benar-benar terkejut dan Rizal tersenyum.

__ADS_1


” Ya maaf Bu, kenapa juga ibu melamun" Rizal tersenyum dan Naina menghalangi Rizal yang ingin duduk disebelahnya.


” Jangan aneh-aneh kamu Rizal" ketus Naina." Kamu bisa makan di kantin kenapa kemari? kamu ngikutin ibu ya?”


” Enggak Bu, aku sedang mencari udara segar dan melihat Bu Naina disini. Apa ibu sedang sedih sampai enggak bergabung sama guru lain? aku tahu ibu sedih tapi ibu harus kuat, suami ibu memang brengsek” ucapnya tanpa ragu dan Naina terbelalak serta tidak terima dengan makian Rizal kepada Syam.


” Kamu hanya murid, jangan berlebihan. Ibu masih berusaha untuk menegur kamu pelan-pelan, tapi kalau kamu berani begini lagi awas kamu" tegas Naina dengan penuh ancaman, suara rendah dan halusnya membuat Rizal ketakutan. Naina pergi meninggalkan Rizal yang melongo mendengar ucapannya.


****


Di rumah sakit, tangisan seorang wanita paruh baya sambil terus memeluk tubuh kaku jasad korban kecelakaan tunggal dan langsung meninggal ditempat. Suaranya terdengar kemana-mana, putranya yang berpamitan semalam ditemukan tewas di dalam mobil yang sebelumnya membentur pembatas jalan dan masuk ke dalam danau.


” Miko, Astagfirullah hal adzim Miko. Ini ibu sayang kamu seharusnya tidak pergi Miko” lirihnya dengan air mata yang terus menetes deras. Suaminya hanya duduk dan menyenderkan punggungnya di dinding ruangan jenazah tersebut.


” Miko ini ibu, bangun Miko bangun" terus menggoyangkan dada anaknya supaya bangun dan itu tidak mungkin.


” Miko” lirih Syam setelah masuk ke ruangan jenazah dan melihat ibu Miko menangis memeluk jasad Miko.


Syam datang setelah mendapatkan kabar dari temannya yang lain tentang kejadian yang menimpa Miko sampai sahabatnya itu kini sudah tiada. Syam meremas rambutnya frustasi, dia menangis menatap tubuh kaku Miko. Ibunya Miko melangkah mendekati Syam dan menggoyangkan tangan Syam berulang kali.

__ADS_1


” Kamu sahabatnya, kamu sahabat terbaiknya. Anakku meninggal dan aku yakin ini bukan hanya kecelakaan, Syam aku hanya percaya padamu kamu sudah seperti anakku sendiri hiks... Tolong Syam cari tahu siapa yang melakukan ini kepada anakku” ibu Miko terus menangis dan memeluk Syam seraya memukuli dada besar Syam. Syam diam dan terus menatap Miko sesekali dia melirik ayah Miko. Diam nya adalah bentuk rasa sakit ketika kehilangan seorang anak.


__ADS_2