Naina(The Same Perfection)

Naina(The Same Perfection)
Skincare


__ADS_3

Setelah saling berkenalan dengan Amira, Naina masuk ke ruangan guru.Amira dan Rangga saling menatap lekat dan Amira buru-buru pergi mengajak adiknya Rani untuk segera pulang.Di ruangan guru,Naina membereskan semua buku dan tasnya.Naina mengeluarkan ponselnya yang bergetar dan panggilan masuk dari Syam.Naina lekas mengangkat telepon dari suaminya dan semua guru memperhatikannya.


”Assalamualaikum mas”suara Naina berbisik-bisik.


"Waalaikumsalam,kamu dimana?aku lagi di jalan.”Syam terus mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi menuju sekolah.


”Aku masih disekolah mas”jawab Naina seraya menatap tembok di sebelah kanannya.


”Tunggu aku,jangan pernah pulang sendiri apalagi pulang dengan laki-laki lain”pinta Syam dan terdengar mengancam, jika Naina melanggar sudah pasti Syam akan melakukan sesuatu.Syam juga khawatir karena Rangga ada disekitaran Naina disekolah.


”Mas”panggil Naina tapi ternyata Syam sudah menutup panggilan,Naina membuang nafas kasar dan memasukkan ponselnya kasar ke dalam tas.


”Bu Nai”panggil Bu Vika seraya mendekat dengan amplop di tangannya,di susul guru-guru lain."Selamat ya Bu Nai,semoga sakinah mawadah warahmah.”


”Aamiin terima kasih,gak usah repot-repot Bu pak"Naina tersenyum dan terpaksa menerima amplop yang diberikan mereka.


”Kami gak enak Bu Nai,gak bisa hadir.Kami cuma bisa mendoakan”seru pak Bondan.


”Terima kasih pak, ehmm sebagai ucapan terima kasih saya.Saya mau mengajak semuanya untuk makan bersama, bagaimana?"Naina menatap semua orang,semua orang antusias dan Rangga hanya diam mendengarkan.


”Boleh juga bu, kira-kira kapan ya?"Bu Vika paling antusias soal makanan.


”Saya izin suami saya dulu Bu, saya kabari besok"Naina tersenyum,Rangga menoleh saat mendengar Naina berbicara dan menyebut ”suami”.


Semuanya setuju dan akan menunggu kabar dari Naina, Naina berpamitan kepada semuanya karena Syam mengirimkan pesan jika Syam sudah menunggu di luar gerbang sekolah.Naina melangkah dan melihat Syam,Syam tersenyum lebar.Setelah sampai dihadapan suaminya,Naina menyalami tangan suaminya itu.


”Kamu capek?”Syam bertanya karena melihat wajah Naina begitu kusut.


”Iya, pekerjaan aku banyak.Aku mau ke kontrakan mas,Ai sudah buka toko hari ini.Kamu belum pernah melihat kontrakan aku kan”Naina tersenyum lebar.


”Iya ayo aku mau melihat tempat tinggal kamu selama ini”ajak Syam lalu membuka pintu, Naina masuk dan Syam kembali menutup pintu.Syam berhenti tersenyum,saat melihat Rangga.Rangga menatapnya tajam begitu juga dengan Syam,Naina menurunkan kaca mobil dan melihat keduanya.


”Mas ayo”untuk mencegah terjadinya sesuatu yang tidak baik,Naina buru-buru mengajak Syam pergi.Syam menoleh sekilas lalu dia membuka pintu dan masuk.Mobil melaju dengan kecepatan tinggi menuju kontrakan Naina,Naina menyebutkan alamat kontrakannya itu dan mengarahkan jalan.


”Mas aku mau minta izin sama kamu”lirih Naina dan Syam menoleh.


”Kamu mau apa lagi Naina?”Syam menatap Naina sekilas.


”Guru-guru yang lain memberi ku amplop mas, mereka mengucapkan selamat untuk pernikahan kita.Aku gak enak,jadi aku mengajak semuanya untuk makan bersama di restoran besok,boleh gak?”Naina menatap Syam lekat,dia takut Syam melarang.


”Kamu udah merasa kaya Naina?”ketus Syam.Sambil tertawa kecil.


”Aku gak enak aja mas,mereka gak bisa datang tapi ngasih amplop sama do'ain kita”lirih Naina, tebakannya tepat Syam akan menanggapinya seperti itu.


”Restoran mana?”

__ADS_1


”Gak jauh dari sekolah, restoran lesehan Sunda.Gak lama mas,aku janji”Naina tidak yakin Syam memberinya izin.


”Gak usah disana,kamu datang aja ke restoran SY Resto.Terserah mau pesan apa aja di sana,siapa aja yang ikut?ada laki-lakinya?”Syam tidak suka Naina berhadapan dengan laki-laki lain,dia juga berusaha menerima Naina dan menjauh sekalipun Amira menggodanya kembali.Dan Naina harus menghargainya.


”Ya ada"Naina ragu untuk menjawab.


”Rangga ada?"suara Syam terdengar kesal sekarang.


”Hem”Naina mengiyakan dan mengangguk.


”Datang dan bawa semuanya ke restoran yang aku sebutkan tadi, jangan macam-macam Naina”tegas Syam dan Naina mengernyit.


”Siapa juga yang mau macam-macam,kamu mau bayarin semuanya mas?"goda Naina.


”Untuk apa aku bayar, restoran itu punya aku Naina”tutur Syam dan Naina terkejut.


”Apa?punya kamu?jangan bohong mas”Naina tetap tidak percaya.


”Beneran,itu restoran punya aku.Tanya aja sama pegawai di sana,bos mereka siapa”Syam tersenyum tipis.Naina diam dan menatap suaminya lekat.”Kenapa?masih gak percaya?”senyuman Syam semakin lebar.


****


Di rumah Amira.Amira sedang berada di kamar adiknya Rani,Rani melirik Amira berulang kali dia ingin berbicara tentang Syam dan Naina.Tapi dia ragu, takut Amira tidak bisa menerima semua itu.Rani tahu kakaknya sangat terobsesi pada Syam.


”Kak”panggil Rani memberanikan diri.Amira menoleh dan menatap adiknya.


”Emm aku mau tanya kak,tapi kakak janji jangan marah ya”tutur Rani dan Amira mengangguk.


”Kamu mau nanya apa?"Amira duduk disebelah adiknya,dan Rani semakin gugup.


”Ehm begini kak”Rani menatap Amira lekat, dia harus hati-hati berbicara sekarang.”Kakak tahu bang Syam udah nikah?”Rani tersenyum tipis, dan Amira menatapnya lekat.Rani sudah siap jika Amira akan memukulnya sekarang.


”Iya tahu”jawab Amira begitu santai dan Rani kebingungan.


”Kakak gak kenapa-kenapa kan? laki-laki masih banyak kak yang lebih segala-galanya dari bang Syam”menyemangati, takut-takut Amira putus asa.


”Emang aku sama Syam udah putus,kamu gak usah khawatir.Aku lagi berusaha membuka hati aku buat laki-laki lain"Amira tersenyum lebar lalu bangkit dari duduknya,Rani menggaruk kepalanya dan menatap kepergian Amira.Senyuman Amira lenyap, dan berubah menjadi tatapan yang begitu tajam.Tangannya terkepal kuat.


”Naina tidak secantik yang aku pikirkan,aku masih punya cara dan kesempatan untuk mendapatkan Syam.Syam sangat lemah untuk urusan perasaan, aku yakin dia akan kembali padaku Karena dia memang gak pernah suka sama Naina si pincang itu.”Guman Amira sambil tersenyum kecut.


****


Di kontrakan Naina,Ai diam di ruangan depan yang dijadikan toko butik online Naina.Setelah cukup lama tutup banyak yang datang ke rumah kata Ai,sebagain sudah terjual.Naina juga sudah membuka tokonya kembali di aplikasi jualan online.Naina berharap banyak orderan yang masuk karena dia butuh biaya untuk sekolah Kabir.


”Nai panas banget"Syam membuka kancing kemejanya dan Naina menahan.

__ADS_1


”Mas ada Ai,kamu gak malu?ke kamar aku aja gih ada kipas angin di kamar"imbuh Naina berbisik.


”Aku maunya AC Nai,kipas angin gak kerasa”Syam kesal dan pergi ke kamar Naina.


Naina pergi ke dapur untuk memindahkan makanan ke piring,dia dan Syam sempat berhenti di restoran yang Syam maksud lalu Syam meminta makanan yang di pilih Naina.Naina tidak menyangka,jika restoran itu benar-benar milik Syam.Setelah semuanya di pindahkan ke piring, Naina memasak air untuk membuat kopi.


”Mbak"Ai datang ke dapur setelah pekerjaannya selesai.


”Ai kamu kalau mau makan sekarang aja, mumpung sepi.”Pinta Naina dan Ai mengangguk.


”Mbak Nai kayaknya bahagia banget sekarang, setelah menikah sama mas Syam"Ai tersenyum menggoda Naina dan Naina menggaruk pelipisnya.


”Aamiin"imbuh Naina lalu membuat kopi, setelah membuat kopi Naina meninggalkan Ai dan dia pergi ke kamarnya.Naina mendorong pintu dengan tubuhnya,dia melihat Syam sedang duduk dengan kemeja terbuka dan membaca buku yang ada di atas kasur Naina.


”Nai,kamu suka baca novel?”Syam bertanya seraya melirik istrinya.Istrinya yang tidak mau melihatnya dengan kemeja terbuka seperti itu.


”Ehmm iya"singkat Naina dan tidak berani melihat ke belakang.Syam meletakkan buku lalu turun dari ranjang dan mendekati Naina.Naina mencengkram kuat tepi meja saat tubuh Syam menempel di tubuhnya.


”Pasangin kancing baju ku Nai"titah Syam dan Naina gelisah.


”Apa?mana bisa begitu mas”kata Naina dengan suara terbata-bata.


”Kamu jijik kan?sekarang pasangkan kancingnya”ketus Syam.Dan Naina berbalik.


”Aku bukan jijik mas,aku gak biasa”Naina menutup matanya rapat-rapat dengan kedua tangannya.Syam tersenyum dan menatap Naina lekat,Syam menarik tangan naina.


”Ayo"titah Syam dan Naina menggerakkan tangannya.Tapi tidak lama di turunkan kembali.


”Aku gak bisa mas”lirih Naina menolak.Syam tersenyum lalu meraih tangan Naina,Naina terkejut karena Syam memleuk nya.


”Naina sangat polos”gumam Syam..


Naina tersenyum tipis dan tangannya bergerak membalas pelukan suaminya.Syam terus tersenyum,baru di peluk saja Naina sudah gugup seperti itu.Syam bisa merasakan detak jantung Naina berdetak kencang saat ini.


”Aku punya sesuatu Nai”kata Syam.


"Apa mas?”Naina tersenyum, wajahnya tenggelam di dada suaminya.


Syam melepaskan pelukannya,lalu mengajak Naina duduk.Dia raih tas nya lalu mengeluarkan sesuatu.Naina mengernyit heran, dan Syam memberikannya.


”Ini untuk apa? banyak sekali”Naina melihat dua lipstik,cushion,pensil alis,dan skincare.


”Aku gak pernah lihat kamu merias wajah kamu Naina”Syam tersenyum.


”Aku gak ada waktu,aku juga gak paham cara pakainya gimana.Ini kebanyakan,sayang uangnya mas”Naina menggeleng kepala, kenapa Syam asal membeli dan tidak bertanya kepadanya lebih dulu.

__ADS_1


”Kalau kamu gak cocok tinggal kasih aja ke mbak Asil,aku juga gak paham tentang seluk-beluk make up Naina.Aku hanya mau kamu terlihat lebih cantik”puji Syam dan Naina menatapnya lekat,Naina tersenyum dan merasa senang mendengar ucapan Syam.Syam harus mengajak kakaknya Asil saat membeli kosmetik untuk istrinya,dari senyuman Naina Syam yakin Naina suka.


__ADS_2