Naina(The Same Perfection)

Naina(The Same Perfection)
Kedatangan Amira


__ADS_3

Setelah Asil dan Tari pulang,Naina dan Syam bersiap untuk tidur.Naina tidur tanpa menggunakan hijabnya malam ini,iya dia harus memberikannya kesempatan untuk suaminya.Melihat apapun yang ada pada dirinya.Syam menatap istrinya lekat, begitu cantik dan Naina grogi.Naina menarik selimut sampai ke lehernya.Syam tersenyum tipis lalu menarik selimut Naina, biasanya.Keduanya tidur dengan selimut yang berbeda,tapi malam ini Syam ingin tidur satu selimut dengan Naina.


”Mas”Naina terkejut saat kaki Syam menyenggol kakinya dibawah selimut.


”Peluk aku Nai"pinta Syam dan dia sudah memeluk Naina saat ini.Naina membalas pelukan suaminya,Syam bisa merasakan aroma wangi dari rambut istrinya.Membuatnya tenang dan bahagia,Syam tidak akan meminta Naina melayaninya malam ini.Karena sudah malam dan dia juga sudah mengantuk.


”Nai"panggil Syam tapi tidak ada jawab dari Naina."Naina"panggil Syam kembali.Tapi tetap saja tidak ada jawaban,Syam melepaskan pelukannya lalu melihat istrinya.Naina sudah tertidur pulas,Naina sangat lelah hari ini.


”Cepat banget tidurnya, padahal aku baru saja akan berkata-kata romantis”ketus Syam lalu kembali memeluk Naina erat.


****


Keesokan harinya,Syam pergi ke kantor


Sebuah perusahaan arsitektur yang sudah berdiri satu tahun,dan hanya ada 50 karyawan.Syam meminta seorang pekerja kebersihan di perusahaannya untuk memajang foto pernikahannya bersama Naina di ruangan kerjanya.Bayu mengerutkan keningnya, melihat Syam berkacak pinggang sambil tersenyum menatap foto pernikahannya di dinding.Kapan bos nya menikah?semua karyawan tidak tahu itu.


”Bayu,itu istriku.”Kata Syam dan Bayu mengangguk.


”Kapan sebenarnya kamu menikah pak?"Bayu penasaran.


”Satu Minggu yang lalu,aku dan istriku akan menggelar acara resepsi pernikahan.Berikan aku rekomendasi gedung terbaik"pinta Syam dan Bayu mengangguk.Syam terus menatap foto nya dan Naina.


”Cantik sekali,aku beruntung mendapatkan wanita sebaik Naina.”Syam bergumam.


Bayu meminta pria tadi pergi,dan dia juga memperhatikan foto itu.Syam menoleh dan menatap Bayu sinis.


”Jangan melihat istriku seperti itu!"teriak Syam dan Bayu menundukkan kepalanya.


”Maaf pak,saya permisi pak”Bayu akhirnya memilih pergi,jika tidak boleh dilihat untuk apa dipajang.Bayu masih tidak mengerti dengan kemauan Syam.


*****


Setelah Naina dari sekolah,dia sibuk dengan pekerjaannya di toko bersama Ai.Syam menjemputnya lalu pergi lagi karena ada pekerjaan penting, Naina masih penasaran apa pekerjaan suaminya.Lebih jelasnya seperti apa,dan tugas suaminya apa dalam pekerjaannya.


”Mobil mas Syam bagus banget ya mbak"puji Ai dan Naina menoleh."Mas Syam arsitek,apa gaji arsitektur sangat besar mbak?”


Naina tersenyum tipis."Aku juga gak paham Nai, mungkin mas Syam korupsi itu sebabnya bisa memiliki mobil mewah dan memiliki uang banyak"jawab Naina asal.


”Hah?apa mbak?terus kenapa mbak mau.Dosa mbak makan dari hasil korupsi"Ai panik dan Naina tersenyum.


Sebuah mobil berwarna merah berhenti di depan kontrakan Naina,Naina melirik dan menatap mobil itu.Dia kira suaminya yang pulang,dua orang keluar dari mobil.Naina mengernyit heran karena melihat Resta datang bersama Amira, dari mana keduanya saling mengenal? pemikiran Naina semakin kuat jika Amira yang bertemu dengannya disekolah adalah Amira yang sama dengan Amira yang disebutkan oleh Syam.

__ADS_1


”Assalamualaikum"seru Amira.


”Waalaikumsalam"jawab Naina dan Ai kompak,Naina menggeleng kepala melihat baju yang di pakai Amira begitu seksi dan ketat.Amira melirik ke dalam rumah,mencari seseorang yang ingin dia lihat.Siapa lagi kalau bukan Syam.


”Mbak Amira?"sapa Naina.


”Iya,kita ketemu lagi mbak Naina"Amira tersenyum lebar.Dan melihat-lihat koleksi di toko pakaian Naina tersebut.


”Ini mbak Amira, pacarnya mas Syam”kata Resta membuat Naina dan Ai saling melirik,Ai menatap Naina lekat.Dia merasa kasihan kepada Naina,Naina hanya tersenyum dan sekarang dia benar-benar yakin Amira adalah orang yang sama.


”Saya istrinya mas Syam”Naina mengulurkan tangan untuk berkenalan yang kedua kalinya dengan Amira,Amira mendelik sebal lalu menjabat tangan Naina.Naina dan Amira saling menatap tajam sekarang.


”Mbak”tegur Ai.


”Saya dan Syam sudah berhubungan cukup lama,kamu memang istrinya tapi untuk Syam saya yang pertama"Amira tersenyum lebar lalu melepaskan genggaman tangannya,raut wajah Naina terlihat sedih dan merasa hancur mendengar apa yang dikatakan Amira.”Saya kemari untuk melihat-lihat baju disini"Amira merasa senang melihat ketegangan di wajah Naina.


”Di sini gak jualan baju seksi mbak"kata Ai dan Naina buru-buru meraih tanga Ai agar diam, senyuman Amira lenyap saat mendengar ucapan Ai yang menyindir pakaiannya.


”Maaf,iya betul kami menjual berbagai macam baju.Tapi disini baju gamis semua mbak"Naina berusaha ramah dan Amira tersenyum.


”Saya mau satu,yang paling mahal.Saya juga bisa memakai gamis"ketus Amira.


”Baik mbak, silahkan duduk dulu"Naina menarik kursi plastik dan Amira duduk.Naina memilah dan memilih baju yang cocok dengan permintaan Amira,kedua matanya berair dan Naina berusaha menahan air matanya.Ai dan Resta saling menatap tajam, Ai tidak suka melihat Resta yang terlihat jijik memperhatikan toko pakaian Naina.


****


”Asstaghfirullah,Nai kamu harus kuat kamu harus sadar diri.Pernikahan ini memang gak beres dari awal"Naina berbicara sendiri, dan terus mengusap air matanya.Naina melirik ponselnya yang bergetar.Panggilan masuk dari Syam.Naina ragu untuk mengangkatnya tapi nanti setelah dirumah Syam pasti akan banyak bertanya.Akhirnya Naina mengangkat telfon.


”Assalamualaikum mas"suara Naina berat dan Syam yang sedang menyetir menuju pulang merasa ada yang aneh.


”Waalaikumsalam,Nai kamu kenapa?”Syam khawatir.


”Aku gak kenapa-kenapa mas, kamu dimana? pulang jam berapa?”Naina berusaha menguasai amarahnya.


”Aku lagi dijalan,kamu mau apa?aku beliin"kata Syam dan Naina tersenyum.


”Gak usah mas"nada suara Naina terdengar acuh.


”Kamu kenapa sih Nai?kalau ada masalah ngomong"Syam kesal.Dan Naina diam tidak mau menjawab ucapannya,Syam diam menunggu istrinya berbicara.”Nyebelin kamu Nai,aku beli martabak aja ya."Syam berusaha untuk tidak marah.


”Iya mas"singkat Naina.

__ADS_1


Setelah panggilan berakhir,Naina meletakkan ponselnya.Baru dia mengambil lakban, ponselnya kembali bergetar.Panggilan masuk dari Kabir.


”Assalamualaikum dek"salam Naina.


”Mbak,aku mau pulsa yang 50ribu dong”pinta Kabir padahal dua hari yang Naina membelikannya pulsa.


”Kabir mbak lagi pusing,dengerin mbak.Kamu harus ngirit,mbak disini kerja gak mudah dan gak senang Kabir.Hargai jerih payah mbak,jangan terus main game."Naina mengomel dan Kabir mendelikan matanya kesal.


”Aku juga butuh uang mbak"Kabir tidak mendengarkan ucapan Naina dan malah meminta yang lain.


”Mbak belum bisa ngirim uang"ketus Naina.


”Kok mbak gitu sih,itu untuk kegiatan di sekolah mbak"Kabir merengek-rengek.


”Kegiatan apa?mbak disini juga mengajar Kabir.Mbak tahu kegiatan apa aja semua murid,kamu jangan berusaha menipu mbak ya Kabir.Mbak gak ada,bapak juga gak bilang apa-apa sama mbak.Kalau uang buat jajan coba kamu minta sama mbak Husna, gak usah transfer dan pakek admin.Kamu langsung bisa terima saat itu juga"Naina kesal.


”Aku udah minta,mbak Husna bilang gak punya uang malah mau pinjam sama mbak Nai"imbuh Kabir dan Naina terdiam, Husna mau meminjam uang?gaji dokter bukannya besar?Mirza bahkan pernah mengatakannya kepada Naina sebulan dia dapat berapa, ditambah Husna juga bekerja.”Ya udah aku mau pulsa doang mbak,mau kan mbak?boleh kan?”


”Ehm iya,25rb ya"


”Aku maunya 50 mbak"


”Mau yang 25 atau sekalian gak usah"ancam Naina dan Kabir panik.


"Iya mbak,iya.Yang 25 juga gak apa-apa,terima kasih mbak Naina yang cantik jelita"puji Kabir selalu seperti itu,Naina tersenyum."Aku tunggu ya mbak"katanya lagi lalu mematikkan panggilan,dan Naina menggeleng kepala.


Syam pulang membawa makanan yang dia katakan tadi,Naina menyalami tangannya seperti biasa.Naina sudah membuat teh hangat, martabak manis sangat cocok dengan teh hangat.Syam duduk dan memperhatikan Naina,ada yang berbeda dengan istrinya.Naina tersenyum,tapi sorot matanya begitu sedih.Naina menikmati makanan yang suaminya bawa tanpa banyak bicara.


”Naina kamu kenapa?"Syam menatap Naina lekat.


”Aku gak kenapa-kenapa mas"Naina menjawab dengan wajah di tekuk dalam-dalam.


”Ada masalah Nai?"Syam masih ingat saat pulang mengajar Naina masih bersikap seperti biasanya,banyak bicara dan selalu tersenyum walaupun dia selalu marah.


”Enggak ada mas"Naina malas untuk membahas apa yang dikatakan Amira,sebuah pengakuan dari Amira membuat Naina merasa tertipu.Dia kira hubungannya dan Syam sudah lebih baik,tapi Syam masih berhubungan dengan Amira.Dia hanya menjadi barang yang untuk dihibur karena menikah dengan Syam,Syam menghiburnya agar dia tidak merasa rendah diri.


”Toko gimana hari ini Nai?”Syam terus menatap Naina.


”Rame mas,aku juga baru selesai bungkus paket buat besok di kirim ke kantor pengiriman"jawab Naina lalu bangkit.”Mas aku ngantuk,mas mau makan?aku siapkan sekarang"


”Ini sudah membuatku kenyang Naina,gak usah”Syam tersenyum lebar dan Naina tidak membalas senyumannya.

__ADS_1


”Ya sudah aku tidur duluan ya mas”Naina pergi ke kamar dan Syam memperhatikan kepergiannya.Di kamar Naina menangis,dia marah kepada Syam tapi dia merasa tidak memiliki hak untuk marah walaupun dia adalah istri Syam.Kedudukan Amira menjadi paling tinggi dari Naina yang jelas istrinya Syam.


”Seharusnya kamu gak usah baik-baik sama aku mas.Aku jadi berharap lebih,mbak Amira memang sangat cocok untuk kamu mas”Naina bergumam dan terus meneteskan air matanya.


__ADS_2