Naina(The Same Perfection)

Naina(The Same Perfection)
Tiga hari kemudian


__ADS_3

Ayah Rahman membayar semua biaya perawatan Naina,dia tidak mau lepas tanggung jawab atas apa yang di lakukan puteranya Syam.Syam yang diminta menikah dengan Naina, menolak mentah-mentah permintaan ayahnya itu.


”Aku harus menikah dengan gadis cacat, pincang?.Ayah bercanda"cibir Syam lalu tertawa renyah.


”Syam!!"bentak ayah Rahman tidak suka melihat Syam menghina Naina.


”Aku tidak mau, lagi pula aku juga memiliki calon ku sendiri.Amira,dia cantik seksi sangat sempurna.Dan ayah mau aku menikah dengan gadis cacat?”kesal Syam menantang ayahnya dengan menatap ayahnya tajam.


”Syam jaga sikapmu nak!"bentak mama Novi tidak terima anaknya berlaku tidak sopan kepada suaminya.Ayahnya sendiri.


”Aku gak mau,kenapa aku harus menikah dengan gadis itu dia yang salah karena menghalangi jalan ku”Syam turun dari ranjang menyeret kakinya perlahan dan pergi keluar dari kamar rawatnya,ayah Rahman menahan mama Novi agar tidak mengejar Syam.Syam butuh waktu sampai dia menerima Naina untuk dia nikahi.


Kegalauan juga sedang di rasakan oleh Naina,ayah nya mengatakan bahwa ia akan menikah dengan pria yang menabraknya beberapa hari yang lalu.Naina izin untuk pergi mencari udara segar sebelum ia benar-benar bisa pulang,Syam adalah seorang Arsitek terkenal.Di percaya untuk membuat desain gedung, bangunan rumah dan jembatan menjadi poin plus Syam.Terlepas dari wajah tampan,ayah nya orang berada,dari kecil di manjakan dan saat ia membuat desain Syam merasa puas akan keahliannya itu.


kenapa tiba-tiba aku harus menikah dengannya, bapak bercanda kan pasti.

__ADS_1


Naina terus melangkah menyeret kakinya, sambil berpegangan pada dinding dingin rumah sakit.Syam yang juga sedang melangkah menatap Naina lekat,apa gadis pincang itu yang Ayahnya maksud?gadis pincang yang harus dia nikahi.Syam bertanya-tanya.


Naina berhenti melangkah saat tubuh besar dan tinggi menghalanginya.Tidak mau ia mendongak dan Naina bergeser tapi Syam juga bergeser menghalanginya.


”Kamu gadis pincang yang akan di nikahkan dengan ku?”tanya Syam,suaranya seperti menaruh dendam kepada gadis itu yang ia pikir sudah memanfaatkannya.Naina mendongak dan mundur menjauh,kedua mata itu saling bertatapan sejenak, sampai akhirnya Naina menundukkan kepalanya.


”Jawab!!"bentak Syam membuat Naina tersentak kaget lalu mundur menjauh.”Kamu memanfaatkan ku ya hah?kau sengaja meminta untuk menikah dengan ku begitu?gadis cacat tidak akan pantas bersanding dengan ku.Sebaiknya kau hentikan ambisi mu itu.”Kata-kata hinaan dari Syam membuat Naina merasa sakit hati,apa salahnya?dia tidak tahu apa-apa.Mana mungkin dia juga mau menikah dengan pria seperti, kasar dan sama sekali tidak bisa menyaring kata-katanya.


Naina mendongak, menatap Syam tajam.Langkah pria itu mundur menjauh dan Naina menatap kaki panjangnya.


”Kamu tidak perlu mengatakan berkali-kali tentang kekurangan ku,tanpa kau ingatkan aku sudah tahu.Setiap hari aku menggunakan kecacatan ku ini dengan baik.Aku masih bersyukur masih memiliki kaki.Aku menolak menikah dengan pria arogan dan pandai menghina seperti mu.”Naina mendelikan matanya lalu melangkah pergi meninggalkan Syam yang memperhatikannya.


”Apa dia bilang,aku arogan dan pandai menghina.Aku hanya mengatakan apa yang aku lihat,aku akan kabur dan tidak mau menikah dengannya”berbisik Syam kepada diri sendiri dan kembali melangkah pergi ingin segera kabur dari rumah sakit selama-lamanya dan tidak mau menikah dengan gadis itu.


Di taman, Naina duduk di kursi taman dan menangis.Dia sakit karena penghinaan yang di katakan Syam padanya.

__ADS_1


”Kenapa bapak tidak bertanya lebih dulu kepadaku,aku mau atau tidak.Dan sekarang langsung menikah tanpa bertunangan,aku bahkan tidak mau bertemu dengannya lagi.”Lirih Naina dan mengusap air matanya berulang kali.


”Nak?"panggil pak Fahmi dan Naina menoleh.


Naina terkejut dan takut jika ayahnya mendengar apa yang dia katakan tadi.


”Iya pak?"tanya Naina,ia tidak berani menatap Ayahnya sendiri.


”Kamu sudah dewasa, pernikahan kamu satu bulan lagi.Kita harus menyiapkan semuanya,kamu mau kan?bapak akan senang jika kamu mau.Kamu sudah dewasa,kapan lagi kamu bisa mendapatkan kesempatan ini.Ada pria yang mau menikah dengan mu"ucap pak Fahmi lupa,dan Naina merasa di sindir atas kelemahannya yaitu kakinya, setiap laki-laki tergoda akan kecantikan wajah


Naina.Namun saat melihat Naina


pincang, semuanya mundur menjauh.


Dunia terasa begitu tidak adil untuk orang-orang yang memiliki kekurangan fisik.

__ADS_1


__ADS_2