Nathan Dan Aira

Nathan Dan Aira
No. 10


__ADS_3

" Kamu sudah selesai bukan?" " Ucap Nathan tanpa menatap Adi yang sedari tadi masih berada di sana.


Aira tersenyum dan mengangguk,,


" Ayo "


Aira menoleh ke arah Adi yang masih terdiam,


" Kak Adi, Aku duluan ya "


Adi hanya bisa mengangguk tanpa menjawab apa pun, dia sangat penasaran apa hubungan antara Aira dengan Nathan namun mereka terlihat sangat dekat.


Nathan membuka pintu mobilnya,,


Dengan Aira yang tersenyum dan masuk ke dalam.


Sebenarnya tidak enak rasanya dengan sikap Nathan yang begitu baik kepadanya, selama dia tinggal di rumahnya pun sama saja Nathan sangat baik walau terkadang sikap dinginnya muncul.


Nathan melajukan mobilnya,,


lagi dan lagi tidak ada obrolan di sana, menikmati udara malam dengan jalanan yang sedikit ramai.


Aira menatap heran,,


bukan ke arah rumahnya, Tapi Nathan akan membawanya kemana tidak mungkin jika kembali ke mention mewahnya.


* Tuan,, Maaf ini bukan jalan ke rumah Saya *


Aira mencoba memberanikan diri bertanya,


Nathan sedikit menoleh,,


Sebenarnya memang Nathan tidak akan membawa Aira pulang, namun dia akan membawa Aira ke suatu Tempat.


" Saya akan mengajak Kamu ke suatu tempat, Kamu tidak keberatan bukan?* Lirik Nathan .


Aira hanya menggeleng,,


Hingga mereka sampai di sebuah Butik mewah,


Aira kembali di buat heran, untuk apa mereka sampai di sana.


* Ayo turun " Ajak Nathan.


* Ini,-


* Kamu bisa memilih apa yang kamu ingin di dalam,, *


Aira berhenti,,


Baginya semua itu tidak penting, dan sebenarnya untuk apa mereka ke sana.


* Aira ,, " Panggil Nathan.


" Maaf Tuan, Sebenarnya semua ini untuk apa dan Saya sendiri tidak membutuhkan semua itu."


Nathan tidak menjawab namun tetap berjalan masuk, Aira yang menghela napasnya dan kembali mengikuti nya.


" Selamat datang Tuan, * Ucap salah satu Pelayan.


" Tolong bantu wanita ini memilih pakaian yang cocok dengannya "


" Ta - tapi Tuan " Cegah Aira.


" Silahkan Nona "


Aira menatap Nathan yang hanya diam, namun kemudian dia mengikuti pelayan itu masuk.

__ADS_1


Nathan menunggu di sana,


Dia sengaja akan mengajak Aira di acara makan malam ini.


Selama ini dirinya sudah mencari tau semua tentang Aira.


sekitar 20 menit berlalu,,


Nathan masih berada di sana, Hingga seseorang membuatnya terdiam membisu.


Aira berdiri di depannya dengan sebuah gaun cantik yang melekat di tubuh mungilnya,,


rambut yang sengaja masih di urai membuatnya terlihat sangat cantik.


* A- apa tidak cocok,,saya ganti yang lain "


" Tunggu,, Kamu cocok pakai gaun itu."


Aira menunduk malu,,


Nathan mengeluarkan Black Cart untuk membayar semuanya, sementara Aira hanya menunggu.


Berbeda dengan Anggita yang terlihat sangat percaya diri dengan malam ini jika Nathan akan menyukainya, bahkan dia mengira jika malam ini akan menjadi malam spesial baginya.


" Pah,, Dimana Nathan kenapa belum datang ?" rengek Anggita


" Sabar sayang, sebentar lagi pasti Datang.. kenapa kamu sudah tidak sabar ya bertemu dengannya* Ucap Melisa dan Anggita mengangguk.


* Bratama "


Ucap seseorang membuat mereka menoleh,,


Hendra berjalan mendekat dengan tubuh gempal nya..


" Tuan Hendra, Anda juga di sini.?" Ucap Bratama yang terlihat gugup.


" Ya Saya ada janji bertemu Nathan Adi Pratama *


" Selamat Malam semua, Maaf membuat Kalian menunggu"


Deg..!!


Semua dibuat kaget saat Nathan datang, bahkan dia datang bersama seorang wanita Cantik.


" Aira " Ucap Anggita juga Melisa bersama kaget.


Aira menunduk,,


Dia berdiri sedikit mundur saat melihat Paman, Bibi, Juga Hendra di sana.


Rasanya dia masih terbayang saat malam itu.


" Tidak Tuan,, Tidak sama sekali " Ucap Hendra.


Nathan menatap Hendra yang sesekali melirik Aira, bahkan dia sangat tau apa yang di pikirkan oleh keluarga Aira.


Anggita terlihat sangat kesal, bagaimana tidak Aira kini bersama laki laki yang dia sukai.


" Maaf Tuan Nathan, Anda juga mengenal Aira " Ucap Bratama.


* Lebih baik kita duduk , Ayo Aira "


Aira mengangguk dan mengikuti Nathan menuju Kursi yang memang sudah di pesan.


Nathan terlihat menarik kursi untuk Aira duduk, dan itu tidak luput dari pandangan Anggita.


Sial,,

__ADS_1


seharusnya Nathan memperlakukan gue seperti itu, kenapa harus Aira.


Dan sejak kapan mereka mengenal.


Dasar wanita penggoda, Adi sudah dia goda dan sekarang Nathan


tapi gue gak akan pernah biarkan dia bersama Nathan.


Laki laki yang begitu menggoda, tubuhnya, Semua yang ada pada dirinya sungguh membuat semua wanita langsung jatuh hati padanya.


Anggita tersenyum menatap betapa menawannya Nathan, laki laki yang sangat sempurna.


" Maaf Tuan Nathan, Jadi Anda juga mengenal Keponakan Saya ,, Aira adalah keponakan Saya *


Nathan menatap Aira yang hanya diam.


Dia tau apa yang ada di dalam pikiran Aira malam ini.


* Kami sudah mengenal Lama, jadi Aira ini keponakan Anda.. keponakan yang Anda bilang selalu membuat malu keluarga "


Bratama terdiam,,


Bahkan dia sama sekali tidak tau jika ternyata Nathan mengenal Aira.


" Ti- tidak,, Anda salah Tuan.. Aira merupakan gadis yang baik, dia juga sangat rajin "


Nathan tersenyum sinis,,


berbeda dengan Hendra yang hanya diam namun matanya terus menatap ke arah Aira.


gadis cantik yang seharusnya sudah menjadi istrinya, tubuh indah , kulit putihnya dengan wajah ayu yang sangat menggodanya.


Aira yang menyadari jika Hendra terus menatapnya pun merasa tidak nyaman,,


" Jadi kamu mengenal Tuan Nathan Nak, kenapa tidak pernah cerita sama Paman. "


" Pah,, " Bisik Anggita.


" Aduh Aira,, Seharusnya tadi Kamu datang bareng Paman jadi tidak merepotkan Tuan Nathan,, Saya sebagai Paman Aira berterima kasih dan Maaf sudah merepotkan."


" Tidak Sama sekali, Karena memang saya yang sengaja mengajak Aira kemari,,


Sebenarnya bukan hanya ini, sebenarnya Ada hal penting yang akan saya bahas di makan malam ini terutama dengan Tuan Hendra."


Deg..


Hendra langsung menatap Nathan, dia melupakan jika malam ini dirinya akan memberikan proposal kerja sama dengan nya.


" Saya sudah membaca semua proposal Anda, dan Mohon Maaf kita tidak bisa bekerja sama dalam hal ini."


" Ta - tapi Tuan,, "


" Saya tidak mau bekerja sama dengan orang yang sama sekali tidak bisa menghargai arti keluarga. "


Hendra terdiam,,


" Dan satu Hal lagi, Saya juga paling tidak suka dengan orang yang menjelekkan salah satu dari anggota keluarga sendiri."


Deg..


Lagi lagi Bratama dibuat diam oleh ucapan Nathan,


Sebenarnya apa yang Nathan tau,


kenapa dia bisa sampai bicara seperti itu, apa hubungan antara Aira Dengan nya..


apa selama ini mereka dekat, tapi setahu saya hanya Adi yang selalu bersama Aira.

__ADS_1


namun malam ini, Aira datang bersama Nathan dan pakaian yang Aira pakai sama sekali bukan barang sembarangan.


Lebih baik setelah di rumah saya tanyakan semua ini Langsung kepada Aira.


__ADS_2