
Boy membawa Bratama beserta keluarga nya ke sebuah rumah sederhana, semua itu atas perintah Nathan sebelum meninggal kan rumah sakit pagi tadi.
" Maaf Tuan " Ucap Boy membantu Bratama menuju kursi rodanya.
" Gita,, Tolong bawa Tas nya Sayang " Titah Melisa yang melihat Anggita berjalan lenggang.
" Berat Ma, Gita Tidak kuat " Keluh Gita
" Gita "
" Biar saya saja Nyonya"
Boy membawa tas juga Koper masuk ke dalam rumah,,
Anggita berjalan mengikuti dan menatap sekeliling bangunan.
Rumah yang sangat sederhana dan tidak seperti rumah mereka dulu.
" Maaf Pak Boy, Ini rumah siapa ? " Ucap Bratama
Boy meletakan semua tas di dalam dan menghampiri Bratama yang masih terus terlihat bingung.
" Anda bisa tanyakan semua kepada Tuan Nathan, karena Saya hanya di peringkat kan untuk membawa Anda ke rumah ini."
" Ini Pasti Tuan Nathan melakukan nya Lagi, Kita benar benar berhutang Budi dengannya Pa " Ucap Melisa dan Bratama mengangguk.
" Karena semua sudah selesai, Saya pamit untuk kembali ke Kantor "
" Silahkan Pak Boy, sekalian lagi terima kasih"
" Sama sama Tuan, Nyonya, permisi "
Boy berjalan keluar dan masuk ke dalam mobilnya.
Sementara Melisa melihat beberapa ruangan di sana,,
" Gita heran dengan Aira, Dia sekarang sudah kaya raya tapi hanya membeli rumah besar saja tidak mau, dan hanya memberikan rumah kecil seperti ini ."
" Apa maksud kamu bicara seperti itu Nak, Rumah ini sudah lebih dari cukup untuk kita tinggal, Kamu tau sekarang kita tidak memiliki uang sepeser pun, dan jika tidak ada bantuan dari mereka bagaimana nasib kita selanjutnya " Ucap Melisa yang sudah tidak mengerti dengan sikap Putrinya.
" Yang Mama bilang benar Nak, Kita sudah banyak berhutang Budi Dengan nya." Lanjut Bratama.
" Pa, Ma, Seharusnya Aira membawa kita untuk tinggal dengannya di rumah mewah Milik nya dan bukan malah mengantarkan kita ke rumah jelek seperti ini."
Melisa menggeleng,,
" Lebih baik kita Ke kamar , Papa juga butuh istirahat "
Melisa membawa Bratama masuk, ke dalam kamarnya dan membiarkan Anggita yang terus saja menyalahkan Aira.
Anggita masuk ke dalam kamar nya,
Kamar yang tidak terlalu besar , Dia mengepalkan tangannya.
Dia semakin membenci Aira, melihat Aira yang hidup berkecukupan membuat nya sangat iri dan ingin menyingkirkan nya.
_____
Berbeda dengan Anggita yang terus saja merasa tidak adil dengan kehidupan nya sekarang.
Aira malah semakin di jadikan ratu oleh Suaminya, dan di rumah mewahnya bahkan semua pelayan pun ikut memanjakan nya.
Aira membuka matanya setelah tertidur, dia mencari keberadaan suaminya yang tidak ada di kamarnya.
" Mas Nathan " Panggil Aira namun tidak terdengar suara suaminya.
Dia pun beranjak bangun untuk mencari nya,,
Di dalam kamar nya tidak terlihat,Aira pun berjalan keluar kamar .
Aira berjalan turun karena mencium bau yang sangat lezat, membuat perut nya sangat lapar.
Tap,,
__ADS_1
Tap,,
Tap,,
Langkah Aira terdengar,,
Nathan yang bersama Boy di ruang tengah segera menoleh, terlihat Aira yang berjalan turun membuat Nathan segera beranjak.
" Sayang " Ucap Nathan langsung menghampiri nya.
" Kenapa turun dan tidak memanggil aku " Ucap Nathan saat sudah berada di samping istri nya.
" Mas, Aku dari tadi panggil tapi gak ada jawaban ya Udah aku turun "
" Tapi kamu tidak boleh banyak gerak Sayang, kamu harus banyak istirahat."
" Tapi aku bosan Mas di kamar terus,, "
" Terus kamu mau kemana ?"
" Em,, Aku lapar " Ucap Aira dengan menampilkan gigi putihnya.
" Kita tunggu di kamar ya, biar Seno membawanya ke kamar."
" No,, Aku mau makan di pinggir kolam renang"
" Ta-
" Pliss "
Nathan menghela napasnya,,
Bagaimana pun, dia tidak akan pernah sanggup untuk menolak permintaan istri nya.
dia pun hanya bisa mengangguk dan segera membopong tubuh Aira turun.
" Mas,, Turunkan aku "
" Diam Sayang,, Kita bisa jatuh "
Nathan membopong tubuh Aira turun dan membawanya ke samping rumahnya dimana terdapat kolam renang.
Aira duduk di sana.
" Kamu mau makan apa Hem " Ucap Nathan yang kini menatap wajah Aira.
" Em,, aku pengin tapokki " Ucap Aira yang entah mengapa sangat ingin makan makanan seperti itu.
Nathan menautkan kedua alisnya,,
" Tapokki,, Tapi itu pedas sayang.. yang lain saja Oke "
" Em,, Empek - Empek "
Nathan menggeleng,,
" Mas,, Aku pengin makan itu " Rengek Aira
" Kamu ingat kenapa bisa masuk Rumah sakit kemarin, itu karena kamu makan Tahu pedas "
Aira membulatkan matanya,,
Dari mana suaminya tau soal itu.
" Ta, Tapi kemarin,-
" Cukup kemari saja Sayang aku lihat kamu kesakitan seperti itu, aku tidak mau kembali melihat nya."
Aira terdiam,,
menatap wajah suaminya yang terlihat sangat khawatir,,
" Maafin aku Mas "
__ADS_1
Nathan tersenyum dan memeluk istrinya,,
" Aku tidak mau kehilangan kamu juga calon anak kita sayang, karena aku sangat mencintaimu kamu dan juga ,-
Ucapan Nathan terhenti dan menatap perut Aira,,
tangannya mengusap nya lembut,,
" Anak anak kita nanti " Lanjut Nathan.
Aira tersenyum dan kembali memeluk suaminya,,
Rasanya kebahagiaan mereka semakin bertambah dengan kehamilan Aira saat ini.
" Aku haus " Ucap Aira Mendongak.
" Tunggu di sini, aku ambilkan dulu "
" Eum "
Nathan mengucapkan pucuk rambut istri nya dan berjalan masuk.
Sementara Boy yang masih berada di sana pun beranjak bangun.
" Boy " Panggil Nathan yang berjalan menghampiri.
" Tuan "
" Jadi kamu sudah mengantar mereka ke rumah itu."
" Sudah Tuan, dan mereka mengucapkan terima kasih atas semua yang Tuan lakukan."
Nathan mengangguk,,
" Ya semua itu Saya lakukan karena Aira,, Saya tidak mau melihat nya kembali bersedih, Ya Sudah kamu kembali ke Kantor dan beberapa hari ini Saya tidak akan ke kantor kamu bawa saja berkas yang Perlu tanda tangan. "
" Baik Tuan, Kalau begitu saya permisi."
"Boy,, "
" Ya Tuan, "
" Terima kasih kamu selalu membantu Saya."
Boy mengangguk dan tersenyum,,
" Sudah menjadi tanggung jawab Saya Tuan "
Nathan mengangguk dan Boy berjalan keluar.
Nathan kembali menuju dapur dan meminta Pelayan untuk menyiapkan makanan juga cemilan buah.
Aira terus mengusap perut rata nya, walau usia pernikahan mereka yang belum lama namun Tuhan sudah memberikan kepercayaan Untuk nya menjadi orang tua.
Dan semua itu sangat membuatnya bahagia.
" Ini minum nya " Ucap Nathan yang sudah kembali dan duduk di samping Aira.
" Makasih Mas "
" Sama Sama Sayang."
Aira meneguk nya,,
" Oya Mas , Jadi kemana Pak Boy mengantar Paman dan Bibi, mereka bukannya tidak memiliki rumah ?"
" Kamu tenang saja,, mereka berada di sebuah rumah yang sudah tersedia. Bagaimana pun Paman kamu masih harus banyak Istirahat."
" Makasih ya Mas, Mas sudah mau membantu mereka. "
Nathan menatap Aira dan mengusap Wajahnya.
" Melihat kamu terus tersenyum itu sudah sangat membuat aku bahagia sayang."
__ADS_1
Aira mengangguk dan bersandar pada bahu Sungmin nya..