
Melisa langsung menghampiri Aira yang memegang perutnya,wajahnya pun tampak meringis kesakitan.
" Aira, kamu Kenapa Nak "
" Perut Aira Bik "
Melisa menatap kaki Aira yang basah,,
" Astaga Aira, kamu akan melahirkan Nak "
Melisa memapah Aira keluar, dan berteriak memanggil Anggita yang entah dimana.
" Anggita, Anggita "
" Ya Ma , Astaga Aira..
Ma, Aira kenapa " Ucap Anggita khawatir.
" Aira akan melahirkan, cepat kamu panggil sopir dan siapkan mobil kita Ke rumah sakit."
Anggita segera berlari dan meminta sopir untuk menyiapkan mobil.
Sedangkan Aira menahan rasa sakit, air matanya mulai keluar menahan rasa sakit.
" Sabar sayang, kita ke rumah sakit ya Nak "
" Sakit Bik " Rintih Aira menggenggam erat tangan Melisa.
Anggita yang juga ikut tampak sangat khawatir, bagaimana dulu hubungan nya bersama Aira yang tidak baik namun semua berubah dan menjadikan dirinya sadar jika selama ini Aira begitu baik terhadap nya.
beberapa menit akhir nya mereka sampai di Rumah Sakit, beberapa Suster langsung membantunya dan segera membawa Aira ke dalam ruang Persalinan.
" Sakit Bik "
Aira terus merintih kesakitan, bahkan di saat seperti ini suaminya tidak ada di sana menemani nya padahal Nathan sudah berjanji akan menemani nya saat melahirkan.
Anggita yang berada di luar terus berdoa untuk kebaikan Aira juga anaknya.
Dokter segera masuk ke dalam ,,
" Selamat siang Nyonya,,
Maaf saya periksa dulu "
Aira terus saja meringis bahkan dia mecekeran tangan Melisa erat .
__ADS_1
Melisa mengusap wajah Aira yang basah karena keringat, air matanya pun terus menetes .
Dia tau bagaimana rasanya saat ini.
" Mas Nathan,,
Bik, Dimana Mas Nathan " Ucap Aira menatap Melisa.
" Masih pembukaan 5 Nyonya, dan sebaiknya Anda jangan dulu mengeja " Ucap Dokter.
" Tapi ini sangat sakit Dok " Ucap Aira.
" Bik "
" Sabar ya Sayang,, Bibi akan menghubungi Nathan "
Aira mengangguk dan terus memegang perutnya, sementara suster lain terlihat memasang selang infus juga oksigen.
" Bagaimana keadaan Aira Ma " Ucap Anggita saat Melisa keluar.
" Aira terus meminta Nathan untuk datang, Bagaimana ini. "
" Ta- tapi Ma, Nathan bahkan di luar negeri dan bagaimana kita bisa menghubungi nya."
*****
Dia berusaha menahannya, memejamkan matanya untuk menenangkan nya .
" Aira, Apa yang terjadi "
Hingga dia langsung mengingat Aira yang berada di Jakarta.
Dengan segera tangan nya menyambar ponsel yang terletak di dekatnya.
Tut,,
Tut,,
Tut,,
Tidak ada jawaban dari Aira, Nathan kembali mencoba menghubungi nya dan tetap saja sama Aira tidak menjawab nya .
Nathan yang mulai khawatir langsung mencoba menghubungi Telpon rumah nya.
Tut,,
__ADS_1
" Halo "
" Dimana Istri saya , dan tidak terjadi sesuatu di sana bukan."
" Maaf Tuan,
Nyonya Aira baru saja di bawa ke Rumah Sakit, seperti nya Nyonya Aira akan melahirkan."
" Apa "
Nathan langsung menutup telponnya,,
Dia berjalan keluar dengan langkah panjangnya.
" Siapkan jet sekarang, Kita Pulang ke Jakarta." Ucap Nathan tergesa- gesa.
" Baik Tuan "
Nathan yang tampak sangat khawatir pun tampak mengusap wajahnya.
Dia sudah berjanji akan menemani istri nya di saat melahirkan.
" Sayang,, Aku akan segera datang.
Ya Tuhan mudahkan lah semuanya, lindungi istri dan anak kamu."
Nathan berusaha tenang dengan perjalanan menuju Bandara.
____
Aira terus mencari Nathan, dia mau jika Nathan menemani nya.
" Mas Nathan janji Bik, kalau akan menemani Aira dan Aira akan menunggu Mas Nathan."
Melisa mengangguk,,
Dia pun ikut meneteskan Air mata melihat Aira yang kesakitan.
Bahkan menahan rasa sakit nya untuk menunggu Suaminya.
Anggita baru saja mendapatkan kabar Jika Nathan sudah dalam perjalanan pun memberitahukan Melisa.
" Sabar ya Nak,
Nathan akan datang "
__ADS_1
Aira mengangguk dan memejamkan matanya menahan rasa sakit yang begitu di perut' ya.