
Aira sudah berada di mobil setelah pulang dari kampus nya, dia masih memikirkan Keluarga Paman nya.
Bagaimana mereka, dimana mereka sekarang. banyak pertanyaan mengenai keluar Paman nya, kebangkrutan perusahaan pun masih belum Aira tau apa alasannya dan kini kabar tentang mereka yang malah hilang.
Aira menatap keluar jendela,,
" Woi Minggir "
Aira kaget saat mobilnya di Pepet dua orang dengan mengendarai sepeda motornya.
mereka bahkan memakai helm hingga tidak terlihat wajahnya.
" Siapa mereka Pan" Ucap Aira ketakutan.
" Woii berhenti."
Mereka terus berteriak hingga akhirnya mobil berhenti karena mereka yang langsung menghadang.
" Nyonya, Kunci pintu dan Jangan keluar biar kami yang keluar " Ucap Mereka dan Aira mengangguk.
Aira menatap mereka yang terus memojokkan hingga mereka terlihat berkelahi.
Aira menggeleng ketakutan,,
Brak.. brak.. brak..
" Keluar kamu " Ucap Seseorang yang menggedor kaca mobil.
Aira menggeleng,,
Beberapa pengawalnya masih berkelahi, sementara terlihat mobil yang berhenti dan menghampiri nya.
" Keluar "
Aira menggeleng,,
" Engga,, Siapa kalian "
Aira langsung mengambil ponselnya, dia akan menghubungi Nathan suaminya.
___
Nathan masih meeting bersama beberapa Staf nya di kantor,,
Derrt.. derrt..
Diliriknya terlihat Aira yang menghubunginya, ,
" Sebentar Saya angkat telpon dulu " Ucapnya.
" Halo Sayang"
" Mas,, Tolongin aku,, Aku di cegah orang orang di jalan.aku takut. "
" Sayang,, Kamu tenang ya.. aku ke sana sekarang " Ucap Nathan yang langsung berlari keluar membuat semua menatapnya bingung.
Apa yang terjadi dengan Nyonya Aira hingga Tuan seperti itu.
Boy mengambil ponselnya dan menghubungi orang suruhannya untuk mengikuti Nathan.
Nathan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, dia mengaktifkan GPS yang terpasang pada ponsel juga Cincin Aira.
Sementara beberapa mobil pun terlihat mengikuti nya di belakang.
Aira terus menutup telinganya saat mereka terus menggedor kaca mobilnya, Bahkan dia terus memejamkan matanya karena rasa ketakutan.
Prang..
Mereka memecahkan Kaca Mobil nya dan segera membuka pintunya.
__ADS_1
" Keluar kamu " Ucap Mereka menarik paksa tangan Aira.
" Lepasin Saya, siapa kalian "
Aira terus memberontak ..
Bug..
Satu tendangan berhasil membuatnya tersungkur,,
" Mas Nathan " Ucap Aira Langsung memeluk suaminya.
Nathan datang tepat waktu, ,
Sementara semua orang suruhan Boy terus menghajar mereka, beberapa di antaranya berhasil kabur.
Aira menangis dalam pelukan Nathan, tubuhnya gemetar hebat.
" Tenang sudah ada aku sekarang"
" Aku takut Mas"
Aira terus menangis dalam pelukan Suami nya,,
" Kamu sudah Aman, kita pulang sekarang" Ajak Nathan yang langsung membopong tubuh Aira menuju mobilnya.
Sementara dua orang lainnya ikut masuk ke dalam mobil dan melajukan nya.
Nathan terus memeluk Aira yang masih terus gemetar tubuhnya, Isak tangisnya terus terdengar.
Nathan berusaha menenangkan nya.
Hingga mereka sampai di mention, Nathan kembali membopong tubuh Aira masuk.
Kini Aira Sudah tidak lagi menangis, namun dia tidak mau jika jauh dari suaminya.
" Iya Sayang, Aku temani kamu di sini "
Nathan mengusap lembut Pucuk rambut Aira yang terbaring dengan terus menggenggam tangan nya.
Di tatapnya sendu wajah Aira yang memejamkan matanya.
Hatinya perih saat melihat Istrinya di tarik paksa seperti tadi.
Dia pun melihat tangan Aira yang kembali lebam, dia membuka laci meja dan mengambil salep di sana.
Dengan perlahan Nathan mengoleskan salep nya.
Sementara Boy baru saja sampai di mention, dia sudah tau semuanya, bahkan orang yang sudah menyuruh mereka pun sudah jelas.
" Bagaimana keadaan Nyonya Aira " Ucap Boy
" Nyonya terlihat begitu Syok, Tuan masih menemani nya di kamar." Ucap Seno.
Boy mengangguk dan berjalan menghampiri orang suruhan nya.
" Kalian terus awasi rumah Ini, terutama Nyonya Aira. jangan sampai kejadian seperti ini kembali terjadi. "
" Baik Tuan "
Boy mengangguk dan tidak menyangka jika Hendra yang melakukan semuanya, bahkan dia menyuruh banyak orang untuk mencelakai Aira.
Setelah melihat Aira yang sudah pulas, Nathan berjalan keluar untuk menghampiri Boy juga Seno yang sudah menunggu nya di luar.
" Bagaimana keadaan Nyonya Tuan "
" Aira tampak sangat syok dengan kejadian ini."
" Maaf Tuan, kami tidak bisa menjaga Nyonya hingga terjadi seperti ini."
__ADS_1
" Semua ini bukan Salah kalian, Mereka sengaja mengecoh kalian supaya lengah dengan keberadaan Istri Saya. ":
Mereka mengangguk dan Nathan duduk di sana,
" Maaf Tuan, Ternyata Hendra lah yang sudah melakukan semua ini, dia sengaja membayar banyak orang untuk bisa menculik Nyonya Aira dan membawa nya. "
" Kurang Ajar Hendra, berani sekali dia bermain main dengan Saya." Ucap Nathan mengepalkan tangannya.
Semua menelan Saliva nya menatap Bosnya yang sangat emosi, bahkan Nathan terlihat seperti Harimau yang akan menelan mereka mentah mentah.
" Apa yang harus kami lakukan selanjutnya Tuan, Apa kita langsung mengepung rumah Hendra." Ucap Boy
" Jangan,, Hendra terlalu licik dia pasti tau jika kita kini sudah mengetahui semua nya. Saya juga tidak mau mengambil resiko jika Istri Saya kembali bahaya."
Mereka terdiam,,
Sementara Nathan, dia sudah tau apa yang akan mereka lakukan untuk bisa membuat Hendra keluar sendiri.
Aira membuka matanya,,
dia tidak melihat Nathan di samping nyA, hingga membuat nya histeris.
" Mas,, Dimana kamu aku takut " Rintih Aira ketakutan.
" Astaga Sayang,, " Ucap Nathan yang baru saja masuk ke dalam kamar dan langsung menghampiri nya.
Aira segera memeluk Nathan erat, dia sangat takut dengan yang sudah terjadi dan dia hanya akan tenang jika berada di samping suaminya.
" Tenang Sayang,, Sekarang kamu minum dulu"
Nathan membantu Aira untuk minum,,
Sungguh tidak tega Nathan melihat Aira yang syok seperti ini.
Dia pun akan membalasnya.
Boy masih berbicara dengan Orang orangnya di luar, sementara Santi Mendengar nya karena dia berada tidak jauh dari mereka.
" Kalian terus perketat pengawasan, jangan sampai kejadian seperti ini kembali terjadi."
" Baik Tuan "
" Saya pulang dulu, Selalu info jika terjadi sesuatu."
" Siap Tuan "
Boy mengangguk dan masuk ke dalam mobil nya,,
Sementara Santi, terus berada di sana untuk mendengarkan apa yang mereka bicarakan.
" ehem " Deheman seseorang membuat nya menolah terlihat Seno yang sudah berdiri menatapnya.
" Pak Seno ":
" Apa pekerjaan kamu sudah selesai hingga harus menguping pembicaraan orang lain. "
" Maaf Pa, Saya permisi "
Santi berjalan masuk ke dalam rumah nya, dan Seno terus menatap.
Santi memang sangat aneh, dia bahkan terlihat tidak menyukai Aira dan selalu bersikap ketus Kepadanya pahala Aira adalah perempuan yang sangat baik.
Santi dulu tidak seperti ini, dia merupakan wanita yang ceria namun kini Santi berubah, sudah berada kali dia sengaja menatap Aira dan Nathan jika sedang bersama bahkan dia terlihat menahan marah.
" Santi Tunggu " Ucapnya membuat Santi menoleh.
" Ya Pak Seno."
" Ikut Saya , Ada yang ingin Saya bicarakan." Ucap Seno dan Santi hanya mengangguk dan berjalan bengikuti Seno.
__ADS_1