Nathan Dan Aira

Nathan Dan Aira
Part 110


__ADS_3

Nathan menggeleng saat mendengar kabar yang pasti akan membuat Aira Semakin sedih.


" Mas, Ada apa " Ucap Aira menatap Nathan yang tampak diam.


Nathan menatap Aira , apa yang akan dia katakan sekarang.


" Sayang,, Paman kamu "


" Paman, Apa yang terjadi dengan Paman Mas "


Nathan menggenggam tangan Aira,,


" Paman kamu meninggalkan"


Aira menggeleng,,


Air matanya menetes di wajahnya,,


" Tidak Mungkin,, Kamu pasti bohong Kan Mas "


" Sayang, Kamu tenang ya *


* Aku mau ke sana Mas, Aku mau melihat Paman"


Aira melepas selang infus di tangannya, dia terus memberontak bangun.


" Sayang,, Kamu masih lemah*


* Aku mau melihat Paman Mas, Aku mau ke sana"


Nathan mengangguk,,


" Kita ke sana "


Nathan membantu Aira turun, dia pun memapah Aira keluar.


Sementara di ruangan Lain, ,


Melisa menangis histeris dengan kepergian Suaminya, Dia tidak menyangka bisa secepat ini di tinggalkan suaminya.


Anggita yang berada di sana pun ikut menangis, mereka terus menggoyangkan tubuh Bratama.


" Tuan, Nyonya " Ucap Boy saat melihat Nathan juga Aira datang.


" Paman " Ucap Aira mendekat dan memeluk tubuh yang sudah kaku di sana.


Melisa mengusap pucuk rambut Aira yang menangis histeris.


* Kenapa Paman tinggalin Aira, sekarang Aira tidak memiliki Siapa pun "


" Aira Sayang,, Kamu tenang ya " Ucap Melisa mengusap bahu Aira yang masih terus memeluk tubuh Bratama.


" Sayang,, Kamu tenang , ingat kesehatan kamu " Ucap Nathan yang langsung menghampiri Aira .


Anggita menatap tajam Aira, dia pun berjalan menghampiri.


" Semua ini salah Lo Aira, Hapus Air mata Lo, semua itu palsu Lo pasti senang Papa meninggalkan kan "


Aira mendongak,,


Melihat Anggita, hatinya kembali sakit ingatan dimana Anggita bersama suaminya di Kantor kembali teringat.


* Jangan pura pura, buang air mata kamu Aira.. Karena gue tau dalam hati Lo pasti merasa senang dan menang kan."


" Anggita Diam,,


Semua ini bukan salah Aira, tapi semua salah kamu.. Papa mendengar semua nya jika kamu sengaja menggoda Nathan untuk membuat Aira menjauhi Nathan karena itu Papa meninggal.


tapi kamu malah menyalahkan Aira " Ucap Melisa yang sudah tidak bisa sabar lagi.


" Ma, Kenapa Mama malah bela Aira ..


Gita anak Mama bukan Aira."


" Memang benar,,


Selama ini Aira sudah membantu kita, semua terjadi karena ulah kamu . seharusnya kamu minta maaf kepada Aira."


" Semua ini karena Aira selalu merebut kebahagiaan Gita Ma, Aira selalu lebih unggul dari Gita, Aira merebut Nathan dari Gita seharusnya yang berada di posisi Aira itu Gita "

__ADS_1


Aira terdiam,,


tangannya mengepal mendengar semua nya bahkan ternyata Anggita lah yang mencoba merusak hubungan nya dengan Nathan.


Plak,,


Gita memegang pipinya yang terasa pedih akibat tamparan keras Aira.


" Selama ini aku terus mencoba diam dan mengalah, aku mencoba memaafkan semua yang kamu lakukan tapi apa yang kamu terus lakukan Gita, Kamu terus merusak semuanya.


Apa salah aku Sama kamu Gita " Ucap Aira menatap Tajam Anggita yang masih memegang pipinya.


Aira sudah tidak bisa menahan sabarnya saat ini, Anggita sungguh keterlaluan terhadap nya.


" Karena Lo merebut semua dari gue "


Plak,,


Kini Melisa menampar Anggita,,


" Mama kecewa sama kamu Anggita"


Anggita menggeleng,,


Bahkan kini Mama nya pun tidak mendukung dirinya,,


* Gita mau kemana kamu " Ucap Melisa saat Anggita berlari keluar.


Nathan menghampiri Aira dan memeluk nya,,


Kini tidak ada penolakan, Aira menangis dalam pelukan suaminya.


Boy yang berada di sana hanya diam,,


Maafin Mama Pah karena tidak bisa mendidik Anggita dengan baik hingga dia menjadi seperti itu. Melisa mengusap wajah suaminya yang sudah sangat mucat.


" Bibi,, Kita tunggu di luar ya..


biar semua menyiapkan pemakaman Paman " Ucap Aira .


Melisa mengangguk dan mereka berjalan keluar.


Di sebuah pemakaman,,


Melisa masih terus menangis memeluk Nisan suami nya,,


Aira mengusap bahu Melisa untuk menenangkan nya walau sebenarnya dia pun sangat terpukul namun Melisa jauh lebih terpukul.


* Bi, kita pulang ya sudah sore "


" Tidak Nak, Bibi mau temani Paman kamu di sini "


* tapi Bibi harus istirahat, Besok kita bisa datang lagi Bi *


" Yang Aira katakan benar, Lebih baik Anda pulang dan istirahat."


Melisa menatap kembali gundukan tanah yang masih basah..


" Pa, Mama pulang dulu.. besok Mama akan ke sini lagi "


Melisa beranjak bangun begitu dengan Aira, Nathan sigap membantu Istri nya.


Boy segera menghampiri nya,,


" Bibi tinggal bersama Aira di rumah Ya , Gapapa Kan Mas *


" Iya Sayang *


* Tidak usah Aira, Bibi pulang ke rumah saja.. Anggita pun belum pulang, Bibi takut Anggita pulang malah rumah sepi."


" Tapi Bibi kabari Aira jika terjadi sesuatu"


" Kamu juga harus jaga kesehatan kamu, Jaga kandungan kamu ya Nak "


" Boy akan mengantarkan Anda ke rumah* Ucap Nathan


" Sekali lagi terima kasih atas semuanya"


" Silahkan Nyonya " Ucap Boy membuka pintu mobil.

__ADS_1


* Ayo Sayang " Ajak Nathan mengandeng Aira menuju mobilnya.


Dia pun membuka pintu mobilnya dan Aira masuk ke dalam.


mobil melaju meninggalkan pemakaman.


Nathan melirik Aira yang duduk di samping nya, Rasanya lega karena semua masalah nya selesai dan yang terpenting Aira sudah tidak lagi salah paham Dengan nya.


" Euh,, "


Aira memegang perutnya yang terasa sakit,,


" Sayang,, Kenapa " Ucap Nathan Khawatir


" Perut aku Mas "


" Kita Ke rumah Sakit *


Aira menahan tangan Nathan dan menggeleng,,


" Tidak Mas, Kita pulang ke rumah ya *


" Tapi Sayang,-


" Pliss "


Nathan mengangguk dan melajukan mobilnya menyusuri jalanan sore


Aira memejamkan matanya dan menggigit bibir bawahnya untuk meringankan rasa sakitnya.


Anggita yang sedari tadi berada di sekitar pemakaman pun berlutut di depan Nisa bertuliskan nama Papa nya.


Kenapa Papa pergi ninggalin Gita Pa,,.


Apa papa sudah tidak sayang dengan Gita lagi,,


Pa, Mama sudah tidak sayang Gita dan sekarang Gita akan bersama siapa.


Mama lebih menyayangi Aira,,


Anggita menangis dan memeluk makam Bratama.


Dia tidak beranjak dan terus berada di sana.


____


Aira sampai di rumah nya dan sudah berada di dalam kamar nya.


Nathan menghampiri nya dengan membawa susu hangat.


" Minum dulu Susu nya "


Aira mengangguk dan meneguknya hingga habis,,


" Apa masih sakit perutnya "


Aira menggeleng,,


" Mas,, " Ucap Aira menggenggam tangan Nathan ,,


" Kenapa Hem "


" Maafin aku karena tidak percaya sama Kamu, Maaf karena aku malah menuduh kamu berbuat seperti itu dengan Gita.*


Nathan tersenyum dan menggeleng,,


" Gapapa Sayang,,


Kamu seperti itu berarti kamu begitu mencintai aku , dan aku merasa bahagia "


Aira tersenyum dan kembali memeluk suaminya,,


Nathan membalas nya dan mengecup dalam pucuk Rambut Aira..


" Sekarang kamu istirahat ya, Kamu harus banyak istirahat ingat ucapan Dokter saat di Rumah Sakit tadi."


" Iya,, *


Nathan membantu Aira berbaring dan menyelimuti tubuh nya dengan selimut.

__ADS_1


Nathan duduk di tepi ranjang dengan menatap wajah Aira yang mulai memejamkan matanya.


__ADS_2