
Aira menoleh saat mendengar seseorang memanggilnya,,
matanya menatap dimana sebuah mobil mewah berhenti, Matanya mengernyit saat dia tidak mengenali mobil itu bahkan dia berpikir jika tidak mungkin dia mengenal dengan orang di dalam mobil itu.
Tidak lama laki laki tampan berjas keluar dari mobil, Aira di buat bingung saat Nathan lah yang keluar.
* Tu- tuan Nathan.. " Lirih Aira saat Nathan berjalan mendekatinya.
Aira menunduk saat Nathan semakin dekat,,
* Lama tidak bertemu "
Aira mendongak saat suara berat Nathan di dengar nya..
Aira sedikit tersenyum dan mengangguk..
" Apa ada sesuatu, Atau,-
" Kebetulan saya lewat, Dan melihat kamu "
Aira kembali mengangguk,,
" Kamu mau ke Cafe Bukan, Biar bareng Saya "
" Tidak usah Tuan, Saya biasa sendiri."
Nathan menghela napasnya,,
Entah kenapa setiap kali dia melihat Aira, Dia selalu teringat dengan Jessica.
" Ini sudah hampir siang, bukannya kamu harus segera sampai Cafe"
Aira menatap jam tangan nya, benar saja dia harus segera sampai di Cafe.
" Ba - baik Tuan "
Nathan mengangguk dan berjalan menuju mobil, begitu pun Aira yang berjalan mengikuti nya.
Langkah nya berhenti saat Nathan malah membuka kan pintu Mobilnya.
" Terima Kasih Tuan " Ucap Aira masuk ke dalam mobil.
Matanya terus menatap dimana Nathan berjalan memutar hingga masuk dan duduk berdampingan dengannya.
Aura yang sangat berbeda saat berada di mention saat itu, dimana Nathan yang sangat dingin juga cuek dengannya.
Nathan melajukan mobilnya,,
Tidak ada obrolan apapun di sana, Nathan yang fokus dengan stir nya dan Aira yang sibuk dengan berbagai pikiran tentang bagaimana caranya dia mendapat uang untuk Paman dan Bibinya.
Hingga mobil berhenti tepat di depan sebuah Cafe sederhana,,
Terlihat masih sepi, dan hanya ada Adi yang berdiri di depan pintu menatapnya.
Aira menoleh,,
" Terima kasih Tuan, Maaf sudah merepotkan*
Nathan menoleh dan mengangguk,,
" Aira tunggu,, "
" A- ada apa Tuan "
* Kamu selesai jam berapa,, Biar saya jemput "
" Ti - tidak Perlu Tuan karena Saya pasti selesai larut."
" Tidak Papa Saya jemput "
Aira menoleh dan berjalan turun,,
Sementara Adi yang sedari tadi mematung heran dengan Mobil mewah yang berhenti di depan Cafe nya malah dibuat semakin Bingung karena Aira lah yang keluar dari mobil itu.
" Aira " Panggil Adi
Aira menundukan kepalanya saat Nathan melajukan mobilnya,,
__ADS_1
" Kamu bersama siapa Ra, Dan mobil itu seperti nya bukan orang biasa."
Aira tersenyum,,
" Dia Tuan Nathan, Orang yang menolong aku waktu itu."
Adi terus menatap Mobil Nathan yang mulai menjauh, perasaannya tidak karuan antara kesal, cemburu, juga penasaran dengan laki laki itu.
" Kak Adi,, " Panggil Aira
Adi mengangguk dan berjalan masuk,,
Mereka segera membersihkan Bahkan menyiapkan segala sesuatu di Cafe untuk acara siang ini.
Nathan sampai di Perusahaan nya,,
Ketampanan yang tiada tanding membuat semua pegawai wanita saling beradu kecantikan untuk bisa menarik perhatian Bos nya itu, bahkan mereka sering kali berpakaian kurang bahan hanya untuk bisa memperlihatkan kemolekan tubuh mereka.
Namun Nathan sendiri sama sekali tidak pernah tergoda satu dari mereka.
" Tuan " Sapa Boy
Nathan mengangguk dan terus berjalan menuju ruangannya di ikuti Boy dengan berkas di tangannya.
" Apa agenda Saya hari ini."
" Anda ada Janji bertemu dengan Tuan Hendra dari Perusahaan Agensi sekitar jam 11 siang, dan Jam 5 sore dengan Tuan Bratama ."
" Bratama,, ?"
" Iya Tuan, bahkan Tuan Bratama mengundang Anda untuk makan malam kembali bersamanya."
Nathan terdiam,,
dia teringat dengan Aira yang sudah mereka sia siakan, bahkan hanya demi uang Aira akan mereka Jual.
" Hendra dari Agensi, Apa sebelumnya sudah pernah bertemu."
" Ini pertama Kalinya Tuan, Perusahaan mereka sudah mengirimkan proposal ke Email Tuan."
Nathan Langsung membuka Laptop nya, dan dia mencari Email dari Hendra.
" Baik Tuan, Apa ada sesuatu yang perlu saya bantu lagi Tuan."
" Tidak ,, keluarlah"
Boy mengangguk dan berjalan keluar,
Berbeda dengan Nathan yang malah bersandar dengan memikirkan sesuatu.
Tidak lama tangan nya menyambar ponselnya yang tergeletak di samping.
Dia terlihat menghubungi seseorang.
Di tempat Lain,,
Bratama Baru saja sampai di Perusahaan, Dengan gaya yang sangat angkuh dia berjalan masuk.
" Selamat Pagi Tuan Bratama " Ucap beberapa karyawan yang berpapasan dengannya.
Tidak ada jawaban darinya,,
Semua sudah sangat paham , namun mereka membutuhkan uang untuk hidup sehari hari.
Hingga sebuah kabar gembira membuat Bratama sangat senang, dimana Asistennya mengatakan jika Nathan kembali menerima Undangan makan malam bersamanya.
Ini benar benar di luar perkiraan saya,,
Seorang Nathan, laki laki yang sangat terkenal dengan sikap dinginnya bisa dengan sangat mudah jatuh cinta hanya dengan sekali bertemu Anggita.
Anggita benar benar sangat berguna menjadi seorang Putri, dengan mereka bisa dekat bahkan menikah makan akan dengan mudahnya saya bisa meningkatkan Perusahaan menjadi lebih maju dan berjaya.
Kesempatan ini sama sekali tidak bisa Saya biarkan,,
Saya harus segera menelepon Melisa.
Bratama segera menghubungi Melisa,,
__ADS_1
mereka segera membahas untuk acara makan malam hari ini, dia akan segera mendekatkan Anggita dengan Nathan.
Adi terus memikirkan laki laki yang bersama Aira,
tidak mungkin tidak ada sesuatu antara mereka, apalagi Laki laki itu sengaja mengantarkan Aira sampai Cafe.
" Kak Adi, Untuk Pot bungannya mau di letakkan dimana ?" Ucap Aira namun seakan Adi tidak mendengar nya .
" Kak Adi,, " Ulang Aira namun lagi lagi Adi masih tidak mendengar nya.
Aira menghela napasnya dan berjalan mendekat
* Kak Adi,, "
* Ya Ra,, Kenapa ?*
" Astaga Kak,, Kak Adi sakit , Aku panggil dari tadi Loh."
Adi tersenyum..
" Gak Kok,, Kenapa ?*
" Potnya mau di letakkan dimana, ?"
" Oh,, Ya di sana."
Aira mengangguk dan berjalan meletakkan nya..
* Oya Ra, Aku boleh tanya sesuatu ?"
Aira menautkan kedua alisnya,,
" Tanya apa Kak,, "
" Tidak apa,, Lupakan bukan sesuatu Kok.."
" Oh,, Ya Sudah aku beres beres yang lain "
Adi mengangguk dan menatap Aira yang berjalan masuk,,
otaknya semua di penuhi dengan laki laki tadi, sudah pasti dia akan kalah saing dengannya,,
Dia hanya seorang pemilik Cafe kecil sedangkan laki laki itu terlihat sangat kaya.
Hari semakin sore,,
Adi berjalan menghampiri Aira yang terlihat kelelahan karena hari ini memang sangat melelahkan,,
" Minum dulu Ra "
Aira menoleh dan menerimanya,,
" Makasih Kak " Ucapanya
Adi mengangguk dan menatap sekeliling,,
sudah mulai gelap, dan untungnya Acara berjalan lancar.
" Maaf ya,, Kamu pasti sangat lelah hari ini."
Aira tersenyum dan menggeleng,,
" Lelah tapi menyenangkan,, dan aku cukup menikmati nya *
Adi tersenyum,,
Inilah Aira yang seakan tidak pernah merasakan lelah,,
" Oya,, Gimana kalau setelah selesai kita makan mie ayam di ujung jalan."
" Boleh,, Aku ambil tas dulu "
Tidak lama mereka keluar,,
Aira menunggu Adi yang masih mengunci Cafe,, namun langkah seseorang membuat keduanya menoleh..
" Tuan Nathan.. " Ucap Aira saat melihat Nathan berdiri di depannya.
__ADS_1
Adi yang juga masih berada di sana pun menatapnya, Laki laki yang membuat otaknya di penuhi dengan banyak pertanyaan..