Nathan Dan Aira

Nathan Dan Aira
No. 17


__ADS_3

Aira bingung untuk melakukan apa di sana, Apartemen yang sangat besar dan dia hanya tinggal sendiri pun membuatnya bosan.


Tidak mungkin dia membersihkan ruangan,jika di lihat pun ruangan sudah sangat bersih.


Akhirnya Aira kembali masuk ke dalam kamar, Kamar yang juga sangat luas.


Ranjang, Meja Rias bahkan lemari pakaian tertata rapi di sana.


Matanya menatap di mana Lemari besar terletak di ujung, Dengan langkah pelan Aira mendekat dan membukanya.


Matanya membulat saat melihat tumpukan baju wanita di sana, bahkan juga terlihat beberapa gaun yang sangat cantik.


Pasti semua ini milik Kekasih Nathan,,


Pantas saja semua tertata rapi, tapi jika memang benar kenapa malah dia membawaku ke sini, bagaimana jika kekasihnya tau.


Aira tidak mau menduga,,


Dia pun kembali menutupnya, dan duduk di sisi ranjang.


Nathan yang terus sibuk dengan pekerjaan nya pun tidak menyangka jika hari semakin sore bahkan sudah terdengar suara Adzan Magrib.


Beberapa hari menemani Aira di Rumah Sakit membuatnya harus ekstra menyelesaikan semua Pekerjaan nya.


Bahkan seharusnya dia harus pergi ke Luar Negeri untuk melihat bisnisnya di sana.


" Permisi Tuan,, Apa Saya perlu memesankan makan malam untuk Anda " Ucap Boy.


Nathan menatap jam di pergelangan tangannya, sudah hampir pukul 7 malam.


" Tidak perlu, sebentar lagi saya Pulang..


Kamu bisa pulang dulu Boy."


" Baik Tuan "


Nathan menutup Laptopnya, dan bersiap pulang.


Namun dia merasakan sesuatu di saku Jas nya.


Apa ini,,


Di lihatnya sebuah Ponsel,,


...***Astaga,,...


Saya lupa memberikan ponsel Aira,,


Dia pasti membutuhkan ponsel Ini***.


Nathan kembali menyimpan nya dan bergegas keluar, dia akan mengembalikan ponsel Aira lebih dulu dan baru kembali ke rumah.


Jalanan kota dengan berbagai macam kendaraan membuat Nathan terjebak macet.


Mobilnya tidak bisa melaju cepat karena begitu ramainya kendaraan yang juga melintas di sana.


Setelah perjalan cukup lama,. Akhirnya Sampai lah di depan Apartemen,, Dia pun memarkirkan Mobilnya di basemen.


Ting..


Pintu Lift terbuka ,,


Nathan kembali berjalan menuju kamar miliknya,,


Password yang sama membuat nya bisa langsung masuk.

__ADS_1


Di lihatnya ruangan yang sepi, tidak adanya Aira di sana, Mini Bar yang juga kosong, ruang tengah, tidak ada Aira di sana membuatnya khawatir.


Gorden yang menari karena tiupan Angin membuat Nathan segera menuju Balkon, namun lagi lagi tidak ada Aira di sana.


Dia kembali masuk,,


Matanya mengernyit saat melihat Pintu kamar yang terbuka, langkahnya berjalan menuju kamar.


langkahnya terus berjalan masuk hingga matanya melihat dimana Aira yang terlelap di atas ranjang, bahkan masih dengan pakaian yang sama.


Nathan berjalan mendekat,


Di tatapnya wajah damai Aira yang sangat pulas tertidur, wajah yang begitu menggemaskan bagi Nathan.


Seulas senyuman terukir di wajah tampan Nathan karena Aira yang menggeliat seperti seekor Babi.


Tangannya menyeka selimut yang sedikit menutupi tubuh Aira, Nathan sengaja membenarkan nya Agar Aira tidak merasakan dingin.


Setelah tubuh mungil tertutup Selimut, Nathan berjalan keluar, dia tidak ingin mengganggu tidur Aira.


Sebenarnya dia sangat lelah dan ingin pulang, namun melihat Aira membuatnya khawatir apalagi Aira baru saja keluar Rumah Sakit, bagaimana jika lambungnya kembali kambuh atau Kepala nya yang kembali pusing sedangkan dia hanya tinggal sendiri.


Nathan melepaskan jasnya,,


Tangannya melepas Dasi yang dia pakai dan melingkis kemejanya.


Karena sangat lelah pun, dia mendudukan tubuhnya di atas sofa, memijat pelipisnya yang sedikit pusing.


Perlahan dan Pasti,,.karena ras lelahnya Nathan tidak sadar jika dia mulai memejamkan matanya dan menuju alam mimpi indah.


Aira mengerjakan matanya,,


Dia heran karena tubuhnya terbungkus selimut, padahal dia tidak memakai selimut saat tidur.


Mata yang masih sedikit mengantuk,,


Aaaa,,


Aira sedikit berteriak namun langsung menutup mulutnya sendiri saat melihat laki laki berada di dalam dan untungnya dia langsung mengenali nya jika Itulah Nathan pemilik Apartemen ini.


Aira melangkah pelan,,


Dia tidak ingin membangun Nathan yang tertidur di sofa, Wajahnya terlihat begitu lelah.


Kenapa malah tidur di sofa, bukannya ini Apartemen milikinya.


Apa aku yang terlalu tidak sopan,?


Kruyukk..


Aira memegang perutnya yang kembali bunyi, Cacing Cacing di dalam perutnya benar benar tidak bisa di kompromi.


Mereka terus saja berdemo.


Aira berjalan masuk ke dalam kamar dan mengambil selimut, dia menutupi tubuh Nathan dengan selimut.


Uuh Laper banget sih..


Aira menatap Mini Bar,,


Dia berjalan dan membuka Lemari Es berharap ada sesuatu yang bisa dia makan.


Dan harapan nya terbayar langsung saat terlihat adanya bahan makanan di sana, Buah bahkan sangat komplit.


Dia pun hanya mengambil beberapa sayur juga daging, dia akan memasak salad sayur.

__ADS_1


Karena memang sudah terbiasa, Aira pun sangat lihat bermain dengan peralatan dapur.


Aira memang sangat suka memasak, karena memang dia selalu membantu Ibunya dari dulu.


tidak membutuhkan waktu lama,


Terlihat salad buah dengan irisan daging terlihat begitu menggoda.


Aira mulai mengambil sendok dan menikmati nya, tidak di ragukan lagi jika rasanya sangat enak.


" Ehem,, "


Aira menghentikan makannya saat mendengar deheman seseorang,,


Matanya Mendongak terlihat melihat Nathan yang berdiri menatapnya.


" Nathan " Lirih Aira dengan mulut penuh bahkan saos yang sedikit belepotan membuat Nathan berjalan mendekat dan mengambil tisu serta membersihkan nya.


" A- Aku bisa sendiri"


Aira menarik tisu dan membersihkan nya,,


" Jadi suara berisik berasal karena kamu "


" Maaf mengganggu tidur Anda, Aku lapar dan akhirnya membuat ini."


Nathan menatap piring yang sudah tinggal sedikit.


" Jadi hanya buat untuk sendiri saja ?"


" Oya,, sebentar"


Aira beranjak,,


sementara Nathan duduk di salah satu kursi, dia menatap Aira yang masih mondar mandir.


" Silahkan,, tapi hanya itu yang bisa aku masak malam ini. "


Nathan mengangguk dan mulai mencoba nya,,


Sebenarnya dia sendiri pun merasa lapar, setelah dadi kantor dia belum makan.


Aira tersenyum dan kembali menikmati nya,,


" Apa enak ?" Ucapnya dan Nathan mengangguk dengan masih menikmati nya.


Mereka menikmati nya dengan tanpa adanya suara, sepeda biasa hanya suara garpu dan sendok saja lah yang saling bersautan hingga keduanya selesai.


" Biar Saya bereskan,, "


" Tunggu.."


Aira menatap Nathan yang beranjak,,


" Biar Saya saja, Kamu baru saja sembuh."


Nathan membawa piring kotor dan mulai mencucinya, Untuk pertama kalinya Seorang Nathan Adi Permana mencuci Piring kotor.


Biasanya semua keperluannya selalu di siapkan oleh Pelayan rumahnya.


Aira terus menatap Nathan,,


Laki laki yang mau membersihkan bekas makan nya, Tidak biasanya seorang laki laki mau membantu di dapur berbeda dengan Nathan yang malah mencuci piring kotor milikinya.


Perasaan Kagum pun di rasakan oleh Aira melihat pemandangan yang sangat membuatnya tidak percaya.

__ADS_1


__ADS_2