
Anggita menatapnya Aira yang telah berbicara dengan Seno, bahkan dia melihat jika Seno memberikan sesuatu kepada Aira dan dia sangat ingin tau apa yang sudah mereka berikan.
Melihat Aira sekarang, tinggal di sebuah Apartemen membuatnya kesal apalagi Nathan yang begitu peduli Dengan nya.
Seharusnya Dia lah yang berada di posisi Aira sekarang, bersama Nathan dan mendapatkan semua yang dia mau.
" Aira tunggu " Ucap Anggita keluar dari dalam mobil nya .
Aira menoleh dan menghela napas nya melihat Anggita yang berjalan mendekat.
" Gue lihat Lo hidup senang sekarang, tinggal di Apartemen mewah, mendapatkan uang bahkan di perlakukan sangat baik oleh Nathan, tapi gue merasa kasihan lihat Lo." Ucap Anggita membuat Aira menautkan alisnya.
" Aira Aira,, Lo bukan perempuan bodoh.. seharusnya Lo sadar diri siapa Lo sebenarnya, Apa selama ini Nathan bilang jika dia menyimpan perasaan sama Lo, memang sih dia peduli sama Lo, dia baik dan selalu ada buat Lo, tapi apa Lo pernah berpikir biasanya seorang laki laki sukses pasti akan selalu dekat dengan banyak wanita, mereka bisa memberikan semua yang wanita itu inginkan dengan mudah, mereka hanya berpikir untuk kesenangan saja dan bukan karena hati."
Aira menggeleng,,
" Terima kasih untuk semua kepedulian Kamu, tapi Nathan bukan orang seperti itu."
" Aira ,, Aira,, Lo memang sangat Polos..
Nathan melakukan semua itu karena dia belum mendapatkan apa yang dia inginkan, coba jika dia sudah mendapatkannya sudah pasti akan pergi ninggalin Lo dan mencari wanita lain di luar."
" Apa semua ini yang ingin kamu katakan, atau ada hal lain, Jika tidak aku harus kembali bekerja." Ucap Aira berjalan meninggalkan Anggita yang terlihat menahan Kesal nya.
Sialan si Aira,,
gue susah payah bicara Semua itu tapi malah Aira pergi gitu saja.
Awas aja Ra, gue bakal jauhin Lo dari Nathan, karena Nathan milik gue.
Anggita kembali masuk ke dalam mobilnya dan melakukan nya pergi.
Namun,,
seseorang di luar sana langsung mengambil ponselnya dan terlihat mengetikan sesuatu.
______
Nathan sudah bersama Kliennya, namun dia merasa risih dengan tatapan salah satu Kliennya yang terus menatapnya tanpa berkedip.
" Jadi Tuan Nathan tinggal. di Indonesia " Ucapnya menatap Nathan dengan tatapan penuh arti.
" Pantas Saja wajah Anda sangat Familiar, Saya juga sebenarnya Asli Indonesia dan saat ini meneruskan bisnis Keluarga."
Nathan hanya terdiam,
dia sangat tidak menyukai wanita seperti itu.
" Okay, I think our meeting is enough and I will bring this proposal back for my study.* Ucap Nathan
Semua mengangguk dan beranjak bangun,,
Mereka saling berjabat, namun Nathan membuang wajah nya kala perempuan itu mengedipkan matanya saat mereka berjabat.
Nathan berjalan keluar bersama Boy yang terus mengekorinya selama di Amerika, mereka langsung masuk ke dalam mobil kembali ke Perusahaan miliknya di sana.
" Jam berapa pesawat kita akan terbang "
" Jam 5.00 sore ini Tuan "
__ADS_1
Nathan mengangguk dan menatap keluar jendela.
Seno sudah mengirikan pesan jika dia sudah membeli Obat juga Vitamin dan memberikan nya kepada Aira.
Sebenarnya sebelum pergi,,
Nathan sudah melihat perlengkapan yang Aira butuhkan selama dirinya pergi jauh.
mulai dari persediaan makanan, cemilan hingga obat juga Vitamin Aira.
semua sudah Nathan hafal, jadi tidak heran jika Nathan tau kapan Obat Aira habis dan dia harus membelinya.
Ting,,
Ponselnya bunyi
Nathan merogoh jasnya dan menatap sebuah pesan masuk yang tidak lain dari Seno.
Matanya membulat saat membaca jika Anggita datang menemui Aira di Cafe, bahkan Aira yang sudah makan malam bersama Bratama.
" Percepat kepulangan kita hari ini,. " Titah Nathan membuat Boy hanya bisa menurut.
Nathan mengeratkan tangannya,
Apa yang sudah di lakukan Keluarga Bratama susah keterlaluan padahal mereka sudah mendapatkan uang darinya namun mereka masih berniat untuk mengganggu Aira.
Mobil melaju dengan kecepatan tinggi menuju Bandara, Nathan meminta untuk segera terbang ke Jakarta sekarang juga.
Perjalanan yang membutuhkan waktu lama, dan dia harus segera sampai di Jakarta Malam ini juga.
Nathan mengirimkan pesan untuk semua menjaga Aira, hingga dia sampai di Jakarta.
Pikirannya sudah sangat kacau,
*****
Di Jakarta,,
Bratama bersama Hendra yang kembali datang ke Perusahaan miliknya.
Hendra terus menekan Bratama supaya segera membawa Aira Untuk nya.
dia sudah sangat ingin menikahi Aira.
Walau di sudah memiliki banyak istri, namun Saat menatap Aira dia langsung ingin menikahinya hingga memberikan sejumlah uang kepada Bratama. termasuk meminjam banyak uang.
" Kapan kamu akan membawa Aira untuk menikah dengan Saya, Ini sudah sangat lama Bratama." Ucap Hendra menatap tajam Bratama yang hanya bisa menunduk.
Hingga saat ini Aira belum memberikan jawaban untuk mau kembali ke rumah nya.
" Sa- sabar Tuan, Saya sudah menemui Aira dan mengajaknya kembali tinggal bersama Saya."
Brakk..
" Hanya membawa Seorang gadis saja kamu tidak bisa, Ingat Bratama semua hutang hutang kamu terus bertambah. "
" Saya tau Tuan, Saya minta waktu untuk membujuk Aira kembali tapi saya janji akan segera membawanya ke rumah Anda."
" Hanya bisa janji saya Kau,, Jika Kamu tidak bisa membawanya biar Saya bersama mereka yang membawa Aira sendiri."
__ADS_1
Bratama menatap beberapa pengawal Hendra, mereka berbadan kekar dan tinggi membuatnya menelan air liurnya.
" Saya Janji pasti akan membawa Aira Tuan. "
" Ingat Hendra, bukan hanya hutang hutang Kamu saja yang harus kamu bayar, Tapi kamu pun bisa berurusan dengan mereka, Mereka tidak akan melepaskan kamu selama tubuh Kamu masih utuh."
Glekk..
Bratama kembali menelan air liurnya,
Tatapan mematikan dari semua pengawal Hendra sungguh membuat ciut Nyalinya.
" Ba- Baik Tuan, , Malam ini Saya akan membawa Aira kepada Anda. "
" Hahahaha,, Begitulah,, Saya sudah tidak sabar menikahi dan menikmati tubuh Indah keponakan kamu itu Bratama." Ucap Hendra yang terus tertawa lebar sementara Bratama hanya bisa berdiam dengan memikirkan cara untuk membawa Aira.
Bratama tau jika Saat Ini Nathan tidak berada di Jakarta, dan dengan sangat mudah Dirinya bisa membawa Aira.
Yang terpenting saat ini dirinya bisa dulu lepas dari Hendra.
*****
Malam pun datang,,
Aira sudah bersiap pulang dengan membawa Paper Bag yang Seno berikan.
" Ra, Gue duluan ya * Ucap Sal bersama beberapa pelayan lain
" Oke Hati hati Sal. "
Aira berjalan keluar,,
" Loh Ra, Kamu belum pulang ?" Ucap Adi
" Ya Kak,, "
" Kita bareng Saja Ra,, aku antar kamu pulang."
" Gak usah Kak, Aku ada yang perlu di beli. "
" Aku antar gapapa ,, Lagian ini sudah malam Ra."
" Loh bukannya Kak Adi ada Janji "
" Astaga,, Oya aku lupa atau gini deh aku antar kamu dulu baru aku pergi."
" Gak Usah Kak, Aku sendiri gapapa Kok.. "
" Bener "
" Iya Kak Adi,, Udah duluan saja nanti telat Loh."
" Ya Sudah aku duluan, Kamu hati hati ya ":
* Bye *:
Aira kembali berjalan menuju ujung jalan dan baru akan naik Angkot di sana.
Jalanan sedikit sepi,
__ADS_1
Aira melangkah sedikit cepat agar lebih cepat sampai, namun dia merasakan seperti adanya seseorang yang mengikutinya.
Aira semakin cepat melangkah, dia harus segera sampai di ujung jalan yang ramai.