Nathan Dan Aira

Nathan Dan Aira
No. 78


__ADS_3

Aira menunduk suaminya yang sedang mandi , pakaian ganti juga teh hangat sudah siap di sana.


Aira sudah membiasakan dirinya menjadi seorang istri yang baik apalagi Nathan yang sudah mengijinkan nya untuk masuk ke dalam dapur dengan itu dia bisa membuatkan makanan untuk suaminya.


Senyuman mengembang kala Nathan berjalan keluar, dengan masih memakai handuk sepinggang dan selalu saja membuatkan tubuh bagian atasnya terekspos.


Untuk saja hanya dirinya di sana coba jika banyak orang, sudah pasti Aira akan memarahi nya.


Nathan mengusap pucuk rambut Aira dan mulai memakai bajunya, sementara Aira mengambil cangkir dan memberikan nya.


" Makasih Sayang" Ucap Nathan duduk di samping Aira.


Perasaan Aira masih saja tidak enak, entah apa yang sedang di rasakan.


mimpi buruknya tadi seperti sangat nyata.


" Ada Apa ,, ?" Ucap Nathan yang selalu saja peka dengan perubahan sikap Istri nya.


Aira menghela napasnya dan menatap Nathan,,


" Perasaan aku masih tidak enak, Bagaimana keadaan Paman juga Bibi sekarang."


Nathan terdiam,,


mungkin dengan menceritakan semuanya kepada Aira akan membuat istrinya lebih tenang.


" Apa kamu tidak kecewa atau marah dengan sikap mereka terhadap kamu ?"


Aira menggeleng,,


" Bagaimana pun mereka tetap keluarga ku Mas, dan mereka mau menampung aku setelah Papa Mama pergi."


Nathan menggenggam tangan istrinya,,


Aira sangat baik, apa yang sudah mereka lakukan sudah sangat keterlaluan namun Dia tetap saja mau memaafkan nya.


" Sebenarnya ada sesuatu yang ingin aku katakan " Ucap Nathan membuat Aira menoleh.


" Apa itu Mas "


" Sebenarnya aku sudah menemukan mereka."


" A- apa Mas, bagaimana keadaan mereka baik baik saja bukan ?"


Nathan terdiam,,


" Kamu siap siap, Kita akan menemui mereka "


Aira mengangguk dan bersiap,,


sementara Nathan terus menatapnya, Apa yang akan terjadi selanjutnya jika Aira tau keadaan Pamannya.


******


Di rumah Sakit,,


Melisa masih menemani Bratama, Nathan benar benar membawanya ke rumah sakit dan memberikan perawatan terbaik untuk Kondisi kesehatan nya saat ini.


" Kita sangat beruntung Pa, karena Tuan Nathan yang masih mau berbuat baik kepada kita setelah apa yang sudah kita lakukan. " Ucap Melisa dengan meneteskan air matanya.


Bratama mengangguk,,


Sama hal nya dengan Melisa yang merasa bersalah,,


" Kita harus meminta maaf kepada nya Ma, juga Aira "

__ADS_1


Bratama menghentikan ucapannya,,


Rasa penyesalan nya sangat dalam, Selama ini sudah begitu kejam menelantarkan Aira hingga membuatnya tersiksa.


" Paman,, Bibi "


Melisa menoleh dan terlihat Aira yang langsung berlari menghampiri dan memeluk nya,,


Melisa pun memeluk erat Keponakan nya itu, bahkan tangisan mereka pecah kala itu.


Bratama yang hanya bisa terbaring pun ikut merasakan kesedihan, bahkan dia terus berusaha beranjak.


Aira yang melihatnya langsung berusaha menolong dan Bratama malah memegang tangannya.


" Maafin Paman Nak,, Paman sudah banyak salah kepada kamu selama ini "


Aira menggeleng,,


Dia sudah memaafkan mereka sejak dulu dan tidak ada dendam dalam hatinya.


" Aira sudah memaafkan Paman juga Bibi, Kenapa Paman bisa seperti ini. "


Aira terus menangis melihat kondisi mereka, Bratama yang sangat kurus begitupun dengan Melisa. mereka tidak seperti dulu.


Nathan menatap mereka,,


" Aira,, Bibi juga minta maaf karena telah membuat kau menderita, Bibi sangat berdosa terhadap kamu Sayang "


Aira menggeleng dan menyeka air matanya,,


" Semua yang sudah berlalu biarlah, Yang penting sekarang kita fokus dengan kesehatan Paman. " Ucap Aira dan Melisa mengangguk menatap Suaminya yang tersenyum.


Aira menatap Nathan yang berada di samping nya,,


" Saya sudah mengurus semua nya, untuk sementara Anda harus di rawat dan akan di operasi. "


" Terima kasih Tuan,, Anda sangat baik.. " Ucap Melisa.


" Berterima kasihlah kepada Aira, Karena semua ini Saya lakukan untuk kebahagiaan istri Saya."


" Aira,, Terima kasih Nak,, Kami benar benar berhutang Budi sama kamu."


" Tidak Bi, Kita adalah keluarga."


Aira tersenyum membuat mereka senang dan menyesal akan apa yang sudah mereka lakukan selama ini.


Nathan mengusap pucuk rambut Aira, dia sangat bangga kepada istrinya.


" Mama,, " Ucap Anggita yang langsung saja masuk namun dia melihat adanya Aira di sana bersama Nathan.


" Aira " Ucapnya dan Aira tersenyum.


" Gita,, Bagaimana kabar kamu "


Anggita berjalan masuk dan berdiri di samping Melisa.


" Gita, Jaga sikap kamu.. Aira juga Tuan Nathan sudah sangat baik terhadap Papa." Bisik Melisa.


Anggita menatap Aira juga Nathan,,


Betapa beruntungnya Aira mendapatkan Nathan bahkan menjadi istrinya sekarang, seharusnya dia lah yang berada di posisi itu.


Matanya menatap Nathan yang terus menggenggam tangan Aira terlihat jelas jika mereka saling mencintai namun dia tidak akan membiarkan Aira terus mendapatkan kebahagiaan.


Derrtt,,

__ADS_1


Nathan merogoh saku celananya dan terlihat Boy menghubungi nya.


" Maaf saya angkat telepon sebenarnya,,


Sayang, Aku angkat telpon Boy dulu " Pamit Nathan dan Aira mengangguk.


Aira kembali menatap Bratama dan berjalan mendekat..


" Bagaimana kondisi Paman saat ini, apa ada yang Paman rasa sakit,, Biar Aira bicara dengan Dokter."


" Tidak Nak,, Paman baik baik saja.. terima kasih Nak"


Aira mengangguk dan mengusap lengan Pamannya..


Melisa tersenyum melihat nya,,


Sementara Anggita menatap intens Aira,


Aira sekarang bukan Aira yang dulu, pakaian yang Aira pakai, gelang , cincin bahkan kalung yang Aira pakai membuat Anggita sangat iri melihatnya.


Sialan..


seharusnya semua itu milik gue,


Gue yang seharusnya tinggal di rumah itu, tinggal bersama Nathan, hidup bahagia.


Aira selalu saja mendapatkan hal yang lebih unggul dari gue.


Gue harus menggeser posisi Aira. Gue harus bisa membuat Nathan menyukai gue dan meninggalkan Aira.


" Ma, Gita keluar sebentar" Ucap Anggita yang langsung berjalan keluar.


" Mau kemana kamu Gita,, "


Anggita tidak mendengar dan terus saja berjalan keluar.


Nathan yang masih terlihat menelpon di sudut ruangan pun tidak lepas dari tatapan Anggita..


Dia pun membenarkan pakaiannya dan berjalan mendekat.


" Baiklah, segera kamu periksa semuanya dan laporkan semua "


Nathan menutup telponnya, namun dia kaget saat melihat Anggita yang berdiri di sana dengan tersenyum menatap nya.


" Tuan, Sebelum nya saya sangat berterima kasih karena sudah membantu Papa,, Apa yang bisa saya perbuat untuk membalas semuanya." Ucap Anggia dengan sengaja menggoda Nathan bahkan dia sengaja menurunkan kerah bajunya agar Nathan tergoda.


Nathan menautkan alisnya,,


Dia menatap gelagat Anggita yang bahkan membuat ya jijik.


Nathan menggeleng dan berjalan pergi,,


" Saya pun bisa seperti Aira "


Nathan menghentikan langkahnya membuat Anggita tersenyum.


" Saya Ingatkan, Istri saya tidak akan bisa di gantikan oleh orang lain."


Nathan kembali melangkah dan masuk ke dalam ruang inap.


Anggita menghentakkan kakinya kesal, selalu saja dia tidak berhasil menggoda Nathan.


Baiklah Nathan,,


Kali ini gue membiarkan kamu bicara seperti itu, tapi kamu lihat saja suatu saat kamu pasti akan mencari ku.

__ADS_1


__ADS_2