
Hendra terus mencari keberadaan Bratama juga Keluarganya, bagai di telan bumi mereka seperti menghilang tanpa kabar dan tidak ada yang tau keberadaan mereka.
Semua orang suruhan nya pun tidak ada satu pun yang menemukan nya hingga membuat Hendra semakin di surut emosi.
Hutang Yang tidak sedikit, Janji untuk mengantarkan Aira bahkan janji janji lain yang Bratama layangkan kepadanya membuat nya sangat emosi.
Perusahaan yang kini hanya tinggal nama, Rumah yang sudah di sita Pihak Bak, tidak bisa lagi Hendra ambil alih.
" Kalian terus cari tau dimana keberadaan mereka, dan satu lagi, Kalian cari tau dimana Aira dan langsung bawa dia ke tempat saya karena Aira lah barang untuk melunasi hutang hutang mereka."
" Baik Tuan, Kami akan segera mencari dan membawa nya kemari."
Hendra mengangguk,,
Beberapa wanita yang menghibur nya pun tampak tidak berani mendekatinya, melihat wajah emosi Hendra yang sangat menakutkan.
*****
Nathan dan Aira sudah kembali ke Mention setelah beberapa hari mereka liburan di Pulau pribadi Nathan.
Nathan membiarkan Aira yang tertidur, setelah perjalan panjang yang melelahkan Aira tertidur di mobil.
Sesekali Nathan melirik istrinya,
dan tersenyum melihat nya, mereka sudah menikah dan tidur bersama namun tetap saja Nathan selalu suka melihat Aira saat tertidur baginya itu sangat menggemaskan.
Hingga Mobil sampai di depan Mention, Seno sudah berada di depan rumah menunggunya.
Nathan langsung berjalan memutar, dia membuka pintu mobil dan membopong tubuh Aira yang masih tertidur.
" Silahkan Tuan "
" Bawa semua barang ke atas " Titah Nathan dan Seno mengangguk.
Santi harus menahan dirinya saat melihat Nathan membopong Aira , mereka sudah kembali ke Mention dan akan tinggal di sana untuk selamanya.
Nathan kini membawa Aira masuk ke dalam kamarnya,Aira akan tidur bersama nya di kamar pribadinya.
Kamar yang kini sudah menjadi kamar mereka berdua.
" Eum " Rintih Aira membuat Nathan kembali menatap nya.
Di tatapnya Aira,
Legukan Nathan terdengar kala melihat nya, tubuh indah Aira, kulit putih bersihnya sangat menggoda nya namun dia hanya bisa menunggu hingga Aira siap melakukan nya.
" Jangan pergi,, Aku tidak mau sendiri "
Aira terus mengigau , mimpi buruk dia rasakan, Nathan yang masih berada di sana pun segera mendekat.
" Aira,, Aira bangun "
Nathan berusaha membangun kan Aira yang terus mengigau,,
" Nathan " Ucap Aira terbangun dan langsung beranjak dan memeluk nya erat,.
Mimpi yang sangat buruk hingga membuatnya ketakutan, air matanya menetes tubuhnya bergetar membuat Nathan berusaha menenangkan nya.
" Kamu tenang , Ada Saya di sini "
Aira terdiam namun tetap terasa napas yang tidak beraturan.
Nathan terus memeluk nya berusaha untuk menenangkan nya.
Setelah cukup tenang,,
Aira melepaskan nya, Nathan mengusap wajah Aira yang basah karena air mata.
" Ini hanya mimpi Oke, Ada Saya di sini."
__ADS_1
" Jangan tinggalin aku, Aku tidak mau sendiri."
Nathan mengangguk,,
" Saya janji tidak akan meninggalkan kamu Oke, Percaya sama Saya.":
Aira terdiam,,
Mimpi yang begitu nyata saat Nathan pergi meninggalkan nya sendiri,,
Tok,,
Tok,,
Tok,,
Nathan menoleh saat mendengar suara ketukan pintu,,
" Sebentar, Saya buka pintu dulu " Ucap Nathan mengusap wajah Aira dan berjalan membuka Kamarnya.
Terlihat Seno yang datang membawa minum untuk mereka.
" Maaf Tuan, Semua barang mau di bawa ke mana ."
" Letakan saja di dalam."
Beberapa pelayan membawanya masuk, Aira menatap ruangan yang ternyata dia berada di kamar Nathan dan bukan kamar dirinya.
Nathan kembali menghampirinya,,
" Mulai sekarang ini kamar Kita, kamu tidur di sini " Ucap Nathan menatap Aira.
" Apa sekarang sudah tenang "
" Eum,, "
Nathan tersenyum,,
" Sebentar, Saya angkat telpon dulu "
Nathan beranjak menjauh, dia akan menerima telpon Boy.
Sementara Aira beranjak, dia akan membersihkan wajahnya.
Dia tertidur dari Bandara.
Di lantai bawah,,
semua sibuk dengan pekerjaan masing masing, mereka pun bersiap untuk memasak makan malam Tuan dan Nyonya baru mereka.
Aira menatap Nathan yang masih terlihat sibuk dengan ponselnya, dia tau jika suaminya sibuk apalagi setelah beberapa hari tidak datang ke Kantor dia pun membiarkan nya dan berjalan keluar.
Brukk..
" Aduh,, " Rintih Aira saat tertabrak seseorang.
Dia memegang lengannya yang terasa sakit, Santi menatap nya,,
" Maaf Santi,, Biar Saya bantu " Ucap Aira akan membantunya.
" Tidak Perlu "
Santi pun membereskan barang yang dia bawa dan langsung pergi.
Aira menatap nya heran, melihat Santi yang selalu bersikap seperti itu terhadap nya,,
" Aira, kamu ngapain di sini " Ucap Nathan yang sudah berdiri di sana.
" Oh tadi aku mau turun, Kamu sudah sibuknya"
__ADS_1
Nathan tersenyum,,
" Boy yang menelpon, dia hanya membicarakan masalah kantor."
Aira mengangguk,,
" Ada apa, Apa yang kamu pikirkan "
Nathan selalu paham jika Istrinya sedang memikirkan sesuatu, dia memang laki laki yang sangat peka.
" Tidak ada, Em aku bantu mereka masak ya.."
" Tidak,, "
Aira menautkan alisnya bingung,,
" Nyonya di rumah ini tidak boleh memasak ataupun memegang pekerjaan rumah, semua sudah ada pelayan yang melakukan nya."
" Tapi Nathan,-
Kesal Aira karena tidak di bolehkan nya melakukan apa pun di rumah, terus dia harus melakukan apa .
sementara Memasak adalah salah satu hobinya.
Nathan tersenyum dan mengusap pucuk rambut Aira.
" Saya di ruang Kerja, ingat jangan turun hanya untuk membantu mereka masak."
Aira menghela napasnya,,
Apa ini salah satu sikap posesif Nathan setelah mereka menikah, bahkan selama di Pulau Aira memasak untuk nya dan kali ini kenapa Nathan tidak mengijinkan nya.
Aira menatap Nathan yang berjalan menuju ruang kerjanya,,
Namun dia baru sadar jika ada satu kamar di sana yang dia belum pernah masuki.
Kamar yang berada di sudut ruangan, pintunya selalu tertutup.
Aira menoleh,,
Kamar Nathan, Kamar dirinya juga ruang kerja Nathan berada di sana, dan sejak kapan ada ruangan itu, Aira bahkan baru menyadari nya.
Dia melangkah karena merasa penasaran,, seluruh ruangan di Mention dia tau namun ruangan itu,,
" Nyonya " Sapa Seno membuat Aira kaget.
" Astaga Pak Seno,, Mengagetkan saya."
" Maaf Nyonya, Tapi Anda mau kemana ?"
Aira menatap ruangan di ujung ,,
" Kenapa saya baru sadar di sudut ruangan ada Kamar, Memangnya itu kamar siapa Pak Seno."
Seno menatapnya,,
" Itu hanya ruangan biasa Nyonya "
" Saya penasaran, Saya mau melihatnya."
" Nyonya Tunggu,, " Cegah Seno membuat Aira menatapnya.
" Ma- maf Nyonya,, Makan malam sudah siap. "
Aira mengangguk,,
" Saya panggil Nathan untuk turun, " Ucap Aira
Seno mengangguk,,
__ADS_1
Aira kembali menatapnya sebelum berjalan menuju ruang kerja Nathan.
Sementara Seno, dia menatap ruangan yang sudah lama tidak di buka, bahkan tidak ada seorang pun yang boleh masuk ke dalam kamar itu.