Nathan Dan Aira

Nathan Dan Aira
Part 95


__ADS_3

Aira memegang perutnya karena merasa sedikit sakit, mungkin karena dirinya yang terlalu lelah hari ini.


" Sayang,, hei kenapa ?" Ucap Nathan khawatir dengan keadaan istrinya.


Aira menggeleng dan memejamkan matanya, dan Untungnya perutnya kembali membaik.


" Kita Ke Rumah Sakit ya " Ajak Nathan


" Gapapa Mas, mungkin karena kangen Papa nya " Ucap Aira tersenyum membuat Nathan menggeleng namun juga tersenyum mendengar nya.


" Tunggu sampai di rumah ya Nak,, " Berucap Nathan mengusap perut Aira yang memang sudah lebih terlihat.


Nathan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, selama bersama Aira dia tidak pernah melaju cepat apalagi setelah tau jika Aira hamil.


______


Hari semakin Malam,,


Melisa masih berada Di Rumah Sakit ,,


Dia pun kembali melihat Biaya Rumah sakit yang harus di bayarnya.


Harus kemana aku mencari uang sebanyak ini,,


" Kenapa tidak meminta Aira saja sih Ma "


Melisa segera menyimpannya kembali dan menatap Anggita yang duduk di samping nya.


" Tidak,, Mama tidak mau merepotkan Aira dia sudah banyak membantu keluarga kita "


" Terus Mama mau bayar bagaimana, uang sebesar itu dari mana bisa kita dapatkan."


Melisa terdiam,,


namun dia menatap Anggita yang kini sudah tumbuh besar.


" Anggita ,, Kamu sudah besar sekarang Nak.. Bantu Mama untuk membayar biaya Pengobatan Papa ya."


" Maksud Mama, Gita kerja?"


" Kamu bisa mencari pekerjaan Sayang,, "


" Ma, Dimana Gita cari kerja lagian juga selama ini Gita gak punya pengalaman apapun."


" Coba lah Nak,, Demi Mama dan Papa Sayang."


Anggita terdiam ,,


Sementara Melisa berharap jika Putri nya bisa membantu mereka dan tidak terus terusan merepotkan.


Mereka terus berada di Rumah sakit dan belum makan apapun karena memang tidak ada Uang sepeser pun.


" Laper " Kesal Anggita memegang perutnya.


" Permisi Nyonya,, Apa benar Anda Nyonya Melisa juga Nona Anggita."


Melisa menoleh terlihat seorang kurir menghampiri mereka.


" Ya Benar, Ada siapa ya " Ucap Melisa bingung.


" Saya Mengantarkan Paket ini Nyonya dari Nona Aira "


Melisa menerimanya,,


" Terima kasih"

__ADS_1


" Sama Sama Nyonya,, Saya Permisi."


Melisa mengangguk dan menatap dua buah paper bag di tangannya dan setelah di buka ternyata makanan juga beberapa cemilan.


" Astaga Aira,, Kamu benar benar anak yang sangat baik Nak "


Melisa merasa terharu dengan apa yang di lakukan Aira terhadap mereka, Aira selalu memikirkan Mereka.


" Apa sih Ma, "


" Kamu lapar kan Sayang, Ini makan "


Anggita menerimanya,,


" Aira mengirimkan semua ini, dia memang begitu baik dan tulus . Kita berhutang Budi banyak dengan nya."


" Mama saja yang makan, Aku tidak nafsu " Ucap Anggita beranjak pergi.


Melisa menghela napas nya,,


Sampai kapan putrinya akan berubah.


____


Aira berada di kamarnya,


Dia telah memesan makanan untuk dikirimkan ke Rumah Sakit.


Dia khawatir jika Bibi juga Sepupu nya belum makan .


" Sayang,, Kamu di sini."


Aira Menoleh dan tersenyum,,


" Ngapain Hem,, "


Nathan mengusap pucuk rambut Aira, Istri nya sangat baik dia begitu peduli dengan mereka walau apa yang sudah mereka lakukan sebelum nya.


" Aku bangga sayang memiliki Istri seperti kamu yang begitu Baik juga peduli terhadap siapapun."


" Mereka keluarga aku Mas, dan selama ini mereka yang menjaga aku setelah Papa dan Mama meninggalkan."


Nathan mengangguk dan memeluk istrinya..


Andai saja mereka di pertemuan lebih cepat sebelum nya, mungkin Aira tidak akan menderita seperti itu dan dia pun tidak akan pernah membiarkan Aira hidup sendiri dengan kesedihan nya.


" Oya Mas, besok jadi Anterin aku Kandungan kan"


" Pasti dong Sayang,, Aku juga pengin lihat perkembangan anak kita ."


Aira tersenyum dan mengusap perutnya.


Tidak ada yang menyangka bahkan dirinya sendiri jika mereka akan secepat ini di berikan momongan namun baginya, Semua ini adalah anugerah dan dengan sangat senang Aira menerima nya apalagi Nathan yang memang sangat antusias dengan kehamilan nya.


" Sekarang kamu harus istirahat "


" Eum "


Nathan tersenyum dan membopong tubuh istrinya menuju tempat tidur.


" Selamat istirahat Sayang,, " Ucap Nathan mengecup kening Aira .


" Selama Malam Mas "


Nathan mengusap rambut Aira dan terus menatapnya.

__ADS_1


wajah cantik, beruntung nya dia bisa memiliki Aira yang bukan hanya memiliki paras cantik namun juga memiliki Hati seperti Malaikat dan selama bersama Aira, Nathan banyak berubah.


Nathan menyambar ponselnya dan melihat pesan masuk di ponselnya.


Beberapa pesan masuk dari Boy yang mengabarkan jika besok dia akan kembali ke Jakarta karena semua masalah di Surabaya sudah selesai.


Jadi benar Anak buah Hendra masih berkeliaran di luar., bahkan dia bisa mengirimkan Orang nya masuk ke dalam perusahaan.


Nathan tidak menyangka Hendra bisa selicik ini, bahkan seakan memiliki dendam yang dalam terhadapnya.


Dia kembali menatap Aira yang terlelap di samping nya, dia tidak mau jika Hendra nantinya mengganggu ataupun mencelakai Aira.


*********


Pagi Harinya,,


Di Rumah Sakit Nathan tampak tersenyum melihat layar yang menampilkan hasil USG kehamilan Aira.


" Mas,, Anak kita " Ucap Aira yang merasa sangat bahagia.


" Iya Sayang "


Nathan menggenggam tangan Aira dan sesekali mengecupnya..


Bahagia nya walau hanya masih melihat nya, Apalagi jika suatu saat nanti anak mereka lahir.


" Kandungan Nyonya Aira sangat baik dan sehat, Tapi Tetap harus di minum Vitamin nya, Makan makanan teratur , makan buah juga "


" Baik Dokter.. "


" Untuk Vitaminnya, Saya akan segera mengirimkannya ke rumah."


" Terima kasih Dok, Kamu permisi"


" Silahkan Tuan, Nyonya "


" Hati hati Sayang.."


Dokter tersenyum melihat keharmonisan Nathan, bahkan terlihat sangat jelas jika Tuannya begitu mencintai dan menyayangi Istri nya.


Mereka datang ke rumah sakit milik Nathan, dan sudah pasti mereka tidak akan mengantri. Mereka akan langsung di periksa dan masalah Obat, Rumah Sakit akan mengirimkannya ke rumah.


" Mas, Aku mau melihat Kondisi Paman. Boleh kan."


" Tapi hanya sebentar, Karena kamu harus banyak istirahat."


" Eum, Aku janji "


Nathan mengangguk dan mereka menuju Rumah sakit dimana Bratama di rawat.


Melisa berjalan menyusuri Lorong Rumah Sakit, Dokter sudah meminta nya untuk membayarkan Biaya Rumah Sakit namun mereka belum memiliki Uang sama sekali.


" Anggita " Ucap Melisa saat melihat Putrinya berjalan.


" Mau kemana lagi Kamu Gita,, Papa Kamu sedang di rawat dan Kritis. kenapa sih Kamu diam di Rumah sakit dan temani Mama ."


" Ma, Gita bosan terus di Rumah Sakit .. lagian juga mau apa coba Ma di sini."


" Astaga Gita,, Seharusnya kita terus berdoa untuk kesembuhan Papa Nak."


" Gita tau Ma, Tapi Gita bisa di Rumah Sakit mana cuma duduk nunggu di Depan ICU lagi. "


" Dari pada kamu cuma main, lebih baik kamu pergi dan mencari Kerja Gita, Biaya rumah sakit sangat mahal."


" Ma,, Jangan paksa Gita kerja dong lagian Gita juga belum lulus Kuliah,, memangnya Gita mau kerja apa ?"

__ADS_1


" Tapi Nak, Kita sudah harus membayar biaya Rumah sakit , Dari mana Kita mendapat uang itu. "


" Kenapa sih Mama selalu Paksa Gita bekerja, Kenapa Mama tidak bicara saja kepada Aira ." Ucap Gita berjalan pergi meninggalkan Melisa yang hanya bisa menghela napas nya..


__ADS_2