Nathan Dan Aira

Nathan Dan Aira
No. 39


__ADS_3

Adi berada di rumahnya,


Setelah mendengar tentang Pernikahan Aira dengan Nathan, Adi langsung melajukan mobilnya dia tidak bisa. menahan emosinya setelah mendengar semua itu.


baru saja dirinya menyatakan perasaannya kepada Aira namun dia harus mendengar kenyataan pahit jika wanita yang dia cinta akan menikah dengan laki laki lain.


Kacau,, ini yang sedang Adi rasakan.


rambutnya acak acakan, wajahnya merah bahkan dia terus memukul meja yang ada di depannya menumpahkan apa yang di rasakan saat ini.


jadi ini alasan kamu menolak ku Aira,


kamu akan menikah dengan Nathan, Apa bedanya aku dengan Nathan,,


Aku bahkan lebih dulu mengenal kamu, berbeda dengan Nathan yang Baru saja kamu kenal.


...Adi mengacak frustasi rambut' nya, dia benar benar sangat hancur saat ini....


_____


Nathan membawa Aira ke mention nya dan bukan ke Apartemen dimana Aira tinggal selama ini,,


Aira tampak bingung, mengapa Nathan malah membawanya nya ke Mention.


" Mulai sekarang kamu tinggal di sini, dan bukan lagi tinggal di Apartemen" Ucap Nathan menatap Aira yang masih terlihat kebingungan.


" Ta- tapi semua pakaian saya masih di Apartemen"


" Seno akan mengurusnya Nanti, sekarang kita masuk "


Aira mengangguk dan mengikuti Langkah Nathan yang lagi lagi menggandeng tangan nya.


Mention yang sudah lama Aira tinggalkan, bagaimana pun dia pernah tinggal di sana beberapa hari dan semua orang sangat baik terhadap nya.


" Selamat Malam Tuan,, Selamat datang kembali Nona Aira Apa kabar ?" Ucap Seno


Aira tersenyum,,


" Terima kasih Pak Seno, Saya baik Pak Seno bagaimana"


" Seperti yang Anda lihat Nona."


Aira mengangguk,,


" Kamu siapkan makan malam untuk kami " Titah Nathan yang di balas Seno dengan menundukkan tubuhnya sebagai jawabannya.


Nathan membawa Aira menuju kamar dimana dulu Aira tinggal, Kamar yang tidak jauh dari kamarnya.


" Kamu Mandi dan bersiaplah untuk makan malam, Saya ke ruang kerja dulu " Ucap Nathan dan Aira mengangguk.


Aira masih menatap Nathan yang berjalan menuju ruang kerjanya,,


dia pun masuk untuk membersihkan tubuhnya,,


Kamar yang masih sama tatanannya, rapi dan bersih seperti dulu saat dia tinggal di sana.


Langkahnya berjalan menuju balkon kamar, membuka tirai nya dan terlihat hujan di luar.


Aira teringat dengan Adi,


dia pergi begitu saja saat siang, dia pun berencana untuk menghubunginya.


Tut,,


Tut,,


Tut,,


Telpon nya tersambung namun tidak ada jawaban membuat Aira kembali menghubungi nya.


Lagi dan Lagi Tidak ada jawaban dari Adi membuat Aira akhirnya mengirimkan pesan singkat untuknya.


Nathan berada di ruang kerjanya dengan langsung membuka Laptop.


Dia meninggal kan Kantor siang tadi dan tidak kembali membuatnya harus kembali menatap pekerjaan nya.


Nathan kembali fokus dengan Laptop nya, bahkan Jasnya pun masih dia kenakan.


Seperti biasanya,,

__ADS_1


Nathan akan lupa waktu jika sudah menatap Laptopnya membuat dia lupa untuk membersihkan tubuhnya.


Sedangkan di Dapur terlihat Seno yang meminta beberapa Koki ternama yang bekerja di mention untuk segera menyiapkan Makan malam.


Santi yang baru saja datang pun merasa heran, semua terlihat Langsung sibuk membuatnya berjalan mendekat,,


" Ada apa ini Pak Seno, tumben semua Koki memasak apa Tuan Sudah pulang ?" Ucapnya membuat Seno menolah.


" Tuan meminta untuk menyiapkan makan malam, kamu cepat bersihkan meja makan "


Santi mengangguk dan membersihkan meja makan, sebenarnya bukan seperti biasanya Nathan akan makan malam di rumah, Nathan selalu pulang cukup larut dan langsung istirahat namun kali ini berbeda membuat Santi merasa bingung.


" Em Pak Seno dimana Tuan, Apa sudah ada yang menyiapkan teh hangat untuk Tuan ?"


" Astaga,, Kamu siapkan dan Anata ke ruang kerja Tuan."


" Baik Pak Seno "


Santi tersenyum,,


Ini waktunya dia bisa kembali mendekati Bosnya, mengambil hatinya.


biasanya selalu Seno yang mengantarkan minuman untuknya namun karena sekaran Seno di sibukkan dengan Makam malam akhirnya Santi lah yang mengantarkan nya.


Tok,,


Tok,,


Tok,,


" Masuk " Terdengar suara dari dalam membuat Santi membuka pintu ruangannya.


Santi berjalan masuk dengan sebuah Nampan di tangannya.


" Permisi Tuan, ini Teh hangat nya silahkan di minum mumpung masih hangat. "


Nathan menghentikan kerjanya dan menatap dimana Santi masih berdiri menatap nya dengan senyuman.


" Kamu,, dimana Seno ?" Ucap Nathan


" Pak Seno sedang menyiapkan makan Malam Tuan, dan meminta saya mengantarkannya kepada Anda."


Nathan menghela napasnya,,


Nathan kembali menatap Laptopnya,,


sementara Santi kesal karena hingga saat ini, Nathan sama sekali tidak pernah mau menatapnya.


Apa sih yang harus aku lakukan lagi untuk bisa membuat Tuan mau menatap aku,,


Santi terus menggerutu kesal, namun matanya membulat kala melihat Aira berada di lantai bawah bersama Seno.


Mereka terlihat sedang menyiapkan makan malam di meja makan.


" Nona, Biar semua saya saja yang siapkan.. Anda tunggu saja , Tuan pasti akan marah jika Anda ikut menyiapkan nya." Ucap Seno


Aira tersenyum dan menggeleng,,


" Nathan tidak akan marah Pak Seno, lagian Saya ingin membantu."


Aira menatanya,,


Seno tersenyum melihat bagaimana Aira yang sangat pintar, pasti karena inilah membuat Bosnya bisa jatuh hati kepadanya.


Santi berjalan turun menghampiri mereka,,


Aira menoleh dan tersenyum namun berbeda dengan Santi yang langsung meninggalkan meja makan dan menuju dapur.


" Apa sudah ada yang siap, biar saya bawa ke depan " Ucap Aira masuk ke dalam dapur.


" Silahkan Nona "


" Terima kasih "


Aira membawa nya keluar,,


Beberapa pelayan sudah mengenal Aira dan mereka pun merasa senang dengan sikap Aira yang sangat baik.


" Non Aira tambah cantik saja, Pantas Tuan begitu menyayangi nya " "

__ADS_1


" Benar,, Mereka pasangan yang sangat serasi bukan "


Santi sangat kesal dengan ucapan mereka yang memuji Aira padahal Aria baru beberapa hari tinggal di sana.


sementara dirinya sudah lama bekerja di sana dan belum pernah mendengar mereka memuji dirinya.


" Semua sudah siap,, Dimana Nathan Pak Seno " Ucap Aira


" Masih di ruang Kerja Nona, Biar Saya panggilkan dulu."


" Tidak tidak,, biar Saya saja yang memanggil nya."


" Baik Nona"


Aira berjalan naik ke lantai dua dan menuju Ruang Kerja Nathan.


Tok,,


Tok,,


Tok,,


" Masuk "


Aira membuka pintu ruangannya dan terlihat Nathan yang masih menatap Layar Laptop nya namun kini Jasnya sudah terlepas dan hanya menyisakan kemeja warna navy lah yang melekat di tubuhnya.


Aira berjalan mendekat,,


" Nathan,, Makanan sudah siap kita makan dulu " Ucap Aira membuat Nathan menoleh.


Nathan menatap Aira yang berdiri,,


Kenapa hari ini Aira terlihat sangat cantik, padahal hanya memakai kaos juga celana jeans panjang saja namun membuat Nathan menatapnya tanpa berkedip.


" Nathan " Ulang Aira


" Oya sebentar"


Aira mengangguk dan menatap sekeliling,,


ruang kerja Nathan sangat rapi dan tertata,..


Nathan beranjak dan menatap Aira yang masih terus menatap sekeliling membuatnya berjalan mendekat.


" Apa yang kamu lihat Hem "


" Astaga,, Nathan "


Aira kaget saat Nathan sudah berada di hadapannya,,


Nathan terkekeh membuat Aira menatapnya kagum, untuk pertama kalinya dia melihat Nathan tertawa, tidak seperti biasanya Nathan selalu dengan mode seriusnya.


" Yuk " Ajak Nathan menggandeng tangan Aira keluar.


mereka berjalan turun dengan saling bergandengan, membuat beberapa pelayan termasuk Seno tersenyum berbeda dengan Santi yang tampak menahan marah dengan apa yang dia Lihat.


Sesampainya di meja Makan,


Nathan menarik kursi untuk Aira,,


" Makasih " Ucap Aira tersenyum..


Nathan mengusap pucuk rambut Aira dan duduk di kursinya,,


" Permisi Tuan, Nona " Ucap Seno yang akan mengambil kan makanan untuk mereka.


" Saya saja Pak Seno "


Aira mencegah Pak Seno dan mulai menyendok nasi di piring Nathan, memberikan sayur juga lauk di sana.


Seno menatap kaget,,


Biasanya hanya dirinya yang mengurus semua,, mengambilkan makanan untuk Bosnya , karena Nathan sama sekali tidak mau jika orang lain menyentuh sesuatu miliknya.


Namun Kini, Nathan bahkan membiarkan Aira menyentuh barang miliknya.


" Jadi semua sudah berkumpul di sini ?" Ucap Nathan yang memang sebelumnya sudah memerintahkan Seno mengumpulkan semua Pelayan di Rumah.


" Sudah Tuan " Ucap Seno.

__ADS_1


Nathan mengangguk dan menatap beberapa pelayannya,,


Dia kembali melirik Aira yang tampak heran.


__ADS_2